<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Siantor Top (STTP) Rp419,3 Miliar, Turun Tipis di Kuartal III-2022</title><description>Laba PT Siantar Top Tbk (STTP) mengalami penurunan pada kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/278/2705736/laba-siantor-top-sttp-rp419-3-miliar-turun-tipis-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/278/2705736/laba-siantor-top-sttp-rp419-3-miliar-turun-tipis-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>Laba Siantor Top (STTP) Rp419,3 Miliar, Turun Tipis di Kuartal III-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/278/2705736/laba-siantor-top-sttp-rp419-3-miliar-turun-tipis-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/278/2705736/laba-siantor-top-sttp-rp419-3-miliar-turun-tipis-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Jum'at 11 November 2022 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/11/278/2705736/laba-siantor-top-sttp-rp419-3-miliar-turun-tipis-di-kuartal-iii-2022-makmglI42Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba STTP turun tipis (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/11/278/2705736/laba-siantor-top-sttp-rp419-3-miliar-turun-tipis-di-kuartal-iii-2022-makmglI42Q.jpg</image><title>Laba STTP turun tipis (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Laba PT Siantar Top Tbk (STTP) mengalami penurunan pada kuartal III 2022. STTP meraup laba Rp419,32 miliar atau turun 3,22% pada Rp433,31 miliar.
Melansir laporan keuangan STTP, Jumat (11/11/2022), penjualan bersih perseroan naik 17,41% menjadi Rp3,57 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp3,04 triliun. Berdasarkan produknya, penjualan pengolahan makanan tercatat sebesar Rp3,32 triliun, dan pendukung lainnya tercatat sebesar Rp252,81 miliar.
BACA JUGA:Laba Siantar Top Rp433,3 Miliar, Merosot 9,6%,

Sementara itu, berdasarkan geografisnya, penjualan lokal tercatat sebesar Rp3,25 triliun, dan penjualan ekspor tercatat sebesar Rp358,73 miliar. Sedangkan, perseroan mencatatkan retur dan potongan penjualan sebesar Rp33,73 miliar.
Sedangkan, beban pokok penjualan perseroan naik 25,55% menjadi Rp2,88 triliun dari sebelumnya Rp2,30 triliun. Hal ini sejalan dengan naiknya biaya bahan baku dan bahan pembungkus masing-masing sebesar Rp2,01 triliun dan Rp207,36 miliar.
BACA JUGA:Pendapatan Siantar Top Naik 8,5% tapi Laba Bersih Merosot

Beban penjualan perseroan juga naik menjadi Rp226,71 miliar, sedangkan, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp85,63 miliar, serta beban keuangan turun menjadi Rp13,47 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Per September 2022, total nilai aset STTP tercatat sebesar Rp4,36  triliun, atau naik 11,33% dari akhir Desember 2021 yang sebesar Rp3,91  triliun. Adapun, liabilitas perseroan sebesar Rp659 miliar dan ekuitas  sebesar Rp3,70 triliun.
Sepanjang tahun ini, perseroan menjalankan strategi penetrasi dan  perkembangan pasar dengan width dan depth distribusi. Perseroan juga  melakukan produk development dan diversifikasi produk.
Perseroan juga menganggarkan belanja modal atau capital expenditure  (capex) sebesar Rp350 miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan  perseroan dan cadangan lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Laba PT Siantar Top Tbk (STTP) mengalami penurunan pada kuartal III 2022. STTP meraup laba Rp419,32 miliar atau turun 3,22% pada Rp433,31 miliar.
Melansir laporan keuangan STTP, Jumat (11/11/2022), penjualan bersih perseroan naik 17,41% menjadi Rp3,57 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp3,04 triliun. Berdasarkan produknya, penjualan pengolahan makanan tercatat sebesar Rp3,32 triliun, dan pendukung lainnya tercatat sebesar Rp252,81 miliar.
BACA JUGA:Laba Siantar Top Rp433,3 Miliar, Merosot 9,6%,

Sementara itu, berdasarkan geografisnya, penjualan lokal tercatat sebesar Rp3,25 triliun, dan penjualan ekspor tercatat sebesar Rp358,73 miliar. Sedangkan, perseroan mencatatkan retur dan potongan penjualan sebesar Rp33,73 miliar.
Sedangkan, beban pokok penjualan perseroan naik 25,55% menjadi Rp2,88 triliun dari sebelumnya Rp2,30 triliun. Hal ini sejalan dengan naiknya biaya bahan baku dan bahan pembungkus masing-masing sebesar Rp2,01 triliun dan Rp207,36 miliar.
BACA JUGA:Pendapatan Siantar Top Naik 8,5% tapi Laba Bersih Merosot

Beban penjualan perseroan juga naik menjadi Rp226,71 miliar, sedangkan, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp85,63 miliar, serta beban keuangan turun menjadi Rp13,47 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Per September 2022, total nilai aset STTP tercatat sebesar Rp4,36  triliun, atau naik 11,33% dari akhir Desember 2021 yang sebesar Rp3,91  triliun. Adapun, liabilitas perseroan sebesar Rp659 miliar dan ekuitas  sebesar Rp3,70 triliun.
Sepanjang tahun ini, perseroan menjalankan strategi penetrasi dan  perkembangan pasar dengan width dan depth distribusi. Perseroan juga  melakukan produk development dan diversifikasi produk.
Perseroan juga menganggarkan belanja modal atau capital expenditure  (capex) sebesar Rp350 miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan  perseroan dan cadangan lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
