<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menanti Jalan Keluar KTT G20 Antisipasi Ancaman Resesi 2023</title><description>Ancaman resesi 2023 semakin mencuat dan membawa kekhawatiran bagi masyarakat seluruh dunia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705234/menanti-jalan-keluar-ktt-g20-antisipasi-ancaman-resesi-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705234/menanti-jalan-keluar-ktt-g20-antisipasi-ancaman-resesi-2023"/><item><title>Menanti Jalan Keluar KTT G20 Antisipasi Ancaman Resesi 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705234/menanti-jalan-keluar-ktt-g20-antisipasi-ancaman-resesi-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705234/menanti-jalan-keluar-ktt-g20-antisipasi-ancaman-resesi-2023</guid><pubDate>Jum'at 11 November 2022 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Zuhirna Wulan Dilla</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/11/320/2705234/menanti-jalan-keluar-ktt-g20-antisipasi-ancaman-resesi-2023-IEcLkvnlNd.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi resesi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/11/320/2705234/menanti-jalan-keluar-ktt-g20-antisipasi-ancaman-resesi-2023-IEcLkvnlNd.JPG</image><title>Ilustrasi resesi. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Ancaman resesi 2023 semakin mencuat dan membawa kekhawatiran bagi masyarakat seluruh dunia.

Hal itu karena dampak yang ditimbulkan jika resesi pada 2023 benar terjadi bisa menimpa semua sektor.

Sehingga saat ini berbagai negara sudah mulai mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi karena resesi.

Adapun antisipasi resesi 2023 ini menjadi topik hangat yang akan diangkat di KTT G20 Bali pada 15-16 November 2022.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Satu Atap dengan 20 Kepala Negara, Ini Harapan Indonesia dari KTT G20
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong mengatakan kalau ancaman resesi tersebut memang tak bisa dihindari.

Sehingga dia berharap penyelenggaraan KTT G20 ini minimal bisa membuat ekonomi Indonesia bertahan.

&quot;Saya kira perhelatan G20 ini kita berharap paling tidak bisa membuat ekonomi kita bertahan, ekonomi Indonesia. Kita ini kan resiliansinya kan sangat bagus, kita punya cadangan devisa yang lumayan, yang cukup untuk menghadapi krisis,&quot; ujarnya dalam Special Dialogue Okezone pada Kamis (10/11/2022).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMC8xLzE1NjYxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun, dia menyebut kalau kondisi itu juga tergantung pada tatanan ekonomi dunia.

Apalagi saat ini sudah banyak negara yang dikabarkan jadi pasien IMF.

&quot;Tapi sekali lagi ini memang sangat tergantung juga pada situasi ekomoni dunia. Kalau situasi ekonomi dunia tetap seperti sekarang, saya kira makin banyak aja negara yang tidak mampu menghadapinya,&quot; jelasnya.

Meski begitu, dia tetap optimis bahwa KTT G20 ini bisa memberikan jalan keluar untuk permasalahan yang sedang terjadi di dunia.

&quot;Kita berharap momentum ini betul-betul bisa memulihkan ekonomi. Bukan hanya pasca pandemi Covid-19, tetapi juga karena dampak geopolitik, perang Rusia-Ukraina, begitu. Khususnya untuk Indonesia,&quot; harapnya.

Sebagai informasi, negara yang menjadi anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki dan Uni Eropa.</description><content:encoded>JAKARTA - Ancaman resesi 2023 semakin mencuat dan membawa kekhawatiran bagi masyarakat seluruh dunia.

Hal itu karena dampak yang ditimbulkan jika resesi pada 2023 benar terjadi bisa menimpa semua sektor.

Sehingga saat ini berbagai negara sudah mulai mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi karena resesi.

Adapun antisipasi resesi 2023 ini menjadi topik hangat yang akan diangkat di KTT G20 Bali pada 15-16 November 2022.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Satu Atap dengan 20 Kepala Negara, Ini Harapan Indonesia dari KTT G20
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong mengatakan kalau ancaman resesi tersebut memang tak bisa dihindari.

Sehingga dia berharap penyelenggaraan KTT G20 ini minimal bisa membuat ekonomi Indonesia bertahan.

&quot;Saya kira perhelatan G20 ini kita berharap paling tidak bisa membuat ekonomi kita bertahan, ekonomi Indonesia. Kita ini kan resiliansinya kan sangat bagus, kita punya cadangan devisa yang lumayan, yang cukup untuk menghadapi krisis,&quot; ujarnya dalam Special Dialogue Okezone pada Kamis (10/11/2022).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMC8xLzE1NjYxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun, dia menyebut kalau kondisi itu juga tergantung pada tatanan ekonomi dunia.

Apalagi saat ini sudah banyak negara yang dikabarkan jadi pasien IMF.

&quot;Tapi sekali lagi ini memang sangat tergantung juga pada situasi ekomoni dunia. Kalau situasi ekonomi dunia tetap seperti sekarang, saya kira makin banyak aja negara yang tidak mampu menghadapinya,&quot; jelasnya.

Meski begitu, dia tetap optimis bahwa KTT G20 ini bisa memberikan jalan keluar untuk permasalahan yang sedang terjadi di dunia.

&quot;Kita berharap momentum ini betul-betul bisa memulihkan ekonomi. Bukan hanya pasca pandemi Covid-19, tetapi juga karena dampak geopolitik, perang Rusia-Ukraina, begitu. Khususnya untuk Indonesia,&quot; harapnya.

Sebagai informasi, negara yang menjadi anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki dan Uni Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
