<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Minat Masyarakat Beli Reksa Dana Masih Tinggi</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat masyarakat beli reksa dana masih tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700456/ojk-minat-masyarakat-beli-reksa-dana-masih-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700456/ojk-minat-masyarakat-beli-reksa-dana-masih-tinggi"/><item><title>OJK: Minat Masyarakat Beli Reksa Dana Masih Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700456/ojk-minat-masyarakat-beli-reksa-dana-masih-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/03/320/2700456/ojk-minat-masyarakat-beli-reksa-dana-masih-tinggi</guid><pubDate>Kamis 03 November 2022 19:51 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/03/320/2700456/ojk-minat-masyarakat-beli-reksa-dana-masih-tinggi-Rf6pB0gQ06.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK sebut minat beli reksa dana masih tinggi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/03/320/2700456/ojk-minat-masyarakat-beli-reksa-dana-masih-tinggi-Rf6pB0gQ06.jpg</image><title>OJK sebut minat beli reksa dana masih tinggi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat masyarakat beli reksa dana masih tinggi. Namun, terjadi penurunan kinerja pada sektor reksa dana.
Hal itu tercermin dari menurunnya nilai aktiva bersih (NAB) sebesar 1,14% month to date (mtd) per 25 Oktober 2022. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi mengatakan, nilai aktiva bersih reksa dana per 25 Oktober 2022 tercatat sebesar Rp524,61 triliun, serta aksi penjualan bersih atau net redemption sebesar Rp7,67 triliun mtd.
BACA JUGA:OJK Bakal Paksa Merger Bank yang Modal Intinya di Bawah Rp3 Triliun

Sementara itu, secara year to date (ytd), nilai aktiva bersih reksa dana turun sebesar 9,31%. Sedangkan, net redemption masih tercatat sebesar Rp61,66 triliun ytd.
&amp;ldquo;Namun, minat masyarakat untuk melakukan pembelian reksa dana masih tinggi, ditandai dengan subscription sebesar Rp777,86 triliun,&amp;rdquo; kata Inarno dalam konferensi pers, Kamis (3/11/2022).
BACA JUGA:Berantas 88 Pinjol Ilegal, OJK Optimis Jasa Keuangan RI Lebih Berdaya Tahan 

Sebelumnya, berdasarkan data OJK, reksa dana merupakan instrumen investasi yang saat ini digandrungi oleh para investor milenial. OJK menyebut, pertumbuhan investor tertinggi dicatatkan oleh investor reksa dana dan mayoritas masih didominasi oleh investor berusia di bawah 30 tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNC80LzE1NDkyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza  Adityaswara menegaskan bahwa, pihaknya terus memantau industri reksa  dana secara berkelanjutan.
&amp;ldquo;Hal itu untuk memastikan redemption di industri reksa dana dapat  tetap berjalan teratur, di tengah gejolak suku bunga pasar dan  meningkatnya risiko likuiditas di pasar keuangan,&amp;rdquo; ungkap Mirza.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat masyarakat beli reksa dana masih tinggi. Namun, terjadi penurunan kinerja pada sektor reksa dana.
Hal itu tercermin dari menurunnya nilai aktiva bersih (NAB) sebesar 1,14% month to date (mtd) per 25 Oktober 2022. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi mengatakan, nilai aktiva bersih reksa dana per 25 Oktober 2022 tercatat sebesar Rp524,61 triliun, serta aksi penjualan bersih atau net redemption sebesar Rp7,67 triliun mtd.
BACA JUGA:OJK Bakal Paksa Merger Bank yang Modal Intinya di Bawah Rp3 Triliun

Sementara itu, secara year to date (ytd), nilai aktiva bersih reksa dana turun sebesar 9,31%. Sedangkan, net redemption masih tercatat sebesar Rp61,66 triliun ytd.
&amp;ldquo;Namun, minat masyarakat untuk melakukan pembelian reksa dana masih tinggi, ditandai dengan subscription sebesar Rp777,86 triliun,&amp;rdquo; kata Inarno dalam konferensi pers, Kamis (3/11/2022).
BACA JUGA:Berantas 88 Pinjol Ilegal, OJK Optimis Jasa Keuangan RI Lebih Berdaya Tahan 

Sebelumnya, berdasarkan data OJK, reksa dana merupakan instrumen investasi yang saat ini digandrungi oleh para investor milenial. OJK menyebut, pertumbuhan investor tertinggi dicatatkan oleh investor reksa dana dan mayoritas masih didominasi oleh investor berusia di bawah 30 tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNC80LzE1NDkyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza  Adityaswara menegaskan bahwa, pihaknya terus memantau industri reksa  dana secara berkelanjutan.
&amp;ldquo;Hal itu untuk memastikan redemption di industri reksa dana dapat  tetap berjalan teratur, di tengah gejolak suku bunga pasar dan  meningkatnya risiko likuiditas di pasar keuangan,&amp;rdquo; ungkap Mirza.</content:encoded></item></channel></rss>
