<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Hijau, Indeks Nasdaq Pimpin Penguatan</title><description>Wall Street berada di zona hijau didorong sentimen positif pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/278/2705976/wall-street-hijau-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/278/2705976/wall-street-hijau-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan"/><item><title>Wall Street Hijau, Indeks Nasdaq Pimpin Penguatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/278/2705976/wall-street-hijau-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/278/2705976/wall-street-hijau-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan</guid><pubDate>Sabtu 12 November 2022 06:58 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/12/278/2705976/wall-street-hijau-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan-JyHr2kMhp5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/12/278/2705976/wall-street-hijau-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan-JyHr2kMhp5.jpg</image><title>Wall Street ditutup menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street berada di zona hijau didorong sentimen positif pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS memperpanjang reli setelah angka inflasi yang lemah meningkatkan harapan Federal Reserve (Fed) akan menjadi kurang agresif dengan kenaikan suku bunganya.
Melansir Antara, Sabtu (12/11/2022), indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 32,49 poin atau 0,10%, menjadi menetap di 33.747,86 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 terangkat 36,56 poin atau 0,92%, menjadi berakhir di 3.992,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 209,18 poin atau 1,88%, menjadi ditutup pada 11.323,33 poin.
BACA JUGA:Wall Street Pesta Pora Usai Inflasi AS Melandai

Enam dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor energi dan komunikasi masing-masing melonjak 3,06% dan 2,48%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan turun 1,28%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
Untuk minggu ini Indeks Dow Jones terangkat 4,1%, Indeks S&amp;amp;P 500 melonjak 5,9% dan Indeks Nasdaq melambung 8,1%. Ini adalah kenaikan mingguan terbesar S&amp;amp;P 500 sejak Juni dan kenaikan mingguan terbesar Nasdaq sejak Maret.
BACA JUGA:Wall Street Lesu Usai Saham Walt Disney dan Tesla Anjlok 

Reaksi pasar di atas muncul ketika tanda-tanda menggembirakan dalam inflasi AS meningkatkan harapan untuk kenaikan suku bunga yang kurang agresif dari Federal Reserve.
Data yang dirilis Kamis (10/11/2022) menunjukkan indeks harga konsumen inti dan utama untuk Oktober naik lebih rendah dari yang diperkirakan, mendorong inflasi tingkat tahunan turun dari bulan sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTEyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tingkat inflasi tahun-ke-tahun melambat menjadi 7,7% untuk bacaan  utama, dari 8,2% pada September. Tingkat inflasi inti melambat menjadi  6,3% pada Oktober secara tahun ke tahun dari 6,6% di bulan sebelumnya.
&quot;Apa yang benar-benar kita lihat hari ini hanyalah tindak lanjut dari  kemarin. Ada banyak uang yang disimpan di luar pasar yang masuk  kembali,&quot; kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls &amp;amp; Snyder, Tim  Ghriskey, di New York seperti dikutip oleh Reuters.
Investor memperkirakan peluang 81% untuk kenaikan suku bunga 50 basis  poin pada Desember dan peluang 19% untuk kenaikan 75 basis poin,  menurut alat CME Fedwatch.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street berada di zona hijau didorong sentimen positif pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS memperpanjang reli setelah angka inflasi yang lemah meningkatkan harapan Federal Reserve (Fed) akan menjadi kurang agresif dengan kenaikan suku bunganya.
Melansir Antara, Sabtu (12/11/2022), indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 32,49 poin atau 0,10%, menjadi menetap di 33.747,86 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 terangkat 36,56 poin atau 0,92%, menjadi berakhir di 3.992,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq menguat 209,18 poin atau 1,88%, menjadi ditutup pada 11.323,33 poin.
BACA JUGA:Wall Street Pesta Pora Usai Inflasi AS Melandai

Enam dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor energi dan komunikasi masing-masing melonjak 3,06% dan 2,48%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor perawatan kesehatan turun 1,28%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
Untuk minggu ini Indeks Dow Jones terangkat 4,1%, Indeks S&amp;amp;P 500 melonjak 5,9% dan Indeks Nasdaq melambung 8,1%. Ini adalah kenaikan mingguan terbesar S&amp;amp;P 500 sejak Juni dan kenaikan mingguan terbesar Nasdaq sejak Maret.
BACA JUGA:Wall Street Lesu Usai Saham Walt Disney dan Tesla Anjlok 

Reaksi pasar di atas muncul ketika tanda-tanda menggembirakan dalam inflasi AS meningkatkan harapan untuk kenaikan suku bunga yang kurang agresif dari Federal Reserve.
Data yang dirilis Kamis (10/11/2022) menunjukkan indeks harga konsumen inti dan utama untuk Oktober naik lebih rendah dari yang diperkirakan, mendorong inflasi tingkat tahunan turun dari bulan sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTEyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tingkat inflasi tahun-ke-tahun melambat menjadi 7,7% untuk bacaan  utama, dari 8,2% pada September. Tingkat inflasi inti melambat menjadi  6,3% pada Oktober secara tahun ke tahun dari 6,6% di bulan sebelumnya.
&quot;Apa yang benar-benar kita lihat hari ini hanyalah tindak lanjut dari  kemarin. Ada banyak uang yang disimpan di luar pasar yang masuk  kembali,&quot; kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls &amp;amp; Snyder, Tim  Ghriskey, di New York seperti dikutip oleh Reuters.
Investor memperkirakan peluang 81% untuk kenaikan suku bunga 50 basis  poin pada Desember dan peluang 19% untuk kenaikan 75 basis poin,  menurut alat CME Fedwatch.</content:encoded></item></channel></rss>
