<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Puncak Gelombang Varian Baru Covid-19 2 Bulan ke Depan</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan memproyeksi puncak gelombang varian baru covid-19 akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2701107/menko-luhut-puncak-gelombang-varian-baru-covid-19-2-bulan-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2701107/menko-luhut-puncak-gelombang-varian-baru-covid-19-2-bulan-ke-depan"/><item><title>Menko Luhut: Puncak Gelombang Varian Baru Covid-19 2 Bulan ke Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2701107/menko-luhut-puncak-gelombang-varian-baru-covid-19-2-bulan-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2701107/menko-luhut-puncak-gelombang-varian-baru-covid-19-2-bulan-ke-depan</guid><pubDate>Jum'at 04 November 2022 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/04/320/2701107/menko-luhut-puncak-gelombang-varian-baru-covid-19-2-bulan-ke-depan-zwxtU9w1uf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut sebut puncak varian baru covid dua bulan ke depan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/04/320/2701107/menko-luhut-puncak-gelombang-varian-baru-covid-19-2-bulan-ke-depan-zwxtU9w1uf.jpg</image><title>Luhut sebut puncak varian baru covid dua bulan ke depan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memproyeksi puncak gelombang varian baru covid-19 akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan.
&quot;Berdasarkan berbagai data yang telah kami amati dan berangkat dari trajectory kasus COVID-19 yang lalu, puncak gelombang berbagai varian baru ini diperkirakan akan terjadi pada satu hingga dua bulan ke depan,&quot; kata Luhut yang juga menjabat sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali di akun Instagram pribadinya dilansir dari Antara, Jumat (4/11/2022).
BACA JUGA:Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Binsar Pandjaitan, Haris dan Fatia Kembali Dipanggil Polisi

Oleh karena itu, Luhut kembali menegaskan semua pihak untuk terus waspada dan cermat. Hal itu merujuk pada peningkatan kasus covid-19 yang kembali meningkat hingga menyentuh angka 5.000 kasus dalam satu minggu terakhir.
Ia menyebut, khusus untuk wilayah Jawa Bali peningkatan kasus konfirmasi harian terlihat di seluruh Provinsi Jawa dan Bali. Selain itu peningkatan angka kematian utamanya di Jawa Tengah dan DIY juga naik cukup signifikan.
BACA JUGA:Cara Luhut agar Kepala Daerah Tak Lagi Korupsi

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu menyebut pemerintah akan terus berkaca pada kasus dan pola COVID-19 di negara lain sebagai salah satu cara untuk memprediksi segala kemungkinan yang terjadi ke depan.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus mengamati peningkatan kasus di beberapa negara yang juga menunjukkan adanya peningkatan perawatan di rumah sakit dan tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan pertengahan tahun 2022.
&quot;Namun varian baru ini diprediksi akan tetap lebih rendah dibandingkan dengan awal tahun yakni puncak Omicron yang lalu,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNy8xLzE1NTczMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Luhut mengatakan dengan terjadinya peningkatan kasus yang menyentuh  angka 5.000 kasus per hari, pemerintah menyiapkan berbagai langkah  mitigasi untuk membendung terjadinya keparahan yang lebih dalam yang  disebabkan oleh varian baru XBB tersebut.
Upaya mitigasi meliputi peningkatan kembali capaian vaksinasi booster  dan terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol  kesehatan utamanya penggunaan masker di ruang-ruang tertutup.
&quot;Hari ini saya juga menegaskan kembali bahwa pemerintah akan terus  menggunakan PPKM Level sebagai basis pengetatan kegiatan bagi masyarakat  yang akan terus dilakukan evaluasinya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memproyeksi puncak gelombang varian baru covid-19 akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan.
&quot;Berdasarkan berbagai data yang telah kami amati dan berangkat dari trajectory kasus COVID-19 yang lalu, puncak gelombang berbagai varian baru ini diperkirakan akan terjadi pada satu hingga dua bulan ke depan,&quot; kata Luhut yang juga menjabat sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali di akun Instagram pribadinya dilansir dari Antara, Jumat (4/11/2022).
BACA JUGA:Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Binsar Pandjaitan, Haris dan Fatia Kembali Dipanggil Polisi

Oleh karena itu, Luhut kembali menegaskan semua pihak untuk terus waspada dan cermat. Hal itu merujuk pada peningkatan kasus covid-19 yang kembali meningkat hingga menyentuh angka 5.000 kasus dalam satu minggu terakhir.
Ia menyebut, khusus untuk wilayah Jawa Bali peningkatan kasus konfirmasi harian terlihat di seluruh Provinsi Jawa dan Bali. Selain itu peningkatan angka kematian utamanya di Jawa Tengah dan DIY juga naik cukup signifikan.
BACA JUGA:Cara Luhut agar Kepala Daerah Tak Lagi Korupsi

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu menyebut pemerintah akan terus berkaca pada kasus dan pola COVID-19 di negara lain sebagai salah satu cara untuk memprediksi segala kemungkinan yang terjadi ke depan.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus mengamati peningkatan kasus di beberapa negara yang juga menunjukkan adanya peningkatan perawatan di rumah sakit dan tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan pertengahan tahun 2022.
&quot;Namun varian baru ini diprediksi akan tetap lebih rendah dibandingkan dengan awal tahun yakni puncak Omicron yang lalu,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNy8xLzE1NTczMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Luhut mengatakan dengan terjadinya peningkatan kasus yang menyentuh  angka 5.000 kasus per hari, pemerintah menyiapkan berbagai langkah  mitigasi untuk membendung terjadinya keparahan yang lebih dalam yang  disebabkan oleh varian baru XBB tersebut.
Upaya mitigasi meliputi peningkatan kembali capaian vaksinasi booster  dan terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol  kesehatan utamanya penggunaan masker di ruang-ruang tertutup.
&quot;Hari ini saya juga menegaskan kembali bahwa pemerintah akan terus  menggunakan PPKM Level sebagai basis pengetatan kegiatan bagi masyarakat  yang akan terus dilakukan evaluasinya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
