<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Barito Pacific (BRPT) Turun Jadi Rp613,7 Miliar</title><description>Laba PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun menjadi hanya sebesar USD39 juta atau setara Rp613,7 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/278/2702486/laba-barito-pacific-brpt-turun-jadi-rp613-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/278/2702486/laba-barito-pacific-brpt-turun-jadi-rp613-7-miliar"/><item><title>Laba Barito Pacific (BRPT) Turun Jadi Rp613,7 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/278/2702486/laba-barito-pacific-brpt-turun-jadi-rp613-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/278/2702486/laba-barito-pacific-brpt-turun-jadi-rp613-7-miliar</guid><pubDate>Senin 07 November 2022 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/07/278/2702486/laba-barito-pacific-brpt-turun-jadi-rp613-7-miliar-rCX2C9CE8z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba BRPT turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/07/278/2702486/laba-barito-pacific-brpt-turun-jadi-rp613-7-miliar-rCX2C9CE8z.jpg</image><title>Laba BRPT turun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun menjadi hanya sebesar USD39 juta atau setara Rp613,7 miliar, dari porsi laba bersih USD272 juta pada sembilan bulan 2021. Sementara itu, pendapatan BRPT sebesar USD2,337 miliar atau setara Rp36,7 triliun atau naik 3% dari posisi USD2,313 miliar di periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA:Barito Pacific (BRPT), Emiten Miliarder Prajogo Pangestu Kantongi Laba Rp3,8 Triliun di 2021

Presiden Direktur Barito Pacific Agus Pangestu mengatakan, berlanjutnya ketidakstabilan geopolitik dan kebijakan Covid-19 yang ketat di China menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja perusahaan di sembilan bulan pertama 2022.  Menurutnya, tekanan pada margin petrokimia terjadi dikarenakan meningkatnya harga bahan baku yang tidak diikuti dengan kenaikan sebanding harga produk petrokimia.
&quot;Hal ini bukan berarti belum pernah terjadi sebelumnya, karena kami telah bertahan dengan baik melewati volatilitas yang tinggi pada sektor petrokimia, dan saat ini memiliki ketahanan konsolidasi pilar yang jauh lebih kuat seiring dengan kinerja yang stabil pada segmen energi,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Miliarder Prajogo Pangestu Borong Saham Barito Pacific (BRPT) Rp4,6 Miliar

Adapun posisi EBITDA perseroan sebesar USD360 juta pada sembilan bulan pertama tahun 2022, dari porsi USD639 juta di periode yang sama tahun 2021. Bisnis panas bumi, lanjutnya, terus memberikan kinerja positif terhadap Barito Pacific dengan pendapatan pada sembilan bulan pertama tahun 2022 yang tumbuh 6,8% menjadi USD424 juta dolar AS dan EBITDA naik 7,2% secara year on year (YoY) menjadi USD354 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Disampaikannya, tingkat operasi rata-rata pada ketiga aset tetap  terjaga di atas 90% dengan faktor intermitensi yang rendah menegaskan  profil keandalan energi panas bumi yang tinggi. Perusahaan, sambung dia,  juga berhasil menjaga neraca keuangan, dengan debt to capital sebesar  44% dan net debt to equity sebesar 0,42 kali pada sembilan bulan pertama  tahun 2022.
Bisnis petrokimia milik perusahaan, yakni Chandra Asri mempertahankan  kinerja keuangan yang hati-hati dengan likuiditas yang kuat dan terus  menerima dukungan dari pasar modal atas keberhasilan penyelesaian  penerbitan obligasi senilai Rp2 triliun. Tahun ini, perseroan menyiapkan  belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai USD250 juta atau  sekitar Rp3,5 triliun (kurs Jisdor 13 Januari 2022 Rp14.311 per dolar  AS).
Direktur Keuangan Barito Pacific, David Kosasih seperti dikutip  bisnis pernah mengatakan, capex ini akan digunakan untuk persiapan  pembangunan komplek petrokimia CAP2 sesuai dengan tahapan pekerjaan yang  direncanakan. &quot;Selain itu juga untuk pengeluaran belanja modal rutin  untuk pabrik petrokimia, serta program drilling dari operasional  geothermal,&quot; ujarnya.
David melanjutkan, pembiayaan belanja modal emiten berkode saham BRPT  ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Lebih lanjut,  David menuturkan, sepanjang 2022 BRPT akan mempertahankan operasional  yang optimal di masing-masing unit usaha. &quot;Perseroan juga akan  menjalankan tahapan ekspansi serta pengembangan usaha, sesuai dengan  tahapan yang sudah direncanakan,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun menjadi hanya sebesar USD39 juta atau setara Rp613,7 miliar, dari porsi laba bersih USD272 juta pada sembilan bulan 2021. Sementara itu, pendapatan BRPT sebesar USD2,337 miliar atau setara Rp36,7 triliun atau naik 3% dari posisi USD2,313 miliar di periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA:Barito Pacific (BRPT), Emiten Miliarder Prajogo Pangestu Kantongi Laba Rp3,8 Triliun di 2021

Presiden Direktur Barito Pacific Agus Pangestu mengatakan, berlanjutnya ketidakstabilan geopolitik dan kebijakan Covid-19 yang ketat di China menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja perusahaan di sembilan bulan pertama 2022.  Menurutnya, tekanan pada margin petrokimia terjadi dikarenakan meningkatnya harga bahan baku yang tidak diikuti dengan kenaikan sebanding harga produk petrokimia.
&quot;Hal ini bukan berarti belum pernah terjadi sebelumnya, karena kami telah bertahan dengan baik melewati volatilitas yang tinggi pada sektor petrokimia, dan saat ini memiliki ketahanan konsolidasi pilar yang jauh lebih kuat seiring dengan kinerja yang stabil pada segmen energi,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Miliarder Prajogo Pangestu Borong Saham Barito Pacific (BRPT) Rp4,6 Miliar

Adapun posisi EBITDA perseroan sebesar USD360 juta pada sembilan bulan pertama tahun 2022, dari porsi USD639 juta di periode yang sama tahun 2021. Bisnis panas bumi, lanjutnya, terus memberikan kinerja positif terhadap Barito Pacific dengan pendapatan pada sembilan bulan pertama tahun 2022 yang tumbuh 6,8% menjadi USD424 juta dolar AS dan EBITDA naik 7,2% secara year on year (YoY) menjadi USD354 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Disampaikannya, tingkat operasi rata-rata pada ketiga aset tetap  terjaga di atas 90% dengan faktor intermitensi yang rendah menegaskan  profil keandalan energi panas bumi yang tinggi. Perusahaan, sambung dia,  juga berhasil menjaga neraca keuangan, dengan debt to capital sebesar  44% dan net debt to equity sebesar 0,42 kali pada sembilan bulan pertama  tahun 2022.
Bisnis petrokimia milik perusahaan, yakni Chandra Asri mempertahankan  kinerja keuangan yang hati-hati dengan likuiditas yang kuat dan terus  menerima dukungan dari pasar modal atas keberhasilan penyelesaian  penerbitan obligasi senilai Rp2 triliun. Tahun ini, perseroan menyiapkan  belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai USD250 juta atau  sekitar Rp3,5 triliun (kurs Jisdor 13 Januari 2022 Rp14.311 per dolar  AS).
Direktur Keuangan Barito Pacific, David Kosasih seperti dikutip  bisnis pernah mengatakan, capex ini akan digunakan untuk persiapan  pembangunan komplek petrokimia CAP2 sesuai dengan tahapan pekerjaan yang  direncanakan. &quot;Selain itu juga untuk pengeluaran belanja modal rutin  untuk pabrik petrokimia, serta program drilling dari operasional  geothermal,&quot; ujarnya.
David melanjutkan, pembiayaan belanja modal emiten berkode saham BRPT  ini sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan. Lebih lanjut,  David menuturkan, sepanjang 2022 BRPT akan mempertahankan operasional  yang optimal di masing-masing unit usaha. &quot;Perseroan juga akan  menjalankan tahapan ekspansi serta pengembangan usaha, sesuai dengan  tahapan yang sudah direncanakan,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
