<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditanya soal Tanggung Jawab The Fed Perkara Inflasi Dunia, Sri Mulyani Bilang Gini</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan pertanyaan soal tanggung jawab the fed.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705314/ditanya-soal-tanggung-jawab-the-fed-perkara-inflasi-dunia-sri-mulyani-bilang-gini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705314/ditanya-soal-tanggung-jawab-the-fed-perkara-inflasi-dunia-sri-mulyani-bilang-gini"/><item><title>Ditanya soal Tanggung Jawab The Fed Perkara Inflasi Dunia, Sri Mulyani Bilang Gini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705314/ditanya-soal-tanggung-jawab-the-fed-perkara-inflasi-dunia-sri-mulyani-bilang-gini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/11/320/2705314/ditanya-soal-tanggung-jawab-the-fed-perkara-inflasi-dunia-sri-mulyani-bilang-gini</guid><pubDate>Jum'at 11 November 2022 10:03 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/11/320/2705314/ditanya-soal-tanggung-jawab-the-fed-perkara-inflasi-dunia-sri-mulyani-bilang-gini-3llU4IV1ID.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/11/320/2705314/ditanya-soal-tanggung-jawab-the-fed-perkara-inflasi-dunia-sri-mulyani-bilang-gini-3llU4IV1ID.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan pertanyaan saat sesi diskusi dengan Chief North Asia Correspondent Bloomberg TV and Radio Stephen Engle dari audiens terkait.

Di mana pertanyaan itu tentang haruskah The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas terjadinya inflasi global atau tidak.
Menjawab hal tersebut, Sri kemudian memberikan responnya.

&quot;Like it or not, sebagai ekonomi terbuka, apalagi jika dilakukan oleh ekonomi ukuran besar, seperti The Fed AS tentunya akan menimbulkan spillover ke seluruh dunia. Jadi, dalam G20 kita berbicara soal Recover Together, Recover Stronger, kami berkomitmen di tahun lalu bahwa exit policy baik di fiskal dan moneter harus diperhitungkan dan dikalibrasikan, serta terencana secara matang,&quot; ujar Sri dalam Bloomberg CEO Forum - G20 Side Event di Bali, Jumat (11/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Bocorkan Bekal Indonesia Hadapi Ancaman Badai Ekonomi
Kendati demikian, untuk dikatakan terencana secara matang pun menurutnya sedikit ambisius.

Sri mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa mengontrol segalanya.

Sehingga, dalam hal ini, dia memahami langkah yang diambil The Fed.
&quot;The Fed melihat inflasi naik, tentu saja mereka berpikir pada saat itu bahwa hal ini hanya bersifat sementara dengan adanya disrupsi suplai pasca pandemi, diakselerasi dengan adanya konflik Rusia-Ukraina,&quot; ungkap Sri.

Dia mengatakan bahwa kondisi ini kemudian mendorong respon yang sedemikian besar dari The Fed dengan meningkatkan suku bunganya dalam kecepatan yang sangat tinggi.

Dengan hal itu, maka konsekuensi terhadap seluruh dunia menjadi sangat jelas.

&quot;Suka atau tidak suka, dolar AS masih menjadi transaksi denominasi di dunia, jadi dolar yang lebih kuat tentunya akan menciptakan lemahnya mata uang lokal. Itu kemudian mendorong imported inflation. tapi, ini bukanlah satu-satunya pelaku. Kita juga tahu bahwa inflasi bukan hanya karena dolar menguat, tapi juga karena harga pangan dan energi yang melonjak pula,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan pertanyaan saat sesi diskusi dengan Chief North Asia Correspondent Bloomberg TV and Radio Stephen Engle dari audiens terkait.

Di mana pertanyaan itu tentang haruskah The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas terjadinya inflasi global atau tidak.
Menjawab hal tersebut, Sri kemudian memberikan responnya.

&quot;Like it or not, sebagai ekonomi terbuka, apalagi jika dilakukan oleh ekonomi ukuran besar, seperti The Fed AS tentunya akan menimbulkan spillover ke seluruh dunia. Jadi, dalam G20 kita berbicara soal Recover Together, Recover Stronger, kami berkomitmen di tahun lalu bahwa exit policy baik di fiskal dan moneter harus diperhitungkan dan dikalibrasikan, serta terencana secara matang,&quot; ujar Sri dalam Bloomberg CEO Forum - G20 Side Event di Bali, Jumat (11/11/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Bocorkan Bekal Indonesia Hadapi Ancaman Badai Ekonomi
Kendati demikian, untuk dikatakan terencana secara matang pun menurutnya sedikit ambisius.

Sri mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa mengontrol segalanya.

Sehingga, dalam hal ini, dia memahami langkah yang diambil The Fed.
&quot;The Fed melihat inflasi naik, tentu saja mereka berpikir pada saat itu bahwa hal ini hanya bersifat sementara dengan adanya disrupsi suplai pasca pandemi, diakselerasi dengan adanya konflik Rusia-Ukraina,&quot; ungkap Sri.

Dia mengatakan bahwa kondisi ini kemudian mendorong respon yang sedemikian besar dari The Fed dengan meningkatkan suku bunganya dalam kecepatan yang sangat tinggi.

Dengan hal itu, maka konsekuensi terhadap seluruh dunia menjadi sangat jelas.

&quot;Suka atau tidak suka, dolar AS masih menjadi transaksi denominasi di dunia, jadi dolar yang lebih kuat tentunya akan menciptakan lemahnya mata uang lokal. Itu kemudian mendorong imported inflation. tapi, ini bukanlah satu-satunya pelaku. Kita juga tahu bahwa inflasi bukan hanya karena dolar menguat, tapi juga karena harga pangan dan energi yang melonjak pula,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
