<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Citibank Indonesia Raup Laba Rp1,1 Triliun, Naik 31% di Kuartal III-2022</title><description>Citibank Indonesia meraup laba bersih hingga kuartal III 2022 sebesar Rp1,1 triliun. Angka itu naik 31%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/10/278/2704922/citibank-indonesia-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-31-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/10/278/2704922/citibank-indonesia-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-31-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>Citibank Indonesia Raup Laba Rp1,1 Triliun, Naik 31% di Kuartal III-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/10/278/2704922/citibank-indonesia-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-31-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/10/278/2704922/citibank-indonesia-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-31-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Kamis 10 November 2022 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/10/278/2704922/citibank-indonesia-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-31-di-kuartal-iii-2022-OS2u6YfMiF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Citilink Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/10/278/2704922/citibank-indonesia-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-31-di-kuartal-iii-2022-OS2u6YfMiF.jpg</image><title>Laba Citilink Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Citibank Indonesia meraup laba bersih hingga kuartal III 2022 sebesar Rp1,1 triliun. Angka itu naik 31% dari perolehan pada periode yang sama tahun lalu.
&amp;ldquo;Peningkatan ini utamanya disebabkan oleh lebih rendahnya biaya cadangan kerugian penurunan nilai kredit, di lini institutional banking,&amp;rdquo; kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/11/2022).
BACA JUGA:Ekspansi Bisnis, Delta Dunia (DOID) Tambah Saham Rp47 Miliar di Tambang Australia

Di sisi lain, portofolio kredit Citi Indonesia hingga kuartal III 2022 turun sebesar 4,6%, di mana penurunan didominasi oleh kredit di lini bisnis institusional banking. Sementara itu, total nilai aset Citi Indonesia pada kuartal ini naik 8,3% secara tahunan menjadi Rp95,2 triliun.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kualitas dana pihak ketiga (DPK) yang berkelanjutan, di mana DPK perseroan tercatat tumbuh sebesar 10,2%. Hal itu membuat perseroan dapat mempertahankan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sehat sebesar 54%.
Selain itu, perseroan juga memiliki tingkat kecukupan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 28%. Adapun, Gross Non-Performing Loan (NPL) perseroan berada pada posisi yang stabil, yaitu sebesar 3,30%.
BACA JUGA:Perdagangan Perdana, Harga Saham Ketrosden Triasmitra (KETR) Naik 20%

Perseroan juga juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nilai kredit. Hal ini tercermina dari pencapaian rasio net NPL yang lebih rendah dari 0,94%, menjadi 0,31% di periode yang sama tahun lalu.&amp;ldquo;Kami yakin bahwa kualitas portofolio kredit kami tetap dalam kondisi baik dengan penerapan asas kehati-hatian dalam manajemen risiko, untuk mengatasi dampak dari pandemi,&amp;rdquo; ungkap dia.
Batara mengatakan bahwa, perseroan akan tetap berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui produk dan layanan yang inovatif untuk mendukung perkembangan klien di berbagai sektor.</description><content:encoded>JAKARTA - Citibank Indonesia meraup laba bersih hingga kuartal III 2022 sebesar Rp1,1 triliun. Angka itu naik 31% dari perolehan pada periode yang sama tahun lalu.
&amp;ldquo;Peningkatan ini utamanya disebabkan oleh lebih rendahnya biaya cadangan kerugian penurunan nilai kredit, di lini institutional banking,&amp;rdquo; kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/11/2022).
BACA JUGA:Ekspansi Bisnis, Delta Dunia (DOID) Tambah Saham Rp47 Miliar di Tambang Australia

Di sisi lain, portofolio kredit Citi Indonesia hingga kuartal III 2022 turun sebesar 4,6%, di mana penurunan didominasi oleh kredit di lini bisnis institusional banking. Sementara itu, total nilai aset Citi Indonesia pada kuartal ini naik 8,3% secara tahunan menjadi Rp95,2 triliun.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh kualitas dana pihak ketiga (DPK) yang berkelanjutan, di mana DPK perseroan tercatat tumbuh sebesar 10,2%. Hal itu membuat perseroan dapat mempertahankan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sehat sebesar 54%.
Selain itu, perseroan juga memiliki tingkat kecukupan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 28%. Adapun, Gross Non-Performing Loan (NPL) perseroan berada pada posisi yang stabil, yaitu sebesar 3,30%.
BACA JUGA:Perdagangan Perdana, Harga Saham Ketrosden Triasmitra (KETR) Naik 20%

Perseroan juga juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nilai kredit. Hal ini tercermina dari pencapaian rasio net NPL yang lebih rendah dari 0,94%, menjadi 0,31% di periode yang sama tahun lalu.&amp;ldquo;Kami yakin bahwa kualitas portofolio kredit kami tetap dalam kondisi baik dengan penerapan asas kehati-hatian dalam manajemen risiko, untuk mengatasi dampak dari pandemi,&amp;rdquo; ungkap dia.
Batara mengatakan bahwa, perseroan akan tetap berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui produk dan layanan yang inovatif untuk mendukung perkembangan klien di berbagai sektor.</content:encoded></item></channel></rss>
