<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Perbankan Tumbuh 11% pada September 2022</title><description>Kredit perbankan tumbuh 11% pada September 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700409/kredit-perbankan-tumbuh-11-pada-september-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700409/kredit-perbankan-tumbuh-11-pada-september-2022"/><item><title>Kredit Perbankan Tumbuh 11% pada September 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700409/kredit-perbankan-tumbuh-11-pada-september-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700409/kredit-perbankan-tumbuh-11-pada-september-2022</guid><pubDate>Kamis 03 November 2022 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/03/320/2700409/kredit-perbankan-tumbuh-11-pada-september-2022-9fjtljtj3S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit perbankan tumbuh (Foto: OJK)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/03/320/2700409/kredit-perbankan-tumbuh-11-pada-september-2022-9fjtljtj3S.jpg</image><title>Kredit perbankan tumbuh (Foto: OJK)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kredit perbankan tumbuh 11% pada September 2022. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kredit perbankan tumbuh ditopang oleh kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 12,26% secara yoy.
&quot;Adapun secara month-to-month kredit perbankan naik sebesar Rp95,45 triliun menjadi Rp6274,9 triliun,&quot; ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulan Oktober secara virtual di Jakarta, Kamis (3/11/2022).
BACA JUGA:DP 0% untuk Kredit Properti dan Kendaraan Bermotor Diperpanjang hingga Desember 2023

Sementara itu, Dana pihak ketiga (DPK) pada September 2022 tercatat tumbuh 6,77% yoy menjadi sebesar Rp7.647 triliun dengan laju pertumbuhan melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 7,77% yoy yang utamanya didorong perlambatan oleh deposito.
BACA JUGA:Berbagai Cara Top Up Dompet Kredit Grab, Simak di Sini

Selain itu, likuiditas industri perbankan pada September 2022 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang tetap terjaga.
Rasio alat likuid (AL) terhadap non core deposit (NCD) dan alat likuid/Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing sebesar 121% dan 62% pada Agustus 2022, sebelumnya adalah 118,01% dan 27,3% di Agustus sebelumnya tahun lalu. Menjadikannya 26,52% jauh diatas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Risiko kredit juga melanjutkan penurunan dengan rasio NPL perbankan sebesar 0,77% dan NPL gross sebesar 0,28%.
Di sisi lain kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan  penurunan sebesar Rp23,81 triliun menjadi sebesar Rp519,64 triliun  dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 2,63 juta nasabah yang  sebelumnya berjumlah 2,75 juta nasabah.
Sementara posisi devisa neto September 2022 tercatat sebesar 1,32% di bawah threshold 20%.
Capital adequacy ratio industri perbankan pada September 2022  tercatat meningkat menjadi 25,2% dari posisi Agustus 2022 yang sebesar  25,07%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kredit perbankan tumbuh 11% pada September 2022. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kredit perbankan tumbuh ditopang oleh kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 12,26% secara yoy.
&quot;Adapun secara month-to-month kredit perbankan naik sebesar Rp95,45 triliun menjadi Rp6274,9 triliun,&quot; ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulan Oktober secara virtual di Jakarta, Kamis (3/11/2022).
BACA JUGA:DP 0% untuk Kredit Properti dan Kendaraan Bermotor Diperpanjang hingga Desember 2023

Sementara itu, Dana pihak ketiga (DPK) pada September 2022 tercatat tumbuh 6,77% yoy menjadi sebesar Rp7.647 triliun dengan laju pertumbuhan melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 7,77% yoy yang utamanya didorong perlambatan oleh deposito.
BACA JUGA:Berbagai Cara Top Up Dompet Kredit Grab, Simak di Sini

Selain itu, likuiditas industri perbankan pada September 2022 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuiditas yang tetap terjaga.
Rasio alat likuid (AL) terhadap non core deposit (NCD) dan alat likuid/Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing sebesar 121% dan 62% pada Agustus 2022, sebelumnya adalah 118,01% dan 27,3% di Agustus sebelumnya tahun lalu. Menjadikannya 26,52% jauh diatas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50% dan 10%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Risiko kredit juga melanjutkan penurunan dengan rasio NPL perbankan sebesar 0,77% dan NPL gross sebesar 0,28%.
Di sisi lain kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan  penurunan sebesar Rp23,81 triliun menjadi sebesar Rp519,64 triliun  dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 2,63 juta nasabah yang  sebelumnya berjumlah 2,75 juta nasabah.
Sementara posisi devisa neto September 2022 tercatat sebesar 1,32% di bawah threshold 20%.
Capital adequacy ratio industri perbankan pada September 2022  tercatat meningkat menjadi 25,2% dari posisi Agustus 2022 yang sebesar  25,07%.</content:encoded></item></channel></rss>
