<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bioetanol Pengganti BBM, Ini Target Pertamina dan PTPN III</title><description>PT Pertamina (Persero) dan Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III mengembangkan bio energi berbasis bahan bakar nabati.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701472/bioetanol-pengganti-bbm-ini-target-pertamina-dan-ptpn-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701472/bioetanol-pengganti-bbm-ini-target-pertamina-dan-ptpn-iii"/><item><title>Bioetanol Pengganti BBM, Ini Target Pertamina dan PTPN III</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701472/bioetanol-pengganti-bbm-ini-target-pertamina-dan-ptpn-iii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701472/bioetanol-pengganti-bbm-ini-target-pertamina-dan-ptpn-iii</guid><pubDate>Sabtu 05 November 2022 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701472/bioetanol-pengganti-bbm-ini-target-pertamina-dan-ptpn-iii-YVlF2f6dke.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bioetanol pengganti BBM (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701472/bioetanol-pengganti-bbm-ini-target-pertamina-dan-ptpn-iii-YVlF2f6dke.jpeg</image><title>Bioetanol pengganti BBM (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III mengembangkan bio energi berbasis bahan bakar nabati. Kerjasama kedua BUMN ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA:Jokowi: BBM 50% Itu Impor, Tidak Boleh Begini Terus

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury memastikan Pertamina dan PTPN III akan memanfaatkan tebu dan gula untuk diproduksi menjadi Bioetanol atau Ethanol. Produk tersebut nantinya digunakan Pertamina untuk mengurangi produksi BBM dan mengurangi impor minyak mentah.
&amp;ldquo;Kita harapkan nanti gula yang akan diproduksi menjadi Bioetanol bisa dikerjasamakan menjadi suplai yang akan di-branding oleh Pertamina untuk bisa mengurangi produksi BBM dan mengurangi kebutuhan minyak mentah,&quot; ungkap Pahala, Sabtu (5/11/2022).
BACA JUGA:6 Fakta Kualitas BBM Revvo 89 Dikabarkan Lebih Bagus dari Pertalite

Adapun produksi Bioetanol akan dilakukan oleh PT Energi Agro Nusantara, salah satu anak usaha PTPN III yang mengolah molasses menjadi ethanol. Proses produksi pun dilakukan secara bertahap.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNC8xLzE1NjI3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Produksi Bioetanol nasional pada tahun ini bisa mencapai 394.000  kiloliter. Lalu, naik menjadi 1,2 juta kiloliter pada 2030. Pahala  mencatat, bahan bakar alternatif tersebut menjadi potensi campuran  (blend) bahan bakar minyak dari 6% pada 2022 menjadi 13,8% pada 2030.
&quot;Dan kita harapkan secara bertahap ini bisa dilakukan Pabrik Enero  yang saat ini bisa memproduksi kurang lebih sekitar 30.000 kiloliter per  bulannya,&quot; kata dia.
Tak sampai di situ, Kementerian BUMN memastikan akan memperluas kilang yang digunakan untuk memproduksi Etanol.
&quot;Jadi kita berharap bahwa kedepannya akan lebih banyak lagi kilang  Etanol yang bisa kita bangun untuk secara bertahap meningkatkan  ketahanan energi,&amp;rdquo; ucap Pahala.
Selain memproduksi gula dan bioetanol, Kementerian BUMN berharap agar  peningkatan produktivitas dan pengembangan komunitas tebu juga bisa  terus dikembangkan untuk melakukan tumpang sari dengan komunitas  kedelai.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III mengembangkan bio energi berbasis bahan bakar nabati. Kerjasama kedua BUMN ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA:Jokowi: BBM 50% Itu Impor, Tidak Boleh Begini Terus

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury memastikan Pertamina dan PTPN III akan memanfaatkan tebu dan gula untuk diproduksi menjadi Bioetanol atau Ethanol. Produk tersebut nantinya digunakan Pertamina untuk mengurangi produksi BBM dan mengurangi impor minyak mentah.
&amp;ldquo;Kita harapkan nanti gula yang akan diproduksi menjadi Bioetanol bisa dikerjasamakan menjadi suplai yang akan di-branding oleh Pertamina untuk bisa mengurangi produksi BBM dan mengurangi kebutuhan minyak mentah,&quot; ungkap Pahala, Sabtu (5/11/2022).
BACA JUGA:6 Fakta Kualitas BBM Revvo 89 Dikabarkan Lebih Bagus dari Pertalite

Adapun produksi Bioetanol akan dilakukan oleh PT Energi Agro Nusantara, salah satu anak usaha PTPN III yang mengolah molasses menjadi ethanol. Proses produksi pun dilakukan secara bertahap.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNC8xLzE1NjI3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Produksi Bioetanol nasional pada tahun ini bisa mencapai 394.000  kiloliter. Lalu, naik menjadi 1,2 juta kiloliter pada 2030. Pahala  mencatat, bahan bakar alternatif tersebut menjadi potensi campuran  (blend) bahan bakar minyak dari 6% pada 2022 menjadi 13,8% pada 2030.
&quot;Dan kita harapkan secara bertahap ini bisa dilakukan Pabrik Enero  yang saat ini bisa memproduksi kurang lebih sekitar 30.000 kiloliter per  bulannya,&quot; kata dia.
Tak sampai di situ, Kementerian BUMN memastikan akan memperluas kilang yang digunakan untuk memproduksi Etanol.
&quot;Jadi kita berharap bahwa kedepannya akan lebih banyak lagi kilang  Etanol yang bisa kita bangun untuk secara bertahap meningkatkan  ketahanan energi,&amp;rdquo; ucap Pahala.
Selain memproduksi gula dan bioetanol, Kementerian BUMN berharap agar  peningkatan produktivitas dan pengembangan komunitas tebu juga bisa  terus dikembangkan untuk melakukan tumpang sari dengan komunitas  kedelai.</content:encoded></item></channel></rss>
