<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Ngeluh Pupuk Mahal, Jokowi: Penyebabnya Ukraina-Rusia Lagi Perang</title><description>Petani tebu mengeluhkan mahalnya harga pupuk ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701339/petani-ngeluh-pupuk-mahal-jokowi-penyebabnya-ukraina-rusia-lagi-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701339/petani-ngeluh-pupuk-mahal-jokowi-penyebabnya-ukraina-rusia-lagi-perang"/><item><title>Petani Ngeluh Pupuk Mahal, Jokowi: Penyebabnya Ukraina-Rusia Lagi Perang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701339/petani-ngeluh-pupuk-mahal-jokowi-penyebabnya-ukraina-rusia-lagi-perang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701339/petani-ngeluh-pupuk-mahal-jokowi-penyebabnya-ukraina-rusia-lagi-perang</guid><pubDate>Sabtu 05 November 2022 08:54 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701339/petani-ngeluh-pupuk-mahal-jokowi-penyebabnya-ukraina-rusia-lagi-perang-gCd3z2CczN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi terima keluhan harga pupuk mahal (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701339/petani-ngeluh-pupuk-mahal-jokowi-penyebabnya-ukraina-rusia-lagi-perang-gCd3z2CczN.jpg</image><title>Jokowi terima keluhan harga pupuk mahal (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Petani tebu mengeluhkan mahalnya harga pupuk ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keluhan ini didengarkan langsung oleh Jokowi saat dialog dengan petani tebu, di Mojokerto, Jawa Timur, kemarin.
&amp;ldquo;Pupuknya agak mahal pak Presiden,&amp;rdquo; kata salah satu petani wilayah kerja Pabrik Gula Gempolkrep Mojokerto, Mardianto melalui tayangan video di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (5/11/2022).
BACA JUGA:Rusia Tangguhkan Ekspor Gandum hingga Pupuk, Krisis Pangan Dunia Makin Parah?

Jokowi merespon hal ini dengan mengatakan bahwa saat ini harga pupuk yang mahal menjadi masalah semua negara. Mengingat, bahan baku pupuk dari Ukraina dan Rusia yang kini sedang berkonflik. Sehingga distribusi dan produksi bahan baku pupuk terhambat yang menyebabkan kenaikan harga di sejumlah negara.
BACA JUGA:Bertemu Menteri Ekonomi Spanyol, Sri Mulyani Bahas soal Bahan Pokok hingga Pupuk

&amp;ldquo;Pupuk seluruh negara semuanya mahal pupuk, problemnya. Kenapa? Karena bahan baku pupuk itu dari Ukraina sama Rusia, lagi perang,&amp;rdquo; jawab Jokowi.
Namun, Mardianto mengatakan pupuk dengan jenis ZA yang memiliki kandungan Amonium Sulfat atau (NH4) 2SO4 untuk menyuburkan tanaman sudah tidak ada kelangkaan seperti beberapa waktu.
&amp;ldquo;ZA nya tidak ada masalah, tapi ini bisa dibantu dari pabrik lain untuk bantuan kita dan kawan-kawan pak Presiden,&amp;rdquo; ungkap Mardianto.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8wOC80LzE1MDI5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada kesempatan itu, Mardianto juga mengatakan bahwa di tahun ini  pabrik gula yang ada di wilayahnya berjalan lancar. Sehingga, pembayaran  kepada para petani tebu juga lancar.
&amp;ldquo;Perlu kami menyampaikan di lapangan, Alhamdulillah untuk kurun waktu  berapa tahun ini pabrik kita ini berjalan sangat lancar. Biasanya ada  rusak ada ini, tidak pernah terjadi. Sehingga tahun ini, tahun kemarin  Alhamdulillah harga gulanya cukup baik, pembayarannya lancar. Yang  sebelumnya itu sampai sekian bulan sampai bulan Maret, Alhamdulillah  sekarang sudah lancar,&amp;rdquo; kata Mardianto.  &amp;ldquo;Lancar berapa hari?&amp;rdquo; tanya  Jokowi.
&amp;ldquo;5 hari, 10 hari sudah keluar,&amp;rdquo; kata Mardianto.
&amp;ldquo;Rendemennya pinten (berapa)?&amp;rdquo; tanya Jokowi lagi.
&amp;ldquo;8 sampai 9. Harapan kami seperti itu, semua kalau bisa 9, 10 Pak Presiden,&amp;rdquo; papar Mardianto.</description><content:encoded>JAKARTA - Petani tebu mengeluhkan mahalnya harga pupuk ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keluhan ini didengarkan langsung oleh Jokowi saat dialog dengan petani tebu, di Mojokerto, Jawa Timur, kemarin.
&amp;ldquo;Pupuknya agak mahal pak Presiden,&amp;rdquo; kata salah satu petani wilayah kerja Pabrik Gula Gempolkrep Mojokerto, Mardianto melalui tayangan video di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (5/11/2022).
BACA JUGA:Rusia Tangguhkan Ekspor Gandum hingga Pupuk, Krisis Pangan Dunia Makin Parah?

Jokowi merespon hal ini dengan mengatakan bahwa saat ini harga pupuk yang mahal menjadi masalah semua negara. Mengingat, bahan baku pupuk dari Ukraina dan Rusia yang kini sedang berkonflik. Sehingga distribusi dan produksi bahan baku pupuk terhambat yang menyebabkan kenaikan harga di sejumlah negara.
BACA JUGA:Bertemu Menteri Ekonomi Spanyol, Sri Mulyani Bahas soal Bahan Pokok hingga Pupuk

&amp;ldquo;Pupuk seluruh negara semuanya mahal pupuk, problemnya. Kenapa? Karena bahan baku pupuk itu dari Ukraina sama Rusia, lagi perang,&amp;rdquo; jawab Jokowi.
Namun, Mardianto mengatakan pupuk dengan jenis ZA yang memiliki kandungan Amonium Sulfat atau (NH4) 2SO4 untuk menyuburkan tanaman sudah tidak ada kelangkaan seperti beberapa waktu.
&amp;ldquo;ZA nya tidak ada masalah, tapi ini bisa dibantu dari pabrik lain untuk bantuan kita dan kawan-kawan pak Presiden,&amp;rdquo; ungkap Mardianto.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNy8wOC80LzE1MDI5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada kesempatan itu, Mardianto juga mengatakan bahwa di tahun ini  pabrik gula yang ada di wilayahnya berjalan lancar. Sehingga, pembayaran  kepada para petani tebu juga lancar.
&amp;ldquo;Perlu kami menyampaikan di lapangan, Alhamdulillah untuk kurun waktu  berapa tahun ini pabrik kita ini berjalan sangat lancar. Biasanya ada  rusak ada ini, tidak pernah terjadi. Sehingga tahun ini, tahun kemarin  Alhamdulillah harga gulanya cukup baik, pembayarannya lancar. Yang  sebelumnya itu sampai sekian bulan sampai bulan Maret, Alhamdulillah  sekarang sudah lancar,&amp;rdquo; kata Mardianto.  &amp;ldquo;Lancar berapa hari?&amp;rdquo; tanya  Jokowi.
&amp;ldquo;5 hari, 10 hari sudah keluar,&amp;rdquo; kata Mardianto.
&amp;ldquo;Rendemennya pinten (berapa)?&amp;rdquo; tanya Jokowi lagi.
&amp;ldquo;8 sampai 9. Harapan kami seperti itu, semua kalau bisa 9, 10 Pak Presiden,&amp;rdquo; papar Mardianto.</content:encoded></item></channel></rss>
