<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG November Cenderung Melemah, Saatnya Beli?</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan ini diprediksi cenderung melemah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/278/2701437/ihsg-november-cenderung-melemah-saatnya-beli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/278/2701437/ihsg-november-cenderung-melemah-saatnya-beli"/><item><title>IHSG November Cenderung Melemah, Saatnya Beli?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/278/2701437/ihsg-november-cenderung-melemah-saatnya-beli</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/278/2701437/ihsg-november-cenderung-melemah-saatnya-beli</guid><pubDate>Sabtu 05 November 2022 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/05/278/2701437/ihsg-november-cenderung-melemah-saatnya-beli-AqsX9dZY3q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/05/278/2701437/ihsg-november-cenderung-melemah-saatnya-beli-AqsX9dZY3q.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan ini diprediksi cenderung melemah. IHSG diproyeksikan bergerak variatif menjelang akhir tahun 2022.
Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee menilai IHSG akan cenderung tertekan pada November dan kembali menguat pada Desember mendatang.
BACA JUGA:IHSG Sepekan Turun Tipis ke 7.045, Kapitalisasi Pasar Ikut Merosot

&amp;ldquo;IHSG di November akan konsolidasi cenderung turun. Namun, secara umum akan kembali bergerak positif pada Desember,&amp;rdquo; kata Hans dalam Market Buzz IDX Channel, dikutip Sabtu (4/11/2022).
Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih bergejolak, di tengah kebijakan berbagai bank sentral di dunia yang masih secara agresif menaikkan suku bunga acuan, serta masih berlangsungnya perang antara Rusia dan Ukraina.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Ditutup Menguat Lagi ke Level 7.045

&amp;ldquo;November ini lebih cocok untuk melakukan pembelian, ketika pasar sedang terkoreksi,&amp;rdquo; ungkap dia.
Hans menilai, kinerja IHSG tahun ini masih cukup baik, jika dibandingkan dengan bursa global. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 25 Oktober 2022, IHSG menguat 0,10% month to date (mtd) ke level 7.048,38, dengan non-resident masih mencatatkan inflow sebesar Rp7,74 triliun mtd.  Sementara itu, secara year to date, IHSG tercatat menguat sebesar 7,09% dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp77,22 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada bulan November ini, IHSG diperkirakan berada pada area support  di level 6.747. Kemudian, pada Desember mendatang, pergerakan IHSG  berada di rentang 7.250 hingga 7.350.
Untuk itu, Hans menyarankan investor untuk mencermati saham-saham di  sektor komoditas dan perbankan blue chip, antara lain PT Adaro Energy  Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Indo Tambangraya  Megah Tbk (ITMG).
Selain itu, dia juga merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk  (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI),  dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).



</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan ini diprediksi cenderung melemah. IHSG diproyeksikan bergerak variatif menjelang akhir tahun 2022.
Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee menilai IHSG akan cenderung tertekan pada November dan kembali menguat pada Desember mendatang.
BACA JUGA:IHSG Sepekan Turun Tipis ke 7.045, Kapitalisasi Pasar Ikut Merosot

&amp;ldquo;IHSG di November akan konsolidasi cenderung turun. Namun, secara umum akan kembali bergerak positif pada Desember,&amp;rdquo; kata Hans dalam Market Buzz IDX Channel, dikutip Sabtu (4/11/2022).
Menurutnya, kondisi pasar saat ini masih bergejolak, di tengah kebijakan berbagai bank sentral di dunia yang masih secara agresif menaikkan suku bunga acuan, serta masih berlangsungnya perang antara Rusia dan Ukraina.
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Ditutup Menguat Lagi ke Level 7.045

&amp;ldquo;November ini lebih cocok untuk melakukan pembelian, ketika pasar sedang terkoreksi,&amp;rdquo; ungkap dia.
Hans menilai, kinerja IHSG tahun ini masih cukup baik, jika dibandingkan dengan bursa global. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 25 Oktober 2022, IHSG menguat 0,10% month to date (mtd) ke level 7.048,38, dengan non-resident masih mencatatkan inflow sebesar Rp7,74 triliun mtd.  Sementara itu, secara year to date, IHSG tercatat menguat sebesar 7,09% dengan non-resident membukukan net buy sebesar Rp77,22 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada bulan November ini, IHSG diperkirakan berada pada area support  di level 6.747. Kemudian, pada Desember mendatang, pergerakan IHSG  berada di rentang 7.250 hingga 7.350.
Untuk itu, Hans menyarankan investor untuk mencermati saham-saham di  sektor komoditas dan perbankan blue chip, antara lain PT Adaro Energy  Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Indo Tambangraya  Megah Tbk (ITMG).
Selain itu, dia juga merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk  (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI),  dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).



</content:encoded></item></channel></rss>
