<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Resesi 2023, BPS Pantau Tren Harga Komoditas Impor Indonesia</title><description>Ekonomi global menghadapi ancaman resesi pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699345/ancaman-resesi-2023-bps-pantau-tren-harga-komoditas-impor-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699345/ancaman-resesi-2023-bps-pantau-tren-harga-komoditas-impor-indonesia"/><item><title>Ancaman Resesi 2023, BPS Pantau Tren Harga Komoditas Impor Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699345/ancaman-resesi-2023-bps-pantau-tren-harga-komoditas-impor-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699345/ancaman-resesi-2023-bps-pantau-tren-harga-komoditas-impor-indonesia</guid><pubDate>Rabu 02 November 2022 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/02/320/2699345/ancaman-resesi-2023-bps-pantau-tren-harga-komoditas-impor-indonesia-wYLBXHgkXZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ancaman resesi global terjadi tahun depan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/02/320/2699345/ancaman-resesi-2023-bps-pantau-tren-harga-komoditas-impor-indonesia-wYLBXHgkXZ.jpeg</image><title>Ancaman resesi global terjadi tahun depan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi global menghadapi ancaman resesi pada 2023. Resesi tersebut diperkirakan berdampak terhadap naiknya angka inflasi di berbagai negara.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Pusat Setianto mengatakan pihaknya akan memantau pergerakan harga-harga yang akan berkaitan dengan komoditas-komoditas bahan pangan yang masih mengandalkan impor.
BACA JUGA:Ekonomi Digital Selamatkan Indonesia dari Ancaman Resesi 

&quot;Berkaitan dengan ancaman Resesi Global pada tahun 2023. Kami secara institusi tidak melakukan proyeksi ke depannya akan seperti apa. Tetapi tren harga globalnya itu sendiri kita akan cermati dan kita akan pantau terus,&quot; katanya dalam Market Review IDXChannel, Rabu (2/111/2022).
BACA JUGA:Hadapi Resesi Global, Sri Mulyani: Kemenkeu Tidak Boleh Jadi Sumber Masalah

Setianto mengatakan, bahwa ke depannya dari adanya resesi tersebut kemungkinan akan ada kenaikan terhadap harga bahan seperti gandum, kedelai dan komoditas lainnya yang di impor Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMS80LzE1NTk3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita sangat bergantung pada impor. bisa jadi harga akan terus naik  dan ini yang perlu kita waspadai dari resesi global di tahun depan,&quot;  katanya.
Namun demikian, Setianto mengatakan bahwa tantangan tersebut harus direspons dengan kebijakan-kebijakan yang lebih optimis.
&quot;Kita punya cara-cara yang lokal positif, cara-cara yang membumi atau  penuh dengan local wisdom untuk menyikapi Resesi Global tahun depan  yang mungkin akan terjadi dan menghadapi dunia,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi global menghadapi ancaman resesi pada 2023. Resesi tersebut diperkirakan berdampak terhadap naiknya angka inflasi di berbagai negara.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Pusat Setianto mengatakan pihaknya akan memantau pergerakan harga-harga yang akan berkaitan dengan komoditas-komoditas bahan pangan yang masih mengandalkan impor.
BACA JUGA:Ekonomi Digital Selamatkan Indonesia dari Ancaman Resesi 

&quot;Berkaitan dengan ancaman Resesi Global pada tahun 2023. Kami secara institusi tidak melakukan proyeksi ke depannya akan seperti apa. Tetapi tren harga globalnya itu sendiri kita akan cermati dan kita akan pantau terus,&quot; katanya dalam Market Review IDXChannel, Rabu (2/111/2022).
BACA JUGA:Hadapi Resesi Global, Sri Mulyani: Kemenkeu Tidak Boleh Jadi Sumber Masalah

Setianto mengatakan, bahwa ke depannya dari adanya resesi tersebut kemungkinan akan ada kenaikan terhadap harga bahan seperti gandum, kedelai dan komoditas lainnya yang di impor Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMS80LzE1NTk3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kita sangat bergantung pada impor. bisa jadi harga akan terus naik  dan ini yang perlu kita waspadai dari resesi global di tahun depan,&quot;  katanya.
Namun demikian, Setianto mengatakan bahwa tantangan tersebut harus direspons dengan kebijakan-kebijakan yang lebih optimis.
&quot;Kita punya cara-cara yang lokal positif, cara-cara yang membumi atau  penuh dengan local wisdom untuk menyikapi Resesi Global tahun depan  yang mungkin akan terjadi dan menghadapi dunia,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
