<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengumuman! Harga Gandum Dunia Naik</title><description>Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan bahwa harga gandum dunia naik 3,2% pada Oktober lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/06/320/2701652/pengumuman-harga-gandum-dunia-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/06/320/2701652/pengumuman-harga-gandum-dunia-naik"/><item><title>Pengumuman! Harga Gandum Dunia Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/06/320/2701652/pengumuman-harga-gandum-dunia-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/06/320/2701652/pengumuman-harga-gandum-dunia-naik</guid><pubDate>Minggu 06 November 2022 05:24 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701652/pengumuman-harga-gandum-dunia-naik-zXsVk8GnLE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga gandum dunia naik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/05/320/2701652/pengumuman-harga-gandum-dunia-naik-zXsVk8GnLE.jpg</image><title>Harga gandum dunia naik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan bahwa harga gandum dunia naik 3,2% pada Oktober lalu. Penyebab kenaikan ini adalah pasokan yang lebih ketat dari Amerika Serikat (AS) menyusul revisi penurunan produksi.
Melansir dari Antara, Minggu (6/11/2022), Indeks tidak berubah dari September setelah enam bulan berturut-turut turun.
BACA JUGA:Putin dan Jokowi Bahas Dimulainya Kembali Ekspor Gandum Ukraina

Sub-indeks biji-bijian dan sereal naik 3,0%, membangun kenaikan 2,2% sebulan sebelumnya.
FAO menjelaskan hal ini dengan &quot;berlanjutnya ketidakpastian&quot; tentang program yang memungkinkan Ukraina mengekspor gandum dengan aman dari Pelabuhan Laut Hitam karena konfliknya dengan Rusia. Tingkat produksi yang lebih rendah di Amerika Serikat juga menjadi faktor, katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMi80LzE1MTM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Harga jagung naik 4,3%, mencerminkan ekspektasi produksi yang lebih  rendah di Amerika Serikat dan Uni Eropa dikombinasikan dengan musim  tanam kering di Argentina.
Kenaikan harga biji-bijian dan sereal diimbangi oleh penurunan 1,6%  harga minyak nabati, penurunan 1,7% untuk harga susu, penurunan 1,4%  untuk daging, dan penurunan 0,6% harga gula. Namun, keempat sub-indeks  tetap di atas level mereka dari tahun lalu, karena peningkatan dramatis  dari bulan-bulan awal krisis Ukraina.
Indeks Harga Pangan FAO didasarkan pada harga di seluruh dunia untuk  23 kategori komoditas pangan yang mencakup harga untuk 73 produk berbeda  dibandingkan dengan tahun dasar. Indeks FAO berikutnya dijadwalkan akan  dirilis pada 2 Desember.
Baca selengkapnya: Peringatan FAO: Harga Gandum Dunia Naik Lagi</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan bahwa harga gandum dunia naik 3,2% pada Oktober lalu. Penyebab kenaikan ini adalah pasokan yang lebih ketat dari Amerika Serikat (AS) menyusul revisi penurunan produksi.
Melansir dari Antara, Minggu (6/11/2022), Indeks tidak berubah dari September setelah enam bulan berturut-turut turun.
BACA JUGA:Putin dan Jokowi Bahas Dimulainya Kembali Ekspor Gandum Ukraina

Sub-indeks biji-bijian dan sereal naik 3,0%, membangun kenaikan 2,2% sebulan sebelumnya.
FAO menjelaskan hal ini dengan &quot;berlanjutnya ketidakpastian&quot; tentang program yang memungkinkan Ukraina mengekspor gandum dengan aman dari Pelabuhan Laut Hitam karena konfliknya dengan Rusia. Tingkat produksi yang lebih rendah di Amerika Serikat juga menjadi faktor, katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8wMi80LzE1MTM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Harga jagung naik 4,3%, mencerminkan ekspektasi produksi yang lebih  rendah di Amerika Serikat dan Uni Eropa dikombinasikan dengan musim  tanam kering di Argentina.
Kenaikan harga biji-bijian dan sereal diimbangi oleh penurunan 1,6%  harga minyak nabati, penurunan 1,7% untuk harga susu, penurunan 1,4%  untuk daging, dan penurunan 0,6% harga gula. Namun, keempat sub-indeks  tetap di atas level mereka dari tahun lalu, karena peningkatan dramatis  dari bulan-bulan awal krisis Ukraina.
Indeks Harga Pangan FAO didasarkan pada harga di seluruh dunia untuk  23 kategori komoditas pangan yang mencakup harga untuk 73 produk berbeda  dibandingkan dengan tahun dasar. Indeks FAO berikutnya dijadwalkan akan  dirilis pada 2 Desember.
Baca selengkapnya: Peringatan FAO: Harga Gandum Dunia Naik Lagi</content:encoded></item></channel></rss>
