<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral 30 Karyawan Dipaksa Resign dari The Goods Dept</title><description>Viral di media sosial 30 karyawan dipaksa mengundurkan diri atau resign dari perusahaan fesyen, The Goods Dept.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2701159/viral-30-karyawan-dipaksa-resign-dari-the-goods-dept</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2701159/viral-30-karyawan-dipaksa-resign-dari-the-goods-dept"/><item><title>Viral 30 Karyawan Dipaksa Resign dari The Goods Dept</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2701159/viral-30-karyawan-dipaksa-resign-dari-the-goods-dept</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/04/320/2701159/viral-30-karyawan-dipaksa-resign-dari-the-goods-dept</guid><pubDate>Jum'at 04 November 2022 19:11 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/04/320/2701159/viral-30-karyawan-dipaksa-resign-dari-the-goods-dept-ppk2JVkuW8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Viral 30 karyawan the goods dept dipaksa resign (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/04/320/2701159/viral-30-karyawan-dipaksa-resign-dari-the-goods-dept-ppk2JVkuW8.jpeg</image><title>Viral 30 karyawan the goods dept dipaksa resign (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Viral di media sosial 30 karyawan dipaksa mengundurkan diri atau resign dari perusahaan fesyen, The Goods Dept. Tak hanya itu, karyawan diminta memilih mengundurkan diri atau ganti rugi Rp 30 juta per orang.
Hal itu diketahui dari curhatan salah satu pegawai yang diunggah melalui akun Twitter @DiahLarasatiP. Akun tersebut menjelaskan, alasan perusahaan melakukan itu karena terdapat banyak barang minus di store setelah dilakukan stock opname pada 19-20 Oktober 2022 yang hasilnya keluar dalam 3 hari.
BACA JUGA:Erigo Trending, Puluhan Karyawan Diduga Dipecat dan Harus Ganti Rugi Rp30 Juta

&quot;Hasilnya juga membuat kita Tim Operational Store kaget karena terdapat banyak minus. Total minus dari Store kami sebanyak 1.000 lebih setelah dicompare dengan data Stock Card di Sistem. Kami selaku Tim Operational Store tidak tinggal diam dengan hasil minus tersebut,&quot; cuit akun @DiahLarasatiP dikutip MNC Portal Indonesia, Jumat (4/11/2022).
Larasati melanjutkan, setelah ada keganjilan, Tim Operational Store The Goods Dept pun melakukan penelusuran dan hasilnya diduga ada beberapa barang yang tidak terscan dan tidak ada datanya di dalam hasil stock opname tersebut.
BACA JUGA:Jumlah PHK Meningkat, Kemnaker Bicara dengan Perusahaan dan Pekerja

Mereka menduga hasil Stock Opname tidak maksimal karena banyak barang yang tidak terscan.
&quot;Pada tanggal 28 Oktober 2022 tiba-tiba tanpa info sebelumnya datang dari tim E (sebut saja tim E) ke semua store. Pada saat itu mereka briefing/info ke kita akan mengadakan SO ulang pada tanggal 31 Oktober 2022 dikarenakan mereka kurang yakin dengan hasil SO sebelumnya,&quot; tulisnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTE2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia membeberkan mengapa hasil Stock Opname bisa banyak minusnya.  Adapun katanya, pertama, faktor external. Sebab dibagian pintu keluar  masuk sensormatic tidak berfungsi dengan optimal.
Kedua, faktor sistem. Beberapa kali Tim Operational Store menemukan  adanya transaksi yang tidak memotong kuantitas yang ada distockcard  sistem namun anehnya transaksi value masuk sehingga setiap closingan  antara edc dan sistem selalu balance.
&quot;Hal ini sudah sering terjadi dan sudah dilaporkan ke pihak IT dan  Inventory. Itu hanya beberapa qty yang terpantau mungkin banyak  transaksi yang tidak terpotong yang tidak terpantau oleh kami,&quot;  tulisnya. Ketiga, faktor alokasi barang (Transfer out dan transfer in).
Setelah mendengar penjelasan Tim Operational Store, kata Larasati,  tim lain mengambil alih dengan mengganti PIC/ ASM/ Headstore mereka.
&quot;PIC kami diminta untuk menandatangi Handover jabatan dengan PIC baru  dari pihak E tapa info sebelumnya. Pada saat itu hanya handover  jabatan, PIC kami tidak diminta untuk mengundurkan diri dengan alasan  ini hanya sampai SO ulang selesai handoverannya. PIC kami sudah memiliki  pikiran negatif bahwa dia dipertahankan hanya untuk mentraining PIC  baru setelah PIC bar sudah menguasai sistem dia akan ditendang,&quot; kata  Larasati.
Namun, ironinya, pada 30 Oktober 2022 The Goods Dept membuka  rekrutmen melalui Instagram Story. Padahal tidak ada store baru atau  store yang membutuhkan tenaga kerja tambahan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Viral di media sosial 30 karyawan dipaksa mengundurkan diri atau resign dari perusahaan fesyen, The Goods Dept. Tak hanya itu, karyawan diminta memilih mengundurkan diri atau ganti rugi Rp 30 juta per orang.
Hal itu diketahui dari curhatan salah satu pegawai yang diunggah melalui akun Twitter @DiahLarasatiP. Akun tersebut menjelaskan, alasan perusahaan melakukan itu karena terdapat banyak barang minus di store setelah dilakukan stock opname pada 19-20 Oktober 2022 yang hasilnya keluar dalam 3 hari.
BACA JUGA:Erigo Trending, Puluhan Karyawan Diduga Dipecat dan Harus Ganti Rugi Rp30 Juta

&quot;Hasilnya juga membuat kita Tim Operational Store kaget karena terdapat banyak minus. Total minus dari Store kami sebanyak 1.000 lebih setelah dicompare dengan data Stock Card di Sistem. Kami selaku Tim Operational Store tidak tinggal diam dengan hasil minus tersebut,&quot; cuit akun @DiahLarasatiP dikutip MNC Portal Indonesia, Jumat (4/11/2022).
Larasati melanjutkan, setelah ada keganjilan, Tim Operational Store The Goods Dept pun melakukan penelusuran dan hasilnya diduga ada beberapa barang yang tidak terscan dan tidak ada datanya di dalam hasil stock opname tersebut.
BACA JUGA:Jumlah PHK Meningkat, Kemnaker Bicara dengan Perusahaan dan Pekerja

Mereka menduga hasil Stock Opname tidak maksimal karena banyak barang yang tidak terscan.
&quot;Pada tanggal 28 Oktober 2022 tiba-tiba tanpa info sebelumnya datang dari tim E (sebut saja tim E) ke semua store. Pada saat itu mereka briefing/info ke kita akan mengadakan SO ulang pada tanggal 31 Oktober 2022 dikarenakan mereka kurang yakin dengan hasil SO sebelumnya,&quot; tulisnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTE2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia membeberkan mengapa hasil Stock Opname bisa banyak minusnya.  Adapun katanya, pertama, faktor external. Sebab dibagian pintu keluar  masuk sensormatic tidak berfungsi dengan optimal.
Kedua, faktor sistem. Beberapa kali Tim Operational Store menemukan  adanya transaksi yang tidak memotong kuantitas yang ada distockcard  sistem namun anehnya transaksi value masuk sehingga setiap closingan  antara edc dan sistem selalu balance.
&quot;Hal ini sudah sering terjadi dan sudah dilaporkan ke pihak IT dan  Inventory. Itu hanya beberapa qty yang terpantau mungkin banyak  transaksi yang tidak terpotong yang tidak terpantau oleh kami,&quot;  tulisnya. Ketiga, faktor alokasi barang (Transfer out dan transfer in).
Setelah mendengar penjelasan Tim Operational Store, kata Larasati,  tim lain mengambil alih dengan mengganti PIC/ ASM/ Headstore mereka.
&quot;PIC kami diminta untuk menandatangi Handover jabatan dengan PIC baru  dari pihak E tapa info sebelumnya. Pada saat itu hanya handover  jabatan, PIC kami tidak diminta untuk mengundurkan diri dengan alasan  ini hanya sampai SO ulang selesai handoverannya. PIC kami sudah memiliki  pikiran negatif bahwa dia dipertahankan hanya untuk mentraining PIC  baru setelah PIC bar sudah menguasai sistem dia akan ditendang,&quot; kata  Larasati.
Namun, ironinya, pada 30 Oktober 2022 The Goods Dept membuka  rekrutmen melalui Instagram Story. Padahal tidak ada store baru atau  store yang membutuhkan tenaga kerja tambahan.</content:encoded></item></channel></rss>
