<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenperin Yakin Ekspor Coklat Tetap Tumbuh meski Ada Resesi</title><description>Kemenperin meyakini ekspor coklat tetap terjaga meski ada ancaman resesi tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/455/2706182/kemenperin-yakin-ekspor-coklat-tetap-tumbuh-meski-ada-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/455/2706182/kemenperin-yakin-ekspor-coklat-tetap-tumbuh-meski-ada-resesi"/><item><title>Kemenperin Yakin Ekspor Coklat Tetap Tumbuh meski Ada Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/455/2706182/kemenperin-yakin-ekspor-coklat-tetap-tumbuh-meski-ada-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/12/455/2706182/kemenperin-yakin-ekspor-coklat-tetap-tumbuh-meski-ada-resesi</guid><pubDate>Sabtu 12 November 2022 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/12/455/2706182/kemenperin-yakin-ekspor-coklat-tetap-tumbuh-meski-ada-resesi-bUnzNBMmmS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenperin yakin ekspor coklat tetap tumbuh (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/12/455/2706182/kemenperin-yakin-ekspor-coklat-tetap-tumbuh-meski-ada-resesi-bUnzNBMmmS.jpeg</image><title>Kemenperin yakin ekspor coklat tetap tumbuh (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kemenperin meyakini ekspor coklat tetap terjaga meski ada ancaman resesi tahun depan. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika optimis ekspor coklat tetap akan terjaga di tengah potensi resesi yang terutama dialami negara-negara Eropa pada 2023 mendatang.
&amp;ldquo;Beda sekali pola konsumsi coklat dengan produk lain. Kalau orang stres, dia akan banyak mengkonsumsi coklat sehingga kita tidak khawatir dengan pertumbuhan ekspornya,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Sabtu (12/11/2022).
BACA JUGA:UMKM Ekspor Benih Ikan Kerapu ke Malaysia Raup Ratusan Juta!

Dia menyebut sebanyak 85% produk kakao intermediate diekspor ke 96 negara atau volumenya mencapai 319,43 ribu ton dengan nilai mencapai USD1,08 miliar.
Kegiatan promosi terkait produk kakao Indonesia berkualitas tinggi pun akan terus dilakukan.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan ini akan meningkatkan konsumsinya. Kita akan terus melakukan sosialisasi kemampuan Indonesia menghasilkan coklat berkualitas,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:Ekspor Naik 21,64%, Mendag Zulhas: Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi RI

Adapun pasar ekspor masih menjadi fokus utama industri kakao intermediate, sementara konsumsi dalam negeri diyakini akan terus bertumbuh seiring dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOS80LzE1NjU5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Ini sudah kita siapkan untuk memenuhi peningkatan permintaan karena  Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke tujuh di dunia.  Dari sisi produksi, kita sudah melakukan penguatan-penguatan dengan  berbagai model pengembangan,&amp;rdquo; katanya.
Pemerintah juga terus membuka investasi pada industri kakao dengan  memberikan insentif, terutama untuk meningkatkan produksi dan utilisasi  setiap pabrik yang saat ini rata-rata baru mencapai 54%.
&amp;ldquo;Jadi ruang produksi masih besar, pasarnya juga terbuka. Sehingga  kita coba ngobrol dengan Kementerian Pertanian juga untuk meningkatkan  bahan baku guna memenuhi kebutuhan,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kemenperin meyakini ekspor coklat tetap terjaga meski ada ancaman resesi tahun depan. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika optimis ekspor coklat tetap akan terjaga di tengah potensi resesi yang terutama dialami negara-negara Eropa pada 2023 mendatang.
&amp;ldquo;Beda sekali pola konsumsi coklat dengan produk lain. Kalau orang stres, dia akan banyak mengkonsumsi coklat sehingga kita tidak khawatir dengan pertumbuhan ekspornya,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Sabtu (12/11/2022).
BACA JUGA:UMKM Ekspor Benih Ikan Kerapu ke Malaysia Raup Ratusan Juta!

Dia menyebut sebanyak 85% produk kakao intermediate diekspor ke 96 negara atau volumenya mencapai 319,43 ribu ton dengan nilai mencapai USD1,08 miliar.
Kegiatan promosi terkait produk kakao Indonesia berkualitas tinggi pun akan terus dilakukan.
&amp;ldquo;Mudah-mudahan ini akan meningkatkan konsumsinya. Kita akan terus melakukan sosialisasi kemampuan Indonesia menghasilkan coklat berkualitas,&amp;rdquo; ucapnya.
BACA JUGA:Ekspor Naik 21,64%, Mendag Zulhas: Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi RI

Adapun pasar ekspor masih menjadi fokus utama industri kakao intermediate, sementara konsumsi dalam negeri diyakini akan terus bertumbuh seiring dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOS80LzE1NjU5MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Ini sudah kita siapkan untuk memenuhi peningkatan permintaan karena  Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke tujuh di dunia.  Dari sisi produksi, kita sudah melakukan penguatan-penguatan dengan  berbagai model pengembangan,&amp;rdquo; katanya.
Pemerintah juga terus membuka investasi pada industri kakao dengan  memberikan insentif, terutama untuk meningkatkan produksi dan utilisasi  setiap pabrik yang saat ini rata-rata baru mencapai 54%.
&amp;ldquo;Jadi ruang produksi masih besar, pasarnya juga terbuka. Sehingga  kita coba ngobrol dengan Kementerian Pertanian juga untuk meningkatkan  bahan baku guna memenuhi kebutuhan,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
