<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Kantongi Pembiayaan Rp11,8 Triliun dari 8 Bank Asing</title><description>PT PLN (Persero) mengantongi pembiayaan USD750 juta setara Rp11,8 triliun dari delapan bank asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701577/pln-kantongi-pembiayaan-rp11-8-triliun-dari-8-bank-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701577/pln-kantongi-pembiayaan-rp11-8-triliun-dari-8-bank-asing"/><item><title>PLN Kantongi Pembiayaan Rp11,8 Triliun dari 8 Bank Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701577/pln-kantongi-pembiayaan-rp11-8-triliun-dari-8-bank-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/05/320/2701577/pln-kantongi-pembiayaan-rp11-8-triliun-dari-8-bank-asing</guid><pubDate>Sabtu 05 November 2022 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701577/pln-kantongi-pembiayaan-rp11-8-triliun-dari-8-bank-asing-NRb1O6ymVr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PLN dapat pembiayaan dari 8 bank asing (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701577/pln-kantongi-pembiayaan-rp11-8-triliun-dari-8-bank-asing-NRb1O6ymVr.jpeg</image><title>PLN dapat pembiayaan dari 8 bank asing (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) mengantongi pembiayaan USD750 juta setara Rp11,8 triliun dari delapan bank asing. Penyaluran pembiayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan mandate letter antara PLN dan delapan bank asing tersebut.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan anggaran senilai USD750 juta dialokasikan untuk mendukung sejumlah proyek transisi energi hijau yang akan digarap.
BACA JUGA:Intip Target PLN Hentikan Operasi PLTU Batu Bara hingga 2040 

Menurutnya, PLN melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung agenda dekarbonisasi. Salah satunya adalah memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan gencar membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT).
Dalam menjalankan proyek mengejar target carbon neutral, PLN menyambut dukungan internasional dari sisi pembiayaan.
BACA JUGA:Pastikan Listrik Aman Selama KTT G20, PLN Operasikan PLTG Relokasi dari Grati ke Bali

&quot;Kami berencana menggunakan sepenuhnya pembiayaan ini untuk mendukung pembangunan  program-program berbasis EBT,&quot; ujar Darmawan, dikutip Sabtu (4/11/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNC85LzE1NDkyMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun kedelapan bank yang memperoleh mandat pembiayaan hijau ini  adalah Bank of China, China Construction Bank, CIMB, DBS Bank, PT Bank  Mizuho Indonesia/Mizuho Bank Ltd, OCBC, Sumitomo Mitsui Banking  Corporation atau Bank BTPN, dan United Overseas Bank (UOB).
Darmawan menjelaskan dukungan internasional dan kolaborasi diperlukan  dalam mendukung misi PLN dalam upaya menyukseskan transisi energi di  Indonesia.
&quot;Hal ini membuktikan bahwa PLN mendapat kepercayaan dan dukungan dari  kreditur dan investor internasional sehingga PLN mendapatkan pembiayaan  dengan pricing yang kompetitif seperti ini di tengah situasi pasar dan  ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian dan volatile,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) mengantongi pembiayaan USD750 juta setara Rp11,8 triliun dari delapan bank asing. Penyaluran pembiayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan mandate letter antara PLN dan delapan bank asing tersebut.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan anggaran senilai USD750 juta dialokasikan untuk mendukung sejumlah proyek transisi energi hijau yang akan digarap.
BACA JUGA:Intip Target PLN Hentikan Operasi PLTU Batu Bara hingga 2040 

Menurutnya, PLN melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung agenda dekarbonisasi. Salah satunya adalah memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan gencar membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT).
Dalam menjalankan proyek mengejar target carbon neutral, PLN menyambut dukungan internasional dari sisi pembiayaan.
BACA JUGA:Pastikan Listrik Aman Selama KTT G20, PLN Operasikan PLTG Relokasi dari Grati ke Bali

&quot;Kami berencana menggunakan sepenuhnya pembiayaan ini untuk mendukung pembangunan  program-program berbasis EBT,&quot; ujar Darmawan, dikutip Sabtu (4/11/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNC85LzE1NDkyMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun kedelapan bank yang memperoleh mandat pembiayaan hijau ini  adalah Bank of China, China Construction Bank, CIMB, DBS Bank, PT Bank  Mizuho Indonesia/Mizuho Bank Ltd, OCBC, Sumitomo Mitsui Banking  Corporation atau Bank BTPN, dan United Overseas Bank (UOB).
Darmawan menjelaskan dukungan internasional dan kolaborasi diperlukan  dalam mendukung misi PLN dalam upaya menyukseskan transisi energi di  Indonesia.
&quot;Hal ini membuktikan bahwa PLN mendapat kepercayaan dan dukungan dari  kreditur dan investor internasional sehingga PLN mendapatkan pembiayaan  dengan pricing yang kompetitif seperti ini di tengah situasi pasar dan  ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian dan volatile,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
