<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Surplus, Sri Mulyani: Fokus Lindungi Daya Beli Masyarakat</title><description>Kinerja APBN 2022 melanjutkan capaian positif yakni surplus Rp60,9 triliun atau 0,33%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700206/apbn-surplus-sri-mulyani-fokus-lindungi-daya-beli-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700206/apbn-surplus-sri-mulyani-fokus-lindungi-daya-beli-masyarakat"/><item><title>APBN Surplus, Sri Mulyani: Fokus Lindungi Daya Beli Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700206/apbn-surplus-sri-mulyani-fokus-lindungi-daya-beli-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700206/apbn-surplus-sri-mulyani-fokus-lindungi-daya-beli-masyarakat</guid><pubDate>Kamis 03 November 2022 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/03/320/2700206/apbn-surplus-sri-mulyani-fokus-lindungi-daya-beli-masyarakat-LA8KGnduAr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">APBN 2022 alami surplus (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/03/320/2700206/apbn-surplus-sri-mulyani-fokus-lindungi-daya-beli-masyarakat-LA8KGnduAr.jpg</image><title>APBN 2022 alami surplus (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kinerja APBN 2022 melanjutkan capaian positif yakni surplus Rp60,9 triliun atau 0,33%. Dari sisi keseimbangan primer, surplus mencapai Rp339,4 triliun.
&quot;Kinerja yang positif tersebut disumbangkan oleh realisasi pendapatan negara dan hibah yang mencapai Rp1.974,7 triliun atau 87,1% dari target yang tercantum dalam Perpres 98 tahun 2022. Dalam hal ini, pendapatan negara dan hibah mengalami pertumbuhan 45,7% year-on-year(yoy),&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (3/11/2022).
BACA JUGA:Peringati Hari Oeang, Sri Mulyani: APBN Uang Negara Jaga Rakyat

Kenaikan pendapatan negara dan hibah tersebut, lanjut dia, disumbangkan oleh momentum pertumbuhan ekonomi yang mengalami ekspansi dan penguatan, pemulihan ekonomi, aktivitas masyarakat, kenaikan dari harga-harga komoditas, dan juga disumbangkan oleh Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
BACA JUGA:Krisis Pangan hingga Energi, Sri Mulyani: APBN Jadi Shock Absorber

Di sisi lain, realisasi Belanja Negara mencapai Rp1.913,9 triliun atau 61,6% dari target, mampu menopang pemulihan ekonomi, mendukung stabilitas harga, dan melindungi daya beli masyarakat. Dari sisi pembiayaan, realisasi mencapai Rp429,8 triliun atau 51,2% dari target, relatif efisien seiring optimalnya capaian pendapatan.
Pembiayaan juga diarahkan untuk mendukung investasi dalam rangka akselerasi pembangunan infrastruktur dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNy80LzE1Mzg2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN diprakirakan lebih rendah  dari target Perpres 98/2022, dengan risiko utang yang lebih terkendali  sehingga keberlanjutan fiskal jangka menengah dapat dijaga. Peran APBN  sebagai shock absorber juga diharapkan dapat berfungsi optimal di tengah  risiko ketidakpastian global yang masih eskalatif,&quot; ungkap Sri.
Selain itu, upaya melindungi daya beli masyarakat dilakukan dengan  menjaga stabilitas harga dan penebalan perlindungan sosial bagi  masyarakat miskin dan rentan. Langkah tersebut ditempuh melalui yang  pertama, menjaga harga jual BBM, LPG, dan listrik (administered price),  kedua, pemberian insentif selisih harga minyak goreng curah dan kemasan  sederhana agar tetap terjangkau.
Ketiga, mengimplementasikan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT)  Migor bagi 20,65 juta KPM Kartu Sembako dan/atau PKH serta 2,5 juta PKL  makanan, keempat, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dalam negeri  melalui Cadangan Stabilisasi Harga Pangan (CSHP), antara lain kedelai  dan jagung, dan kelima, menerapkan penurunan pungutan ekspor untuk  mendorong peningkatan ekspor dan sekaligus mendorong kenaikan harga  Tandan Buah Segar (TBS) di level petani (PMK No.115/PMK.05/2022).
&quot;Upaya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi juga terus dilakukan,&quot; tambah Sri.
Untuk menjaga momentum pemulihan, pemerintah melakukan sejumlah  langkah. Pertama, menjaga pelaksanaan APBN 2022 yang waspada,  antisipatif, dan responsif untuk antisipasi ketidakpastian yang semakin  meningkat melalui penerapan automatic adjustment dan kedua, mendorong  program PEN tetap responsif yang diselaraskan dengan perkembangan  Covid-19 dan tren pemulihan ekonomi.
Ketiga, memperkuat dukungan untuk UMKM, antara lain melalui program  KUR dan penjaminan, keempat, Menjaga pasokan batubara untuk kebutuhan  dalam negeri dalam rangka menjaga ketahanan energi (PMK  No.17/PMK.02/2022).
&quot;Kelima, memberikan dukungan untuk proyek padat karya, pariwisata,  dan ketahanan pangan; serta keenam memberikan insentif perpajakan PPh  Pasal 22 Impor,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Kinerja APBN 2022 melanjutkan capaian positif yakni surplus Rp60,9 triliun atau 0,33%. Dari sisi keseimbangan primer, surplus mencapai Rp339,4 triliun.
&quot;Kinerja yang positif tersebut disumbangkan oleh realisasi pendapatan negara dan hibah yang mencapai Rp1.974,7 triliun atau 87,1% dari target yang tercantum dalam Perpres 98 tahun 2022. Dalam hal ini, pendapatan negara dan hibah mengalami pertumbuhan 45,7% year-on-year(yoy),&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (3/11/2022).
BACA JUGA:Peringati Hari Oeang, Sri Mulyani: APBN Uang Negara Jaga Rakyat

Kenaikan pendapatan negara dan hibah tersebut, lanjut dia, disumbangkan oleh momentum pertumbuhan ekonomi yang mengalami ekspansi dan penguatan, pemulihan ekonomi, aktivitas masyarakat, kenaikan dari harga-harga komoditas, dan juga disumbangkan oleh Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
BACA JUGA:Krisis Pangan hingga Energi, Sri Mulyani: APBN Jadi Shock Absorber

Di sisi lain, realisasi Belanja Negara mencapai Rp1.913,9 triliun atau 61,6% dari target, mampu menopang pemulihan ekonomi, mendukung stabilitas harga, dan melindungi daya beli masyarakat. Dari sisi pembiayaan, realisasi mencapai Rp429,8 triliun atau 51,2% dari target, relatif efisien seiring optimalnya capaian pendapatan.
Pembiayaan juga diarahkan untuk mendukung investasi dalam rangka akselerasi pembangunan infrastruktur dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8yNy80LzE1Mzg2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN diprakirakan lebih rendah  dari target Perpres 98/2022, dengan risiko utang yang lebih terkendali  sehingga keberlanjutan fiskal jangka menengah dapat dijaga. Peran APBN  sebagai shock absorber juga diharapkan dapat berfungsi optimal di tengah  risiko ketidakpastian global yang masih eskalatif,&quot; ungkap Sri.
Selain itu, upaya melindungi daya beli masyarakat dilakukan dengan  menjaga stabilitas harga dan penebalan perlindungan sosial bagi  masyarakat miskin dan rentan. Langkah tersebut ditempuh melalui yang  pertama, menjaga harga jual BBM, LPG, dan listrik (administered price),  kedua, pemberian insentif selisih harga minyak goreng curah dan kemasan  sederhana agar tetap terjangkau.
Ketiga, mengimplementasikan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT)  Migor bagi 20,65 juta KPM Kartu Sembako dan/atau PKH serta 2,5 juta PKL  makanan, keempat, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dalam negeri  melalui Cadangan Stabilisasi Harga Pangan (CSHP), antara lain kedelai  dan jagung, dan kelima, menerapkan penurunan pungutan ekspor untuk  mendorong peningkatan ekspor dan sekaligus mendorong kenaikan harga  Tandan Buah Segar (TBS) di level petani (PMK No.115/PMK.05/2022).
&quot;Upaya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi juga terus dilakukan,&quot; tambah Sri.
Untuk menjaga momentum pemulihan, pemerintah melakukan sejumlah  langkah. Pertama, menjaga pelaksanaan APBN 2022 yang waspada,  antisipatif, dan responsif untuk antisipasi ketidakpastian yang semakin  meningkat melalui penerapan automatic adjustment dan kedua, mendorong  program PEN tetap responsif yang diselaraskan dengan perkembangan  Covid-19 dan tren pemulihan ekonomi.
Ketiga, memperkuat dukungan untuk UMKM, antara lain melalui program  KUR dan penjaminan, keempat, Menjaga pasokan batubara untuk kebutuhan  dalam negeri dalam rangka menjaga ketahanan energi (PMK  No.17/PMK.02/2022).
&quot;Kelima, memberikan dukungan untuk proyek padat karya, pariwisata,  dan ketahanan pangan; serta keenam memberikan insentif perpajakan PPh  Pasal 22 Impor,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
