<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan Komoditas Tambang Beri Untung ke Ekonomi RI Kuartal III-2022</title><description>Kenaikan harga komoditas pertambangan memberikan windfall pada triwulan III-2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702623/kenaikan-komoditas-tambang-beri-untung-ke-ekonomi-ri-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702623/kenaikan-komoditas-tambang-beri-untung-ke-ekonomi-ri-kuartal-iii-2022"/><item><title>Kenaikan Komoditas Tambang Beri Untung ke Ekonomi RI Kuartal III-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702623/kenaikan-komoditas-tambang-beri-untung-ke-ekonomi-ri-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702623/kenaikan-komoditas-tambang-beri-untung-ke-ekonomi-ri-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Senin 07 November 2022 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/07/320/2702623/kenaikan-komoditas-tambang-beri-untung-ke-ekonomi-ri-kuartal-iii-2022-z9Vp8Omwc6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu bara. (Foto: IATA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/07/320/2702623/kenaikan-komoditas-tambang-beri-untung-ke-ekonomi-ri-kuartal-iii-2022-z9Vp8Omwc6.jpg</image><title>Batu bara. (Foto: IATA)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa kenaikan harga komoditas pertambangan memberikan windfall alias keuntungan tak terduga kepada perekonomian regional pada triwulan III-2022.


&quot;Dampak windfall ini berkat kenaikan harga komoditas terhadap perekonomian regional terutama berasal dari komoditas pertambangan,&quot; ujar Margo dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2022 yang dipantau secara daring dikutip Antara, Senin (7/11/2022).

Dia menjelaskan kalau di Sumatera Selatan sumber pertumbuhan dari pertambangan pada triwulan III-2022 mencapai 0,9% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi tersebut yang tumbuh 5,34% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Izin Minerba Terhambat Bisa Munculkan Pertambangan Ilegal
Adapun sektor pertambangan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi ketiga di wilayah Sumatera Selatan dengan andil 25,88%, setelah sektor perdagangan dan pengolahan.

Komoditas utamanya adalah batu bara dan lignit.


Kemudian di Kalimantan Timur (Kaltim), sumber pertumbuhan dari pertambangan mencapai 1,74% terhadap PDRB provinsi tersebut yang tumbuh 5,28%(yoy). Pertambangan merupakan sektor utama dalam perekonomian wilayah itu dengan andil 55,74%, serta komoditas andalan batu bara dan lignit.


Di Nusa Tenggara Barat (NTB), sumber pertumbuhan dari pertambangan mencapai 3,94% terhadap PDRB NTB yang tumbuh 7,1% (yoy). Pertambangan merupakan penyumbang utama dalam perekonomian wilayah dengan andil 19,7%, serta komoditas andalan tembaga.

Dia menambahkan di Sulawesi Tengah (Sulteng) sumber pertumbuhan dari pertambangan mencapai 4,12% terhadap PDRB provinsi tersebut yang berhasil tumbuh 19,13% (yoy).

Pertambangan merupakan sektor utama dalam perekonomian Sulteng dengan andil 15,41 persen dan komoditas andalan adalah bijih logam berupa nikel.

Selanjutnya di Papua, sumber pertumbuhan dari pertambangan mencapai 3,51% terhadap PDRB Papua yang tumbuh 5,78% (yoy).

Pertambangan merupakan penyumbang utama dalam perekonomian wilayah dengan andil 36,14%, serta komoditas utamanya adalah bijih logam emas.


Serta sektor pertambangan secara nasional mampu tumbuh 3,22% (yoy) pada kuartal ketiga tahun ini, meski melambat dari triwulan II-2022 yang sebesar 4,01% (yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertambangan batu bara dan lignit yang tumbuh sebesar 9,41%(yoy), didorong oleh peningkatan permintaan dari luar negeri terhadap batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.



Kemudian pertumbuhan sektor itu juga didorong subsektor bijih logam yang tumbuh sebesar 9,03% (yoy), didorong oleh meningkatnya produksi tembaga dan emas di distrik mineral Grasberg, Papua. Selain itu, terdapat pula peningkatan permintaan dari luar negeri terutama untuk komoditi emas dan tembaga.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa kenaikan harga komoditas pertambangan memberikan windfall alias keuntungan tak terduga kepada perekonomian regional pada triwulan III-2022.


&quot;Dampak windfall ini berkat kenaikan harga komoditas terhadap perekonomian regional terutama berasal dari komoditas pertambangan,&quot; ujar Margo dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2022 yang dipantau secara daring dikutip Antara, Senin (7/11/2022).

Dia menjelaskan kalau di Sumatera Selatan sumber pertumbuhan dari pertambangan pada triwulan III-2022 mencapai 0,9% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi tersebut yang tumbuh 5,34% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Izin Minerba Terhambat Bisa Munculkan Pertambangan Ilegal
Adapun sektor pertambangan merupakan sumber pertumbuhan ekonomi ketiga di wilayah Sumatera Selatan dengan andil 25,88%, setelah sektor perdagangan dan pengolahan.

Komoditas utamanya adalah batu bara dan lignit.


Kemudian di Kalimantan Timur (Kaltim), sumber pertumbuhan dari pertambangan mencapai 1,74% terhadap PDRB provinsi tersebut yang tumbuh 5,28%(yoy). Pertambangan merupakan sektor utama dalam perekonomian wilayah itu dengan andil 55,74%, serta komoditas andalan batu bara dan lignit.


Di Nusa Tenggara Barat (NTB), sumber pertumbuhan dari pertambangan mencapai 3,94% terhadap PDRB NTB yang tumbuh 7,1% (yoy). Pertambangan merupakan penyumbang utama dalam perekonomian wilayah dengan andil 19,7%, serta komoditas andalan tembaga.

Dia menambahkan di Sulawesi Tengah (Sulteng) sumber pertumbuhan dari pertambangan mencapai 4,12% terhadap PDRB provinsi tersebut yang berhasil tumbuh 19,13% (yoy).

Pertambangan merupakan sektor utama dalam perekonomian Sulteng dengan andil 15,41 persen dan komoditas andalan adalah bijih logam berupa nikel.

Selanjutnya di Papua, sumber pertumbuhan dari pertambangan mencapai 3,51% terhadap PDRB Papua yang tumbuh 5,78% (yoy).

Pertambangan merupakan penyumbang utama dalam perekonomian wilayah dengan andil 36,14%, serta komoditas utamanya adalah bijih logam emas.


Serta sektor pertambangan secara nasional mampu tumbuh 3,22% (yoy) pada kuartal ketiga tahun ini, meski melambat dari triwulan II-2022 yang sebesar 4,01% (yoy).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertambangan batu bara dan lignit yang tumbuh sebesar 9,41%(yoy), didorong oleh peningkatan permintaan dari luar negeri terhadap batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.



Kemudian pertumbuhan sektor itu juga didorong subsektor bijih logam yang tumbuh sebesar 9,03% (yoy), didorong oleh meningkatnya produksi tembaga dan emas di distrik mineral Grasberg, Papua. Selain itu, terdapat pula peningkatan permintaan dari luar negeri terutama untuk komoditi emas dan tembaga.</content:encoded></item></channel></rss>
