<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Bocorkan Bekal Indonesia Hadapi Ancaman Badai Ekonomi</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa kinerja Indonesia cukup baik, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705309/sri-mulyani-bocorkan-bekal-indonesia-hadapi-ancaman-badai-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705309/sri-mulyani-bocorkan-bekal-indonesia-hadapi-ancaman-badai-ekonomi"/><item><title>Sri Mulyani Bocorkan Bekal Indonesia Hadapi Ancaman Badai Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705309/sri-mulyani-bocorkan-bekal-indonesia-hadapi-ancaman-badai-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705309/sri-mulyani-bocorkan-bekal-indonesia-hadapi-ancaman-badai-ekonomi</guid><pubDate>Jum'at 11 November 2022 09:57 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/11/320/2705309/sri-mulyani-bocorkan-bekal-indonesia-hadapi-ancaman-badai-ekonomi-ItVhqShuAG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/11/320/2705309/sri-mulyani-bocorkan-bekal-indonesia-hadapi-ancaman-badai-ekonomi-ItVhqShuAG.jpg</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa kinerja Indonesia cukup baik, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi.

Kinerja pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2022 baru-baru ini impresif, berada di angka 5,7%.

&quot;Indonesia sedikit lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara maju, yang kemudian menempatkannya di posisi yang lebih beruntung,&quot; ujar Sri dalam Bloomberg CEO Forum - G20 Side Event di Bali, Jumat(11/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Sektor Keuangan RI Paling Rendah di Asean 5, Kenapa?
Ketika semua negara mengalami penurunan, terutama karena naiknya suku bunga dan inflasi tinggi yang menimbulkan mengikis permintaan domestik mereka, Indonesia masih berada dalam posisi pemulihan yang sangat kuat.

&quot;Bagi kami, kami harus merespon. Pertama dari sisi fiskal tentu saja, kami memastikan bahwa fiskal kami harus cukup kuat untuk menghadapi ancaman yang berbeda, atau kami sebut dengan The Perfect Storm. Pandemi, geopolitik, perubahan iklim, teknologi, dan sekarang volatilitas moneter dan finansial karena situasi kompleks global,&quot; ungkap Sri.

Dia mengatakan bahwa yang kemudian menjadi hal yang ingin dilindungi adalah proses pemulihan Indonesia itu sendiri.
Sisi fiskal Indonesia mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi, sehingga pihaknya berkomitmen untuk mengkonsolidasi fiskalnya untuk bisa merespon tantangan-tantangan baru tersebut.

&quot;Kalau dilihat dari defisit APBN, tahun lalu, di kuartal II dan III, belanja pemerintah khususnya untuk jaring pengaman sosial dan belanja terkait pandemi meningkat dengan sangat drastis, dengan adanya varian Delta. Ini kemudian memaksa kami untuk 'menutup' akses kembali dan juga meningkatkan jaring pengaman sosial,&quot; tambah Sri.

Tapi, sebut Sri, belanja pemerintah yang reguler, khususnya infrastruktur dan belanja untuk sumber daya manusia seperti pendidikan, masih tetap tumbuh.

&quot;Ditambah lagi masih ada waktu di kuartal IV-2022 bagi Kementerian/Lembaga untuk mengejar belanja mereka,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa kinerja Indonesia cukup baik, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi.

Kinerja pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2022 baru-baru ini impresif, berada di angka 5,7%.

&quot;Indonesia sedikit lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara maju, yang kemudian menempatkannya di posisi yang lebih beruntung,&quot; ujar Sri dalam Bloomberg CEO Forum - G20 Side Event di Bali, Jumat(11/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Sektor Keuangan RI Paling Rendah di Asean 5, Kenapa?
Ketika semua negara mengalami penurunan, terutama karena naiknya suku bunga dan inflasi tinggi yang menimbulkan mengikis permintaan domestik mereka, Indonesia masih berada dalam posisi pemulihan yang sangat kuat.

&quot;Bagi kami, kami harus merespon. Pertama dari sisi fiskal tentu saja, kami memastikan bahwa fiskal kami harus cukup kuat untuk menghadapi ancaman yang berbeda, atau kami sebut dengan The Perfect Storm. Pandemi, geopolitik, perubahan iklim, teknologi, dan sekarang volatilitas moneter dan finansial karena situasi kompleks global,&quot; ungkap Sri.

Dia mengatakan bahwa yang kemudian menjadi hal yang ingin dilindungi adalah proses pemulihan Indonesia itu sendiri.
Sisi fiskal Indonesia mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi, sehingga pihaknya berkomitmen untuk mengkonsolidasi fiskalnya untuk bisa merespon tantangan-tantangan baru tersebut.

&quot;Kalau dilihat dari defisit APBN, tahun lalu, di kuartal II dan III, belanja pemerintah khususnya untuk jaring pengaman sosial dan belanja terkait pandemi meningkat dengan sangat drastis, dengan adanya varian Delta. Ini kemudian memaksa kami untuk 'menutup' akses kembali dan juga meningkatkan jaring pengaman sosial,&quot; tambah Sri.

Tapi, sebut Sri, belanja pemerintah yang reguler, khususnya infrastruktur dan belanja untuk sumber daya manusia seperti pendidikan, masih tetap tumbuh.

&quot;Ditambah lagi masih ada waktu di kuartal IV-2022 bagi Kementerian/Lembaga untuk mengejar belanja mereka,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
