<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KTT ASEAN Plus Three Fokus Atasi Krisis Pangan dan Resesi Ekonomi</title><description>KTT ASEAN Plus Three (APT) fokus mengatasi krisis pangan dan resesi ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/320/2706093/ktt-asean-plus-three-fokus-atasi-krisis-pangan-dan-resesi-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/320/2706093/ktt-asean-plus-three-fokus-atasi-krisis-pangan-dan-resesi-ekonomi"/><item><title>KTT ASEAN Plus Three Fokus Atasi Krisis Pangan dan Resesi Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/320/2706093/ktt-asean-plus-three-fokus-atasi-krisis-pangan-dan-resesi-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/320/2706093/ktt-asean-plus-three-fokus-atasi-krisis-pangan-dan-resesi-ekonomi</guid><pubDate>Sabtu 12 November 2022 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/12/320/2706093/ktt-asean-plus-three-fokus-atasi-krisis-pangan-dan-resesi-ekonomi-vvkaReLNTw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga hadiri KTT APT (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/12/320/2706093/ktt-asean-plus-three-fokus-atasi-krisis-pangan-dan-resesi-ekonomi-vvkaReLNTw.jpg</image><title>Menko Airlangga hadiri KTT APT (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - KTT ASEAN Plus Three (APT) fokus mengatasi krisis pangan dan resesi ekonomi. KTT ASEAN Plus Three merupakan pertemuan antara pemimpin ASEAN ditambah dengan pemimpin RRT, Jepang, dan Republik Korea.
Kerja sama APT telah dimulai sejak terjadinya krisis keuangan pada tahun 1997 dan saat ini menjadi jangkar resilensi ekonomi di kawasan.
BACA JUGA:Pemimpin ASEAN Beri Peringatan pada Junta Militer Myanmar Soal Implementasi 5 PC

&amp;ldquo;APT-lah yang menyelamatkan kita dari krisis keuangan global 2008. Solidaritas dan kerja sama yang membuat ekonomi kawasan mampu bertahan. Sekarang kita kembali diuji dengan krisis global yang lebih dahsyat. Saya sangat percaya dengan spirit yang sama kita mampu menghadapi krisis saat ini,&amp;rdquo; ucap Presiden Joko Widodo, Sabtu (12/11/2022).
Menurutnya, ada tiga fokus utama yang harus disiapkan oleh APT yakni terkait dengan penanganan krisis pangan, resesi ekonomi, serta stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan.
&amp;ldquo;Pertama, krisis pangan harus dihindari, mekanisme ketahanan pangan kawasan harus diperkuat, dan cadangan beras darurat APT harus ditingkatkan,&amp;rdquo; jelas Presiden Joko Widodo.
BACA JUGA:Jokowi Dorong Persatuan dan Kerja Sama ASEAN Plus Three untuk Hadapi Krisis Global

Presiden juga menyampaikan langkah-langkah untuk penguatan mekanisme ketahanan pangan selain peningkatan cadangan beras darurat APT yakni terkait dengan teknologi produksi beras berkelanjutan yang mutlak diperlukan serta keharusan integrasi kapasitas produksi dengan sistem logistik anggota APT untuk mengamankan rantai pasok dan stabilisasi harga beras.
Dalam pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN sebelumnya, Menko Airlangga menjelaskan bahwa isu ketahanan pangan juga akan diangkat menjadi salah satu prioritas ekonomi pada masa Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi krisis pangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMi81LzE1Njc1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terkait dengan langkah antisipasi resesi ekonomi di kawasan, Presiden  Joko Widodo menyampaikan bahwa berbagai perangkat finansial anggota APT  harus dijalankan dengan saling bersinergi, khususnya melalui Chiang Mai  Initiative Multilateralisation. Juga ditekankan mengenai pentingnya  penguatan infrastruktur keuangan nasional melalui koordinasi yang erat  antar lembaga keuangan dan bank sentral, peningkatan mobilisasi sumber  daya domestik, dan kecermatan menjaga inflasi.
Presiden Joko Widodo juga menjelaskan bahwa stabilitas, keamanan dan perdamaian di kawasan mutlak diperlukan dan menekankan agar hukum internasional untuk selalu dihormati. Sementara itu, kompetisi juga harus dikelola dengan baik sehingga tidak berubah menjadi konflik.&amp;ldquo;Apabila kita mampu melakukan semua itu, saya yakin kawasan kita akan terus menjadi epicentrum of growth,&amp;rdquo; pungkas Presiden Joko Widodo.Turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam KTT ASEAN Plus Three ke-25 yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.</description><content:encoded>JAKARTA - KTT ASEAN Plus Three (APT) fokus mengatasi krisis pangan dan resesi ekonomi. KTT ASEAN Plus Three merupakan pertemuan antara pemimpin ASEAN ditambah dengan pemimpin RRT, Jepang, dan Republik Korea.
Kerja sama APT telah dimulai sejak terjadinya krisis keuangan pada tahun 1997 dan saat ini menjadi jangkar resilensi ekonomi di kawasan.
BACA JUGA:Pemimpin ASEAN Beri Peringatan pada Junta Militer Myanmar Soal Implementasi 5 PC

&amp;ldquo;APT-lah yang menyelamatkan kita dari krisis keuangan global 2008. Solidaritas dan kerja sama yang membuat ekonomi kawasan mampu bertahan. Sekarang kita kembali diuji dengan krisis global yang lebih dahsyat. Saya sangat percaya dengan spirit yang sama kita mampu menghadapi krisis saat ini,&amp;rdquo; ucap Presiden Joko Widodo, Sabtu (12/11/2022).
Menurutnya, ada tiga fokus utama yang harus disiapkan oleh APT yakni terkait dengan penanganan krisis pangan, resesi ekonomi, serta stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan.
&amp;ldquo;Pertama, krisis pangan harus dihindari, mekanisme ketahanan pangan kawasan harus diperkuat, dan cadangan beras darurat APT harus ditingkatkan,&amp;rdquo; jelas Presiden Joko Widodo.
BACA JUGA:Jokowi Dorong Persatuan dan Kerja Sama ASEAN Plus Three untuk Hadapi Krisis Global

Presiden juga menyampaikan langkah-langkah untuk penguatan mekanisme ketahanan pangan selain peningkatan cadangan beras darurat APT yakni terkait dengan teknologi produksi beras berkelanjutan yang mutlak diperlukan serta keharusan integrasi kapasitas produksi dengan sistem logistik anggota APT untuk mengamankan rantai pasok dan stabilisasi harga beras.
Dalam pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN sebelumnya, Menko Airlangga menjelaskan bahwa isu ketahanan pangan juga akan diangkat menjadi salah satu prioritas ekonomi pada masa Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi krisis pangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xMi81LzE1Njc1Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Terkait dengan langkah antisipasi resesi ekonomi di kawasan, Presiden  Joko Widodo menyampaikan bahwa berbagai perangkat finansial anggota APT  harus dijalankan dengan saling bersinergi, khususnya melalui Chiang Mai  Initiative Multilateralisation. Juga ditekankan mengenai pentingnya  penguatan infrastruktur keuangan nasional melalui koordinasi yang erat  antar lembaga keuangan dan bank sentral, peningkatan mobilisasi sumber  daya domestik, dan kecermatan menjaga inflasi.
Presiden Joko Widodo juga menjelaskan bahwa stabilitas, keamanan dan perdamaian di kawasan mutlak diperlukan dan menekankan agar hukum internasional untuk selalu dihormati. Sementara itu, kompetisi juga harus dikelola dengan baik sehingga tidak berubah menjadi konflik.&amp;ldquo;Apabila kita mampu melakukan semua itu, saya yakin kawasan kita akan terus menjadi epicentrum of growth,&amp;rdquo; pungkas Presiden Joko Widodo.Turut hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam KTT ASEAN Plus Three ke-25 yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.</content:encoded></item></channel></rss>
