<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Peringkat 7 Negara Ekonomi Terbesar Dunia, Kalahkan Inggris dan Prancis</title><description>Indonesia peringkat tujuh negara ekonomi terbesar di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699526/ri-peringkat-7-negara-ekonomi-terbesar-dunia-kalahkan-inggris-dan-prancis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699526/ri-peringkat-7-negara-ekonomi-terbesar-dunia-kalahkan-inggris-dan-prancis"/><item><title>RI Peringkat 7 Negara Ekonomi Terbesar Dunia, Kalahkan Inggris dan Prancis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699526/ri-peringkat-7-negara-ekonomi-terbesar-dunia-kalahkan-inggris-dan-prancis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699526/ri-peringkat-7-negara-ekonomi-terbesar-dunia-kalahkan-inggris-dan-prancis</guid><pubDate>Rabu 02 November 2022 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/02/320/2699526/ri-peringkat-7-negara-ekonomi-terbesar-dunia-kalahkan-inggris-dan-prancis-4udx1I1Hxa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI peringkat ke 7 terbesar di dunia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/02/320/2699526/ri-peringkat-7-negara-ekonomi-terbesar-dunia-kalahkan-inggris-dan-prancis-4udx1I1Hxa.jpg</image><title>Ekonomi RI peringkat ke 7 terbesar di dunia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia peringkat tujuh negara ekonomi terbesar di dunia.  Berdasarkan data IMF, Indonesia masuk dalam kelompok 10 negara dengan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia.
Dengan begitu, Indonesia berada di posisi ke tujuh mengalahkan Brasil, Inggris dan Prancis.  Mengutip World Economic Outlook IMF edisi Oktober 2022, Rabu (2/11/2022), PDB Indonesia mencapai USD4,02 triliun berdasarkan pendekatan Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli.
BACA JUGA:Sandiaga Uno: 50 Desa Wisata Terbaik Simbol Kebangkitan Ekonomi Indonesia

PPP adalah perbandingan nilai suatu mata uang ditentukan oleh daya beli uang tersebut terhadap barang dan jasa di masing-masing negara. Posisi Indonesia mengalahkan Brasil, Inggris, dan Prancis yang perekonomiannya mencapai USD3,78 triliun, USD3,77 triliun dan USD3,68. Indonesia persis berada di belakang Rusia dengan ekonomi mencapai USD4,46 triliun.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Punya Modal Besar Hadapi Resesi 2023

Adapun Cina menempati posisi pertama dengan PDB mencapai USD30,07 triliun, disusul Amerika Serikat (AS) USD25,03 triliun, India USD11,66 triliun, Jepang USD6,11 triliun,  dan Jerman USD5,3 triliun.
Menteri koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan kalau ekonomi Indonesia akan tetap kuat hingga akhir tahun 2022. Optimisme tersebut didorong berbagai data indikator yang meningkat hingga kuartal III, bahkan realisasi pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal mampu di atas 5%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMS80LzE1NTk4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Mengutip ciutan direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva bahwa  IMF melihat kinerja ekonomi Indonesia masih cukup menjanjikan di tengah  perkiraan perlambatan ekonomi global. &quot;Indonesia tetap menjadi sebuah  titik yang terang di tengah ekonomi dunia yang memburuk,&quot; kata Airlangga  Hartanto.
Airlangga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun  ini akan mencapai 5,2% dan meningkat menjadi 5,3% pada tahun depan.  Selain itu, dirinya juga menyajikan pertumbuhan ekonomi beberapa negara  di Asia tahun depan masih positif kuat seperti India sebesar 6%,  Tiongkok 4%, dan ASEAN 5%
&amp;ldquo;Jadi kita berharap tahun depan Asia-Pasifik menjadi penggerak ekonomi dunia,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio  Kacaribu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI di kuartal III-2022 akan  sebesar 5,7%. Meningkatnya pertumbuhan ini lantaran, ekonomi Indonesia  sudah sangat kuat.
&amp;ldquo;Di kuartal III melihat peluang masih lebih kuat lagi. Angka kami  terakhir 5,7%. Nanti semoga ini tercermin  dari angka yang diumumkan BPS  (Badan Pusat Ststistik),&amp;rdquo; tuturnya.
Sementara itu, Menteri keuangan Sri Mulyani juga mengatakan bahwa  ekonomi Indonesia kuartal III-2022 akan tumbuh di atas 5%, hal itu  dipengaruhi sejumlah indikator yang masih sehat.
&amp;ldquo;Dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama kuartal III tahun ini diperkirakan masih sangat kuat,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia peringkat tujuh negara ekonomi terbesar di dunia.  Berdasarkan data IMF, Indonesia masuk dalam kelompok 10 negara dengan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia.
Dengan begitu, Indonesia berada di posisi ke tujuh mengalahkan Brasil, Inggris dan Prancis.  Mengutip World Economic Outlook IMF edisi Oktober 2022, Rabu (2/11/2022), PDB Indonesia mencapai USD4,02 triliun berdasarkan pendekatan Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli.
BACA JUGA:Sandiaga Uno: 50 Desa Wisata Terbaik Simbol Kebangkitan Ekonomi Indonesia

PPP adalah perbandingan nilai suatu mata uang ditentukan oleh daya beli uang tersebut terhadap barang dan jasa di masing-masing negara. Posisi Indonesia mengalahkan Brasil, Inggris, dan Prancis yang perekonomiannya mencapai USD3,78 triliun, USD3,77 triliun dan USD3,68. Indonesia persis berada di belakang Rusia dengan ekonomi mencapai USD4,46 triliun.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Punya Modal Besar Hadapi Resesi 2023

Adapun Cina menempati posisi pertama dengan PDB mencapai USD30,07 triliun, disusul Amerika Serikat (AS) USD25,03 triliun, India USD11,66 triliun, Jepang USD6,11 triliun,  dan Jerman USD5,3 triliun.
Menteri koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan kalau ekonomi Indonesia akan tetap kuat hingga akhir tahun 2022. Optimisme tersebut didorong berbagai data indikator yang meningkat hingga kuartal III, bahkan realisasi pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal mampu di atas 5%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMS80LzE1NTk4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Mengutip ciutan direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva bahwa  IMF melihat kinerja ekonomi Indonesia masih cukup menjanjikan di tengah  perkiraan perlambatan ekonomi global. &quot;Indonesia tetap menjadi sebuah  titik yang terang di tengah ekonomi dunia yang memburuk,&quot; kata Airlangga  Hartanto.
Airlangga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun  ini akan mencapai 5,2% dan meningkat menjadi 5,3% pada tahun depan.  Selain itu, dirinya juga menyajikan pertumbuhan ekonomi beberapa negara  di Asia tahun depan masih positif kuat seperti India sebesar 6%,  Tiongkok 4%, dan ASEAN 5%
&amp;ldquo;Jadi kita berharap tahun depan Asia-Pasifik menjadi penggerak ekonomi dunia,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio  Kacaribu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI di kuartal III-2022 akan  sebesar 5,7%. Meningkatnya pertumbuhan ini lantaran, ekonomi Indonesia  sudah sangat kuat.
&amp;ldquo;Di kuartal III melihat peluang masih lebih kuat lagi. Angka kami  terakhir 5,7%. Nanti semoga ini tercermin  dari angka yang diumumkan BPS  (Badan Pusat Ststistik),&amp;rdquo; tuturnya.
Sementara itu, Menteri keuangan Sri Mulyani juga mengatakan bahwa  ekonomi Indonesia kuartal III-2022 akan tumbuh di atas 5%, hal itu  dipengaruhi sejumlah indikator yang masih sehat.
&amp;ldquo;Dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama kuartal III tahun ini diperkirakan masih sangat kuat,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
