<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI, Semua Lapangan Usaha Positif Kecuali Kesehatan</title><description>Seluruh lapangan usaha menjadi komponen pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2022</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702603/penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri-semua-lapangan-usaha-positif-kecuali-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702603/penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri-semua-lapangan-usaha-positif-kecuali-kesehatan"/><item><title>Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI, Semua Lapangan Usaha Positif Kecuali Kesehatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702603/penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri-semua-lapangan-usaha-positif-kecuali-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702603/penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri-semua-lapangan-usaha-positif-kecuali-kesehatan</guid><pubDate>Senin 07 November 2022 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/07/320/2702603/penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri-semua-lapangan-usaha-positif-kecuali-kesehatan-PCnzTnjd9W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seluruh Industri Tumbuh kecuali Kesehatan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/07/320/2702603/penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri-semua-lapangan-usaha-positif-kecuali-kesehatan-PCnzTnjd9W.jpg</image><title>Seluruh Industri Tumbuh kecuali Kesehatan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA  - Seluruh lapangan usaha menjadi komponen pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2022. Seluruh lapangan usah tumbuh positif, kecuali jasa kesehatan yang mengalami kontraksi.
Seluruh leading sector, yaitu industri, pertambangan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi melanjutkan tren pemulihan dengan mampu tumbuh masing-masing sebesar 4,83% secara tahunan (year-on-year/yoy), 3,22% (yoy), 1,65% (yoy), 5,35% (yoy), dan 0,63% (yoy).
&quot;Leading sector ini jika digabungkan memberikan distribusi sebesar 66,45% terhadap perekonomian kita,&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono, dikutip dari Antara, Senin (7/11/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Tumbuh 5,72%, BPS: Ini Tanda Pemulihan Terus Berlanjut dan Menguat
Leading sector yang dimaksud meliputi sektor industri dengan distribusi 17,88%, pertambangan,13,47%, pertanian 12,91%, perdagangan 12,74% serta konstruksi 9,45%.
Meski demikian, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan III-2022 adalah transportasi dan pergudangan serta akomodasi dan makan minum yang didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat, serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Sektor transportasi dan pergudangan mampu melesat 25,81% (yoy) dengan distribusi 5,01%, sedangkan akomodasi makan dan minum melonjak 17,83% (yoy) dengan distribusi 2,32%.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Melesat ke 7.061 Setelah Ekonomi RI Tumbuh 5,7%
Margo menuturkan sektor-sektor lainnya yang mampu tumbuh positif adalah informasi dan komunikasi sebesar 6,88% (yoy) dengan distribusi 4,01%, jasa keuangan 0,87% (yoy) dengan distribusi 3,98%, administrasi pemerintahan 12,42% (yoy) dengan distribusi 2,88% serta jasa pendidikan 4,46% (yoy) dengan distribusi 2,78%.
Kemudian, real estat tumbuh 0,63% (yoy) dengan distribusi 2,41%, jasa lainnya 9,13% (yoy) dengan distribusi 1,71%, jasa perusahaan 10,79% (yoy) dengan distribusi 1,69%, pengadaan listrik dan gas 8,05% (yoy) dengan distribusi 1,02%, serta pengadaan air 4,25% (yoy) dengan distribusi 0,06%.Sementara itu, jasa kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi sebesar 1,74% pada triwulan ketiga tahun ini, dengan distribusi 1,2% terhadap perekonomian.
&quot;Kontraksi ini dikarenakan pencairan insentif kesehatan lebih rendah kalau dibandingkan dengan triwulan III tahun 2021,&quot; ucap dia.
Secara keseluruhan jika dilihat dari komponen lapangan usaha, dia menyebutkan pada triwulan ketiga tahun ini industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi, yakni sebesar 0,99%.
Selanjutnya diikuti oleh transportasi dan pergudangan sebesar 0,9%, perdagangan 0,71%, akomodasi dan makan minum 0,47%, serta sektor lainnya 2,65%.</description><content:encoded>JAKARTA  - Seluruh lapangan usaha menjadi komponen pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2022. Seluruh lapangan usah tumbuh positif, kecuali jasa kesehatan yang mengalami kontraksi.
Seluruh leading sector, yaitu industri, pertambangan, pertanian, perdagangan, dan konstruksi melanjutkan tren pemulihan dengan mampu tumbuh masing-masing sebesar 4,83% secara tahunan (year-on-year/yoy), 3,22% (yoy), 1,65% (yoy), 5,35% (yoy), dan 0,63% (yoy).
&quot;Leading sector ini jika digabungkan memberikan distribusi sebesar 66,45% terhadap perekonomian kita,&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono, dikutip dari Antara, Senin (7/11/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi RI Tumbuh 5,72%, BPS: Ini Tanda Pemulihan Terus Berlanjut dan Menguat
Leading sector yang dimaksud meliputi sektor industri dengan distribusi 17,88%, pertambangan,13,47%, pertanian 12,91%, perdagangan 12,74% serta konstruksi 9,45%.
Meski demikian, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan III-2022 adalah transportasi dan pergudangan serta akomodasi dan makan minum yang didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat, serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Sektor transportasi dan pergudangan mampu melesat 25,81% (yoy) dengan distribusi 5,01%, sedangkan akomodasi makan dan minum melonjak 17,83% (yoy) dengan distribusi 2,32%.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Melesat ke 7.061 Setelah Ekonomi RI Tumbuh 5,7%
Margo menuturkan sektor-sektor lainnya yang mampu tumbuh positif adalah informasi dan komunikasi sebesar 6,88% (yoy) dengan distribusi 4,01%, jasa keuangan 0,87% (yoy) dengan distribusi 3,98%, administrasi pemerintahan 12,42% (yoy) dengan distribusi 2,88% serta jasa pendidikan 4,46% (yoy) dengan distribusi 2,78%.
Kemudian, real estat tumbuh 0,63% (yoy) dengan distribusi 2,41%, jasa lainnya 9,13% (yoy) dengan distribusi 1,71%, jasa perusahaan 10,79% (yoy) dengan distribusi 1,69%, pengadaan listrik dan gas 8,05% (yoy) dengan distribusi 1,02%, serta pengadaan air 4,25% (yoy) dengan distribusi 0,06%.Sementara itu, jasa kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi sebesar 1,74% pada triwulan ketiga tahun ini, dengan distribusi 1,2% terhadap perekonomian.
&quot;Kontraksi ini dikarenakan pencairan insentif kesehatan lebih rendah kalau dibandingkan dengan triwulan III tahun 2021,&quot; ucap dia.
Secara keseluruhan jika dilihat dari komponen lapangan usaha, dia menyebutkan pada triwulan ketiga tahun ini industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi, yakni sebesar 0,99%.
Selanjutnya diikuti oleh transportasi dan pergudangan sebesar 0,9%, perdagangan 0,71%, akomodasi dan makan minum 0,47%, serta sektor lainnya 2,65%.</content:encoded></item></channel></rss>
