<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prospek Industri Nikel di Tengah Target Nol Emisi Karbon 2060</title><description>Prospek industri nikel di tengah target pemerintah mencapai nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) 2060.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2700899/prospek-industri-nikel-di-tengah-target-nol-emisi-karbon-2060</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2700899/prospek-industri-nikel-di-tengah-target-nol-emisi-karbon-2060"/><item><title>Prospek Industri Nikel di Tengah Target Nol Emisi Karbon 2060</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2700899/prospek-industri-nikel-di-tengah-target-nol-emisi-karbon-2060</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2700899/prospek-industri-nikel-di-tengah-target-nol-emisi-karbon-2060</guid><pubDate>Jum'at 04 November 2022 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/04/320/2700899/prospek-industri-nikel-di-tengah-target-nol-emisi-karbon-2060-FKofzTdIAn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prospek industri nikel (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/04/320/2700899/prospek-industri-nikel-di-tengah-target-nol-emisi-karbon-2060-FKofzTdIAn.jpg</image><title>Prospek industri nikel (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Prospek industri nikel di tengah target pemerintah mencapai nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) 2060. Industri nikel disebut bakal menjadi primadona di masa depan mengingat Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia.
Holding BUMN Industri Pertambangan atau MIND ID mematok target pengurangan emisi karbon di tiap perusahaannya 28% 2030 mendatang. Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan menjelaskan upaya ini sudah berlangsung sejak 2020 lalu.
BACA JUGA:Transisi Energi, Industri Nikel Bakal Terapkan Teknologi Bersih

Menurutnya, Grup MIND ID telah mengimplementasikan program carbon reduction dan carbon offset yang dapat mengurangi emisi GRK sejumlah lebih dari 400 ribu ton C02e atau sebesar 28% dari target pengurangan emisi pada tahun 2030.
&quot;Setiap Anggota memiliki target terhadap pengurangan carbon, sehingga target Net Zero Emission (NZE) di 2060 serta pengurangan carbon sebanyak 28% di 2030 dapat tercapai,&quot; kata Dany, Jumat (4/11/2022).
BACA JUGA:BPS Ungkap Harga CPO hingga Nikel di Dunia Lebih Rendah, Ada Apa?

Untuk mendukung upaya ini, Deputy Head of Site PT Trimegah Bangun Persada (PT TBP) Primus Priyanto mengungkapkan, pihaknya menerapkan tiga prinsip utama. Yakni pengurangan/mengontrol emisi, penggunaan energi terbarukan, dan penyerapan gas buang.
Untuk pengurangan gas buang, PT TBP, melakukan kegiatan pemeliharaan peralatan tambang dan juga kendaraan yang digunakan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Terdapat program pemeliharaan alat setiap 250 jam operasi, 500 jam  dan 1000 jam operasi. Melalui pemeliharaan rutin, diharapkan gas buang  dari semua alat produksi dan kendaraan pendukung dapat terkontrol dengan  baik,&quot; kata Primus.
Kedua, mewujudkan prinsip penggunaan energi terbarukan, di area  living quarter atau mess, lampu penerangan di sekitar jalan kantor dan  tempat tinggal karyawan sebagian sudah menggunakan solar panel.
Selanjutnya, PT TBP juga memiliki komitmen tinggi pada kegiatan  reklamasi, khususnya kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman  reklamasi. Melalui komitmen ini, diharapkan emisi gas buang, mampu  diserap oleh tanaman yang kami tanam dan pelihara.
&quot;Total penanaman kami di IUP PT TBP dan afiliasinya sampai dengan  2021 sudah lebih dari 200 hektar di mana per hektar ada sekitar 1100  tanaman. Sehingga kalau ditotal sudah lebih dari 200 ribu tanaman yang  kami tanam sejak beroperasinya penambangan pada 2010,&quot; kata Primus.
Lebih lanjut, dia optimistis, dengan beberapa upaya yang sudah dilakukan dapat mengurangi emisi hingga 31% di tahun 2030.
&quot;Salah satu langkah yang perlu dikaji secara komprehensif adalah  peningkatan penggunaan energi terbarukan melalui penggunaan peralatan  atau kendaraan listrik. Langkah ini perlu melibatkan banyak unsur,  termasuk pelaku usaha (tambang) dan juga produsen peralatan tambang,&quot;  ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Prospek industri nikel di tengah target pemerintah mencapai nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) 2060. Industri nikel disebut bakal menjadi primadona di masa depan mengingat Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia.
Holding BUMN Industri Pertambangan atau MIND ID mematok target pengurangan emisi karbon di tiap perusahaannya 28% 2030 mendatang. Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan menjelaskan upaya ini sudah berlangsung sejak 2020 lalu.
BACA JUGA:Transisi Energi, Industri Nikel Bakal Terapkan Teknologi Bersih

Menurutnya, Grup MIND ID telah mengimplementasikan program carbon reduction dan carbon offset yang dapat mengurangi emisi GRK sejumlah lebih dari 400 ribu ton C02e atau sebesar 28% dari target pengurangan emisi pada tahun 2030.
&quot;Setiap Anggota memiliki target terhadap pengurangan carbon, sehingga target Net Zero Emission (NZE) di 2060 serta pengurangan carbon sebanyak 28% di 2030 dapat tercapai,&quot; kata Dany, Jumat (4/11/2022).
BACA JUGA:BPS Ungkap Harga CPO hingga Nikel di Dunia Lebih Rendah, Ada Apa?

Untuk mendukung upaya ini, Deputy Head of Site PT Trimegah Bangun Persada (PT TBP) Primus Priyanto mengungkapkan, pihaknya menerapkan tiga prinsip utama. Yakni pengurangan/mengontrol emisi, penggunaan energi terbarukan, dan penyerapan gas buang.
Untuk pengurangan gas buang, PT TBP, melakukan kegiatan pemeliharaan peralatan tambang dan juga kendaraan yang digunakan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNy80LzE1NDQ1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Terdapat program pemeliharaan alat setiap 250 jam operasi, 500 jam  dan 1000 jam operasi. Melalui pemeliharaan rutin, diharapkan gas buang  dari semua alat produksi dan kendaraan pendukung dapat terkontrol dengan  baik,&quot; kata Primus.
Kedua, mewujudkan prinsip penggunaan energi terbarukan, di area  living quarter atau mess, lampu penerangan di sekitar jalan kantor dan  tempat tinggal karyawan sebagian sudah menggunakan solar panel.
Selanjutnya, PT TBP juga memiliki komitmen tinggi pada kegiatan  reklamasi, khususnya kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman  reklamasi. Melalui komitmen ini, diharapkan emisi gas buang, mampu  diserap oleh tanaman yang kami tanam dan pelihara.
&quot;Total penanaman kami di IUP PT TBP dan afiliasinya sampai dengan  2021 sudah lebih dari 200 hektar di mana per hektar ada sekitar 1100  tanaman. Sehingga kalau ditotal sudah lebih dari 200 ribu tanaman yang  kami tanam sejak beroperasinya penambangan pada 2010,&quot; kata Primus.
Lebih lanjut, dia optimistis, dengan beberapa upaya yang sudah dilakukan dapat mengurangi emisi hingga 31% di tahun 2030.
&quot;Salah satu langkah yang perlu dikaji secara komprehensif adalah  peningkatan penggunaan energi terbarukan melalui penggunaan peralatan  atau kendaraan listrik. Langkah ini perlu melibatkan banyak unsur,  termasuk pelaku usaha (tambang) dan juga produsen peralatan tambang,&quot;  ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
