<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp16,8 Triliun, Tanggung Jawab Indonesia atau China? </title><description>Biaya kereta cepat Jakarta-Bandung bengkak hingga USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699360/biaya-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-rp16-8-triliun-tanggung-jawab-indonesia-atau-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699360/biaya-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-rp16-8-triliun-tanggung-jawab-indonesia-atau-china"/><item><title>Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp16,8 Triliun, Tanggung Jawab Indonesia atau China? </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699360/biaya-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-rp16-8-triliun-tanggung-jawab-indonesia-atau-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699360/biaya-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-rp16-8-triliun-tanggung-jawab-indonesia-atau-china</guid><pubDate>Rabu 02 November 2022 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/02/320/2699360/biaya-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-rp16-8-triliun-tanggung-jawab-indonesia-atau-china-caLGqwblG7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Biaya kereta cepat bengkak (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/02/320/2699360/biaya-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-rp16-8-triliun-tanggung-jawab-indonesia-atau-china-caLGqwblG7.jpg</image><title>Biaya kereta cepat bengkak (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Biaya kereta cepat Jakarta-Bandung bengkak hingga USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun. Membengkaknya anggaran kereta cepat sempat diperdebatkan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.
Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menyebut konsorsium China menolak perhitungan cost overrun yang disodorkan pihak PSBI. Penolakan itu karena China tidak mengakui biaya dari PT PLN (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk, hingga pajak.
BACA JUGA:Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Rampung 2023, Wamen BUMN: Insya Allah

Karena tidak mengakui, lanjut Tiko, China meminta agar nilai cost overrun KCJB lebih kecil dari perhitungan PSBI.
&quot;China sebenarnya minta angka ini (cost overrun) turun. Mereka nggak akui biaya PLN, pajak, dan Telkom. Kita berdebat juga di situ, mereka maunya lebih renda,&quot; ungkap Tiko saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (2/11/2022).
BACA JUGA:Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 80%, Halim-Tegalluar Sudah Tersambung 

China Railway International Co. Ltd, sebelumnya menilai biaya untuk menambal cost overrun merupakan tanggung jawab pemerintah Indonesia. Hanya saja, PSBI melalui Kementerian BUMN menegosiasi agar China ikut bertanggung jawab atas pembengkakan dana mega proyek tersebut.
&quot;Mereka merasa biaya itu merupakan kewajiban bagian pemerintah Indonesia, tapi kami negosiasi supaya itu bisa dibayar,&quot; tutur dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tiko memastikan cost overrun akan ditambal melalui menyetor ekuitas  tambahan dan melalui pinjaman di ke China Development Bank (CDB).
Adapun rinciannya, 25% dari total cost overrun ditutupi oleh  konsorsium Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan  konsorsium China Railway International Co. Ltd
PSBI akan menambal pembengkakan biaya sebesar Rp4 triliun, sedangkan  China Railway International senilai Rp3 triliun. Sementara, 75% sisanya  berasal dari utang.
Tiko sendiri tidak merinci jumlah pinjaman yang diberikan China  Development Bank. Meski begitu, dia memastikan pihak perbankan asing  tersebut memberikan tenor selama 30 tahun, berdasarkan permintaan  Indonesia.
&quot;Dengan CDB kami minta tenor panjang, setidaknya 30 tahun. Jadi tidak  membebani KAI dan KCIC (Kereta Cepat Indonesia-China),&quot; tutur dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Biaya kereta cepat Jakarta-Bandung bengkak hingga USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun. Membengkaknya anggaran kereta cepat sempat diperdebatkan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd.
Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menyebut konsorsium China menolak perhitungan cost overrun yang disodorkan pihak PSBI. Penolakan itu karena China tidak mengakui biaya dari PT PLN (Persero), PT Telkom Indonesia Tbk, hingga pajak.
BACA JUGA:Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipastikan Rampung 2023, Wamen BUMN: Insya Allah

Karena tidak mengakui, lanjut Tiko, China meminta agar nilai cost overrun KCJB lebih kecil dari perhitungan PSBI.
&quot;China sebenarnya minta angka ini (cost overrun) turun. Mereka nggak akui biaya PLN, pajak, dan Telkom. Kita berdebat juga di situ, mereka maunya lebih renda,&quot; ungkap Tiko saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (2/11/2022).
BACA JUGA:Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 80%, Halim-Tegalluar Sudah Tersambung 

China Railway International Co. Ltd, sebelumnya menilai biaya untuk menambal cost overrun merupakan tanggung jawab pemerintah Indonesia. Hanya saja, PSBI melalui Kementerian BUMN menegosiasi agar China ikut bertanggung jawab atas pembengkakan dana mega proyek tersebut.
&quot;Mereka merasa biaya itu merupakan kewajiban bagian pemerintah Indonesia, tapi kami negosiasi supaya itu bisa dibayar,&quot; tutur dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tiko memastikan cost overrun akan ditambal melalui menyetor ekuitas  tambahan dan melalui pinjaman di ke China Development Bank (CDB).
Adapun rinciannya, 25% dari total cost overrun ditutupi oleh  konsorsium Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan  konsorsium China Railway International Co. Ltd
PSBI akan menambal pembengkakan biaya sebesar Rp4 triliun, sedangkan  China Railway International senilai Rp3 triliun. Sementara, 75% sisanya  berasal dari utang.
Tiko sendiri tidak merinci jumlah pinjaman yang diberikan China  Development Bank. Meski begitu, dia memastikan pihak perbankan asing  tersebut memberikan tenor selama 30 tahun, berdasarkan permintaan  Indonesia.
&quot;Dengan CDB kami minta tenor panjang, setidaknya 30 tahun. Jadi tidak  membebani KAI dan KCIC (Kereta Cepat Indonesia-China),&quot; tutur dia.</content:encoded></item></channel></rss>
