<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Tumbuh 5,72% Serap 4,25 Juta Tenaga Kerja</title><description>Ekonomi RI kuartal III 2022 tumbuh sebesar 5,72% jika dibandingkan  dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702728/ekonomi-ri-tumbuh-5-72-serap-4-25-juta-tenaga-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702728/ekonomi-ri-tumbuh-5-72-serap-4-25-juta-tenaga-kerja"/><item><title>Ekonomi RI Tumbuh 5,72% Serap 4,25 Juta Tenaga Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702728/ekonomi-ri-tumbuh-5-72-serap-4-25-juta-tenaga-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/07/320/2702728/ekonomi-ri-tumbuh-5-72-serap-4-25-juta-tenaga-kerja</guid><pubDate>Senin 07 November 2022 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/07/320/2702728/ekonomi-ri-tumbuh-5-72-serap-4-25-juta-tenaga-kerja-1Hc8bFfrJN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi kuartal III tumbuh 5,72%  (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/07/320/2702728/ekonomi-ri-tumbuh-5-72-serap-4-25-juta-tenaga-kerja-1Hc8bFfrJN.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi kuartal III tumbuh 5,72%  (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi RI kuartal III 2022 tumbuh sebesar 5,72% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi RI mampu menyerap 4,25 juta tenaga kerja.
&quot;Ini berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) yang dilakukan pada Agustus 2022,&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono dilansir dari Antara, Senin (7/11/2022).
BACA JUGA:Kenaikan Komoditas Tambang Beri Untung ke Ekonomi RI Kuartal III-2022

Dengan demikian secara keseluruhan terdapat 135,3 juta orang masyarakat yang bekerja per Agustus 2022, yang meliputi pekerja penuh 92,63 juta orang atau meningkat 8,37 juta orang, pekerja paruh waktu 34,13 juta orang atau turun 1,24 juta orang, serta setengah pengangguran 8,54 juta orang atau turun 2,88 juta orang.
Dia menjelaskan peningkatan jumlah pekerja penuh sejalan dengan terus menguatnya perekonomian Indonesia.
BACA JUGA:Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI, Semua Lapangan Usaha Positif Kecuali Kesehatan

Untuk diketahui, pekerja penuh adalah mereka yang bekerja minimal selama 35 jam seminggu, sedangkan pekerja paruh waktu adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara setengah pengangguran adalah mereka yang bekerja kurang  dari 35 jam seminggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan.
Seiring dengan pertambahan tenaga kerja, Margo mengungkapkan angkatan  kerja tercatat bertambah pula sebanyak 3,57 juta orang menjadi 143,72  juta orang per Agustus 2022.
Selain itu, terdapat penurunan bukan angkatan kerja 860 ribu orang  menjadi 65,7 juta orang, sehingga secara keseluruhan penduduk usia kerja  bertambah 2,71 juta orang menjadi 209,42 juta orang.
&quot;Namun karena tidak semua angkatan kerja terserap, terdapat tambahan  pengangguran 680 ribu orang. Dengan demikian secara keseluruhan ada 8,42  juta orang yang menganggur,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi RI kuartal III 2022 tumbuh sebesar 5,72% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi RI mampu menyerap 4,25 juta tenaga kerja.
&quot;Ini berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) yang dilakukan pada Agustus 2022,&quot; kata Kepala BPS Margo Yuwono dilansir dari Antara, Senin (7/11/2022).
BACA JUGA:Kenaikan Komoditas Tambang Beri Untung ke Ekonomi RI Kuartal III-2022

Dengan demikian secara keseluruhan terdapat 135,3 juta orang masyarakat yang bekerja per Agustus 2022, yang meliputi pekerja penuh 92,63 juta orang atau meningkat 8,37 juta orang, pekerja paruh waktu 34,13 juta orang atau turun 1,24 juta orang, serta setengah pengangguran 8,54 juta orang atau turun 2,88 juta orang.
Dia menjelaskan peningkatan jumlah pekerja penuh sejalan dengan terus menguatnya perekonomian Indonesia.
BACA JUGA:Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI, Semua Lapangan Usaha Positif Kecuali Kesehatan

Untuk diketahui, pekerja penuh adalah mereka yang bekerja minimal selama 35 jam seminggu, sedangkan pekerja paruh waktu adalah mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu, tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara setengah pengangguran adalah mereka yang bekerja kurang  dari 35 jam seminggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan.
Seiring dengan pertambahan tenaga kerja, Margo mengungkapkan angkatan  kerja tercatat bertambah pula sebanyak 3,57 juta orang menjadi 143,72  juta orang per Agustus 2022.
Selain itu, terdapat penurunan bukan angkatan kerja 860 ribu orang  menjadi 65,7 juta orang, sehingga secara keseluruhan penduduk usia kerja  bertambah 2,71 juta orang menjadi 209,42 juta orang.
&quot;Namun karena tidak semua angkatan kerja terserap, terdapat tambahan  pengangguran 680 ribu orang. Dengan demikian secara keseluruhan ada 8,42  juta orang yang menganggur,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
