<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI: 61% Saham yang Tercatat Merupakan Saham Syariah</title><description>61% saham yang tercatat di pasar modal merupakan saham syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/278/2702747/bei-61-saham-yang-tercatat-merupakan-saham-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/278/2702747/bei-61-saham-yang-tercatat-merupakan-saham-syariah"/><item><title>BEI: 61% Saham yang Tercatat Merupakan Saham Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/278/2702747/bei-61-saham-yang-tercatat-merupakan-saham-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/278/2702747/bei-61-saham-yang-tercatat-merupakan-saham-syariah</guid><pubDate>Senin 07 November 2022 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/07/278/2702747/bei-61-saham-yang-tercatat-merupakan-saham-syariah-40O3WoNiiA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar modal Indonesia mayoritas syariah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/07/278/2702747/bei-61-saham-yang-tercatat-merupakan-saham-syariah-40O3WoNiiA.jpg</image><title>Pasar modal Indonesia mayoritas syariah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; 61% saham yang tercatat di pasar modal merupakan saham syariah. Hal tersebut memberikan kontribusi terhadap nilai transaksi harian sebesar 50% di BEI.
&quot;Kondisi pasar terkait dengan kebutuhan investor syariah dalam 5 tahun terakhir sudah ada pertumbuhan hampir empat kali lipat. Kemudian saham syariah kita 61% dari 810 saham yang tercatat di Busra Efek Indonesia itu adalah saham syariah,&quot; kata Jeffrey Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik dilansir dari Antara, Senin (7/11/2022).
BACA JUGA:BEI Buka-bukaan Kondisi Pasar Modal Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Global 2023

Terkait jumlah emiten Jeffrey menyebutkan pada tahun 2022 sudah ada 54 perusahaan yang baru tercatat di BEI sehingga terdapat 820 perusahaan yang tercatat.
&quot;Penambahan emiten tahun ini sampai dengan kemarin 44 perusahaan tercatat baru, dan besok ada 6 perusahaan baru yang tercatat di BEI termasuk Bli-Bli. Tanggal 9 ada 2 perusahaan lagi. Dan tanggal 10 ada 2 perusahaan lagi yang daftar di Bursa Efek. Dan sebentar lagi kita menjadi nomor 1 di kawasan regional ASEAN,&quot; ujar dia.
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Apa Dampaknya ke Pasar Modal Indonesia?

Adapun beberapa hal yang akan dilakukan BEI dalam pendalaman pasar modal yang terdiri dari peningkatan jumlah investor melalui 30 kantor perwakilan BEI yang ada di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kemudian 300 galeri investasi yang bekerjasama dengan BEI, dan  tentunya dukungan dari media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat  tentang peluang berinvestasi di pasar modal,&quot; kata Jeffrey.
Lebih lanjut ia menjelaskan upaya untuk melakukan pendalaman pasar  modal adalah melakukan penambahan produk. Selain meningkatkan jumlah  perusahaan yang tercatat, BEI juga akan mengundang beberapa calon emiten  dari perusahaan yang ada di Kota Batam untuk menyampaikan manfaat  menjadi perusahaan tercatat.
&quot;Semoga dari yang saat ini sudah ada 6 perusahaan yang tercatat di Kota Batam bisa kita tambahkan lagi,&quot; demikian Jeffrey.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; 61% saham yang tercatat di pasar modal merupakan saham syariah. Hal tersebut memberikan kontribusi terhadap nilai transaksi harian sebesar 50% di BEI.
&quot;Kondisi pasar terkait dengan kebutuhan investor syariah dalam 5 tahun terakhir sudah ada pertumbuhan hampir empat kali lipat. Kemudian saham syariah kita 61% dari 810 saham yang tercatat di Busra Efek Indonesia itu adalah saham syariah,&quot; kata Jeffrey Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik dilansir dari Antara, Senin (7/11/2022).
BACA JUGA:BEI Buka-bukaan Kondisi Pasar Modal Indonesia di Tengah Ancaman Resesi Global 2023

Terkait jumlah emiten Jeffrey menyebutkan pada tahun 2022 sudah ada 54 perusahaan yang baru tercatat di BEI sehingga terdapat 820 perusahaan yang tercatat.
&quot;Penambahan emiten tahun ini sampai dengan kemarin 44 perusahaan tercatat baru, dan besok ada 6 perusahaan baru yang tercatat di BEI termasuk Bli-Bli. Tanggal 9 ada 2 perusahaan lagi. Dan tanggal 10 ada 2 perusahaan lagi yang daftar di Bursa Efek. Dan sebentar lagi kita menjadi nomor 1 di kawasan regional ASEAN,&quot; ujar dia.
BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Apa Dampaknya ke Pasar Modal Indonesia?

Adapun beberapa hal yang akan dilakukan BEI dalam pendalaman pasar modal yang terdiri dari peningkatan jumlah investor melalui 30 kantor perwakilan BEI yang ada di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kemudian 300 galeri investasi yang bekerjasama dengan BEI, dan  tentunya dukungan dari media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat  tentang peluang berinvestasi di pasar modal,&quot; kata Jeffrey.
Lebih lanjut ia menjelaskan upaya untuk melakukan pendalaman pasar  modal adalah melakukan penambahan produk. Selain meningkatkan jumlah  perusahaan yang tercatat, BEI juga akan mengundang beberapa calon emiten  dari perusahaan yang ada di Kota Batam untuk menyampaikan manfaat  menjadi perusahaan tercatat.
&quot;Semoga dari yang saat ini sudah ada 6 perusahaan yang tercatat di Kota Batam bisa kita tambahkan lagi,&quot; demikian Jeffrey.</content:encoded></item></channel></rss>
