<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>99 Penawaran Umum di Pipeline BEI, Incar Dana Rp83,32 Triliun</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 99 penawaran umummasuk dalam pipeline pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/278/2700464/99-penawaran-umum-di-pipeline-bei-incar-dana-rp83-32-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/278/2700464/99-penawaran-umum-di-pipeline-bei-incar-dana-rp83-32-triliun"/><item><title>99 Penawaran Umum di Pipeline BEI, Incar Dana Rp83,32 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/278/2700464/99-penawaran-umum-di-pipeline-bei-incar-dana-rp83-32-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/278/2700464/99-penawaran-umum-di-pipeline-bei-incar-dana-rp83-32-triliun</guid><pubDate>Kamis 03 November 2022 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/03/278/2700464/99-penawaran-umum-di-pipeline-bei-incar-dana-rp83-32-triliun-tVdxL8eQPq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">99 penawaran umum masuk pipeline BEI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/03/278/2700464/99-penawaran-umum-di-pipeline-bei-incar-dana-rp83-32-triliun-tVdxL8eQPq.jpg</image><title>99 penawaran umum masuk pipeline BEI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 99 penawaran umummasuk dalam pipeline pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 61 perusahaan berencana melakukan penawaran baru.
&quot;Di pipeline masih terdapat 99 rencana penawaran umum dengan nilai Rp83,32 triliun, dengan rencana penawaran umum oleh emiten baru sebanyak 61 perusahaan,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers, Kamis (3/11/2022).
BACA JUGA:OJK: Minat Masyarakat Beli Reksa Dana Masih Tinggi

Adapun, rencana penawaran umum itu terdiri dari berbagai jenis efek antara lain, penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), penawaran umum terbatas (PUT), serta efek bersifat utang dan sukuk (EBUS).
Di samping itu, Inarno mengatakan, minat penghimpunan dana masih terjaga tinggi. Per 25 Oktober 2022, penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp190,9 triliun dengan 48 emiten baru yang tercatat.
BACA JUGA:OJK Bakal Paksa Merger Bank yang Modal Intinya di Bawah Rp3 Triliun

Lebih lanjut, di tengah pengetatan likuiditas global, dalam periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat 0,10% month to date (mtd) ke level 7.048,38, dengan non-resident masih mencatatkan inflow sebesar Rp7,74 triliun mtd.
&amp;ldquo;Secara year to date, IHSG tercatat menguat sebesar 7,09% dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp77,22 triliun,&amp;rdquo; ungkap Inarno.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), non-resident mencatatkan  outflow sebesar Rp16,04 triliun month to date, sehingga mendorong  rata-rata yield SBN naik sebesar 23,27 basis poin (bps) secara monthh to  date di seluruh tenor.
Sedangkan, secara year to date, rata-rata yield SBN telah meningkat  sebesar 103 bps, dengan non-resident mencatatkan net sell sebesar  Rp177,13 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 99 penawaran umummasuk dalam pipeline pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 61 perusahaan berencana melakukan penawaran baru.
&quot;Di pipeline masih terdapat 99 rencana penawaran umum dengan nilai Rp83,32 triliun, dengan rencana penawaran umum oleh emiten baru sebanyak 61 perusahaan,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers, Kamis (3/11/2022).
BACA JUGA:OJK: Minat Masyarakat Beli Reksa Dana Masih Tinggi

Adapun, rencana penawaran umum itu terdiri dari berbagai jenis efek antara lain, penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), penawaran umum terbatas (PUT), serta efek bersifat utang dan sukuk (EBUS).
Di samping itu, Inarno mengatakan, minat penghimpunan dana masih terjaga tinggi. Per 25 Oktober 2022, penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp190,9 triliun dengan 48 emiten baru yang tercatat.
BACA JUGA:OJK Bakal Paksa Merger Bank yang Modal Intinya di Bawah Rp3 Triliun

Lebih lanjut, di tengah pengetatan likuiditas global, dalam periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat 0,10% month to date (mtd) ke level 7.048,38, dengan non-resident masih mencatatkan inflow sebesar Rp7,74 triliun mtd.
&amp;ldquo;Secara year to date, IHSG tercatat menguat sebesar 7,09% dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp77,22 triliun,&amp;rdquo; ungkap Inarno.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), non-resident mencatatkan  outflow sebesar Rp16,04 triliun month to date, sehingga mendorong  rata-rata yield SBN naik sebesar 23,27 basis poin (bps) secara monthh to  date di seluruh tenor.
Sedangkan, secara year to date, rata-rata yield SBN telah meningkat  sebesar 103 bps, dengan non-resident mencatatkan net sell sebesar  Rp177,13 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
