<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Indo Acidatama (SRSN) Merosot 71,4% Jadi Rp4,31 Miliar</title><description>Laba PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) merosot 71,4% menjadi Rp4,31 miliar pada kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/278/2701128/laba-indo-acidatama-srsn-merosot-71-4-jadi-rp4-31-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/278/2701128/laba-indo-acidatama-srsn-merosot-71-4-jadi-rp4-31-miliar"/><item><title>Laba Indo Acidatama (SRSN) Merosot 71,4% Jadi Rp4,31 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/278/2701128/laba-indo-acidatama-srsn-merosot-71-4-jadi-rp4-31-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/278/2701128/laba-indo-acidatama-srsn-merosot-71-4-jadi-rp4-31-miliar</guid><pubDate>Jum'at 04 November 2022 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/04/278/2701128/laba-indo-acidatama-srsn-merosot-71-4-jadi-rp4-31-miliar-BqX3MC9TZg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba SRSN alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/04/278/2701128/laba-indo-acidatama-srsn-merosot-71-4-jadi-rp4-31-miliar-BqX3MC9TZg.jpg</image><title>Laba SRSN alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Laba PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) merosot 71,4% menjadi Rp4,31 miliar pada kuartal III 2022. Laba emiten bahan kimia ini turun 71,4% year on year (yoy) jika dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp15,11 miliar.
Melansir keterbukaan informasi, Jumat (4/11/2022), kondisi tersebut hadir saat penjualan perseroan turun 1,18% yoy menjadi Rp684,30 miliar. Sementara pada kuartal ketiga tahun 2021 perseroan mencatatkan penjualan senilai Rp692,52 miliar.
BACA JUGA:Emiten Intraco Penta (INTA) Rampungkan Restrukturisasi Kredit

Secara rinci, penjualan ethanol (alkohol) di pasar domestik berkontribusi besar terhadap pemasukan, yakni mencapai Rp328,67 miliar. Selanjutnya disusul penjualan ethanol ekspor senilai Rp229,45 miliar. Beberapa produk lain yang terjual antara lain Acetic Acid senilai Rp102,03 miliar, pupuk Rp11,81 miliar, CO2 Rp1,20 miliar, spiritus Rp2,5 miliar, dan lain-lain Rp8,56 miliar.
BACA JUGA:48 Emiten Baru, Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp190,9 triliun 

Saat pendapatan turun, beban pokok penjualan SRSN justru membengkak 1,97% yoy menjadi Rp573,85 miliar, yang sebagian besar berasal dari biaya pemakaian bahan baku total senilai Rp34,68 miliar, dan beban pabrikasi mencapai Rp107,66 miliar.
Penurunan performa di kuartal tiga ini membuat laba per saham dasar SRSN turun menjadi Rp0,72, dari sebelumnya Rp2,51.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Neraca keuangan SRSN per September 2022 menunjukkan kenaikan aset  sebanyak 2,19% menjadi Rp879,07 miliar, dari akhir 2021 di level  Rp860,16 miliar. Kewajiban pembayaran utang perseroan tumbuh 5,56%  menjadi Rp265,96 miliar, sedangkan modal/ekuitas tumbuh 0,80% di angka  Rp613,11 miliar, dengan total saldo laba senilai Rp172,74 miliar.
Per 30 September 2022, SRSN menerima kas dari pelanggan sebanyak  Rp631,14 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk membayar pemasok.  Adapun perseroan mengeluarkan Rp8,57 miliar sebagai perolehan aset tetap  dan aset dalam penyelesaian.
Adapun SRSN juga menerima pinjaman jangka pendek dari bank sebanyak  Rp292,79 miliar, yang digunakan untuk melunasi pinjaman sejenis serta  untuk membayar utang sewa. Dengan demikian, maka nilai kas dan setara  kas akhir tahun perseroan mencapai Rp16,20 miliar, lebih rendah dari  persediaan awal tahun senilai Rp24,46 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Laba PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) merosot 71,4% menjadi Rp4,31 miliar pada kuartal III 2022. Laba emiten bahan kimia ini turun 71,4% year on year (yoy) jika dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp15,11 miliar.
Melansir keterbukaan informasi, Jumat (4/11/2022), kondisi tersebut hadir saat penjualan perseroan turun 1,18% yoy menjadi Rp684,30 miliar. Sementara pada kuartal ketiga tahun 2021 perseroan mencatatkan penjualan senilai Rp692,52 miliar.
BACA JUGA:Emiten Intraco Penta (INTA) Rampungkan Restrukturisasi Kredit

Secara rinci, penjualan ethanol (alkohol) di pasar domestik berkontribusi besar terhadap pemasukan, yakni mencapai Rp328,67 miliar. Selanjutnya disusul penjualan ethanol ekspor senilai Rp229,45 miliar. Beberapa produk lain yang terjual antara lain Acetic Acid senilai Rp102,03 miliar, pupuk Rp11,81 miliar, CO2 Rp1,20 miliar, spiritus Rp2,5 miliar, dan lain-lain Rp8,56 miliar.
BACA JUGA:48 Emiten Baru, Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp190,9 triliun 

Saat pendapatan turun, beban pokok penjualan SRSN justru membengkak 1,97% yoy menjadi Rp573,85 miliar, yang sebagian besar berasal dari biaya pemakaian bahan baku total senilai Rp34,68 miliar, dan beban pabrikasi mencapai Rp107,66 miliar.
Penurunan performa di kuartal tiga ini membuat laba per saham dasar SRSN turun menjadi Rp0,72, dari sebelumnya Rp2,51.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Neraca keuangan SRSN per September 2022 menunjukkan kenaikan aset  sebanyak 2,19% menjadi Rp879,07 miliar, dari akhir 2021 di level  Rp860,16 miliar. Kewajiban pembayaran utang perseroan tumbuh 5,56%  menjadi Rp265,96 miliar, sedangkan modal/ekuitas tumbuh 0,80% di angka  Rp613,11 miliar, dengan total saldo laba senilai Rp172,74 miliar.
Per 30 September 2022, SRSN menerima kas dari pelanggan sebanyak  Rp631,14 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk membayar pemasok.  Adapun perseroan mengeluarkan Rp8,57 miliar sebagai perolehan aset tetap  dan aset dalam penyelesaian.
Adapun SRSN juga menerima pinjaman jangka pendek dari bank sebanyak  Rp292,79 miliar, yang digunakan untuk melunasi pinjaman sejenis serta  untuk membayar utang sewa. Dengan demikian, maka nilai kas dan setara  kas akhir tahun perseroan mencapai Rp16,20 miliar, lebih rendah dari  persediaan awal tahun senilai Rp24,46 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
