<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Elon Musk Ngamuk Gegara Pendapatan Twitter Turun: Ini Sangat Kacau!</title><description>Elon Musk ngamuk gegara pendapatan Twitter turun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701504/elon-musk-ngamuk-gegara-pendapatan-twitter-turun-ini-sangat-kacau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701504/elon-musk-ngamuk-gegara-pendapatan-twitter-turun-ini-sangat-kacau"/><item><title>Elon Musk Ngamuk Gegara Pendapatan Twitter Turun: Ini Sangat Kacau!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701504/elon-musk-ngamuk-gegara-pendapatan-twitter-turun-ini-sangat-kacau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701504/elon-musk-ngamuk-gegara-pendapatan-twitter-turun-ini-sangat-kacau</guid><pubDate>Sabtu 05 November 2022 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701504/elon-musk-ngamuk-gegara-pendapatan-twitter-turun-ini-sangat-kacau-plvs2nCMI6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Elon Musk ngamuk (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701504/elon-musk-ngamuk-gegara-pendapatan-twitter-turun-ini-sangat-kacau-plvs2nCMI6.jpg</image><title>Elon Musk ngamuk (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Elon Musk ngamuk gegara pendapatan Twitter turun. CEO Twitter Inc Elon Musk menuduh kelompok aktivis pekerja bertanggung jawab terhadap penurunan pendapatan platform media sosial tersebut.
Elon Musk menilai orang-orang yang juga bagian kelompok hak-hak sipil itu telah menekan para pengiklan unggulan di Twitter untuk mengambil tindakan jika tidak mendukung adanya moderasi konten.
BACA JUGA:Dear Army, Elon Musk Ingin Beli BTS!

&quot;Twitter mengalami penurunan pendapatan yang besar, karena kelompok aktivis menekan pengiklan, meskipun tidak ada yang berubah dengan moderasi konten dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk menenangkan para aktivis. Sangat kacau! Mereka mencoba untuk menghancurkan kebebasan berbicara di Amerika,&quot; demikian bunyi Tweet Elon Musk di akun @elonmusk, dikutip Sabtu (5/11/2022).
BACA JUGA:Elon Musk Hadir di B20 Summit Indonesia 2022 

Usut demi usut, aksi tersebut muncul setelah adanya kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dikeluarkan Elon Musk terhadap pekerja Twitter.
Sebagaimana diwartakan Reuters, kelompok tersebut meningkatkan tekanan mereka dan menuntut seluruh mitra iklan Twitter di tingkat global untuk segera cabut jika tidak mendukung kebijakan moderasi konten.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wMi85LzE1NjA3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sayangnya tidak ada pilihan ketika perusahaan merugi lebih dari USD4  juta per hari,&quot; tweet Musk terkait faktor yang melatarbelakangi PHK,  serta menambahkan bahwa semua orang yang terkena PHK telah ditawari uang  pesangon selama tiga bulan.
Seperti diketahui, Twitter masih belum mengeluarkan pernyataan resmi.  Kepala Keselamatan dan Integritas Twitter, Yoel Roth sebelumnya  mengonfirmasi melalui tweet pribadinya bahwa PHK akan berdampak terhadap  sekitar 3.700 karyawan atau setidaknya 50% dari total staf yang ada.
Di antara mereka yang ditendang ke luar, sebanyak 784 karyawan  merupakan pekerja dari kantor pusat Twitter di San Francisco dan 199 di  San Jose dan Los Angeles.</description><content:encoded>JAKARTA - Elon Musk ngamuk gegara pendapatan Twitter turun. CEO Twitter Inc Elon Musk menuduh kelompok aktivis pekerja bertanggung jawab terhadap penurunan pendapatan platform media sosial tersebut.
Elon Musk menilai orang-orang yang juga bagian kelompok hak-hak sipil itu telah menekan para pengiklan unggulan di Twitter untuk mengambil tindakan jika tidak mendukung adanya moderasi konten.
BACA JUGA:Dear Army, Elon Musk Ingin Beli BTS!

&quot;Twitter mengalami penurunan pendapatan yang besar, karena kelompok aktivis menekan pengiklan, meskipun tidak ada yang berubah dengan moderasi konten dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk menenangkan para aktivis. Sangat kacau! Mereka mencoba untuk menghancurkan kebebasan berbicara di Amerika,&quot; demikian bunyi Tweet Elon Musk di akun @elonmusk, dikutip Sabtu (5/11/2022).
BACA JUGA:Elon Musk Hadir di B20 Summit Indonesia 2022 

Usut demi usut, aksi tersebut muncul setelah adanya kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dikeluarkan Elon Musk terhadap pekerja Twitter.
Sebagaimana diwartakan Reuters, kelompok tersebut meningkatkan tekanan mereka dan menuntut seluruh mitra iklan Twitter di tingkat global untuk segera cabut jika tidak mendukung kebijakan moderasi konten.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wMi85LzE1NjA3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sayangnya tidak ada pilihan ketika perusahaan merugi lebih dari USD4  juta per hari,&quot; tweet Musk terkait faktor yang melatarbelakangi PHK,  serta menambahkan bahwa semua orang yang terkena PHK telah ditawari uang  pesangon selama tiga bulan.
Seperti diketahui, Twitter masih belum mengeluarkan pernyataan resmi.  Kepala Keselamatan dan Integritas Twitter, Yoel Roth sebelumnya  mengonfirmasi melalui tweet pribadinya bahwa PHK akan berdampak terhadap  sekitar 3.700 karyawan atau setidaknya 50% dari total staf yang ada.
Di antara mereka yang ditendang ke luar, sebanyak 784 karyawan  merupakan pekerja dari kantor pusat Twitter di San Francisco dan 199 di  San Jose dan Los Angeles.</content:encoded></item></channel></rss>
