<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Pandemic Fund agar Dunia Lebih Siap Hadapi Pandemi Berikutnya   </title><description>Bank Dunia dan World Health Organization (WHO) mengungkapkan kebutuhan dana USD31,1 miliar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/13/320/2706397/sri-mulyani-pandemic-fund-agar-dunia-lebih-siap-hadapi-pandemi-berikutnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/13/320/2706397/sri-mulyani-pandemic-fund-agar-dunia-lebih-siap-hadapi-pandemi-berikutnya"/><item><title>Sri Mulyani: Pandemic Fund agar Dunia Lebih Siap Hadapi Pandemi Berikutnya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/13/320/2706397/sri-mulyani-pandemic-fund-agar-dunia-lebih-siap-hadapi-pandemi-berikutnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/13/320/2706397/sri-mulyani-pandemic-fund-agar-dunia-lebih-siap-hadapi-pandemi-berikutnya</guid><pubDate>Minggu 13 November 2022 10:04 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/13/320/2706397/sri-mulyani-pandemic-fund-agar-dunia-lebih-siap-hadapi-pandemi-berikutnya-9TrIMEouSc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani Soal Manfaat Pandemic Fund. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/13/320/2706397/sri-mulyani-pandemic-fund-agar-dunia-lebih-siap-hadapi-pandemi-berikutnya-9TrIMEouSc.jpg</image><title>Sri Mulyani Soal Manfaat Pandemic Fund. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)</title></images><description>BALI - Bank Dunia dan World Health Organization (WHO) mengungkapkan kebutuhan dana USD31,1 miliar per tahun agar negara-negara di dunia lebih siap menghadapi pandemi di masa mendatang. Selain itu, masih ada pendanaan yang bisa diperoleh dari lembaga internasional.
&quot;Di level nasional sendiri yang sudah dianggarkan oleh negara-negara sekitar USD20,6 miliar. Artinya masih ada gap sebesar USD10,5 miliar per tahun,&quot; ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam konferensi pers 2nd Joint Finance and Health Ministers Meeting (2nd JFHMM) di Nusa Dua, Sabtu malam (12/11/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Alasan RI Gaungkan Pandemic Fund ke Negara-Negara G20
Dia menyebutkan, dengan angka yang terkumpul sebesar USD1,37 miliar saat ini, negara-negara anggota G20 masih membutuhkan dana sebesar USD9,1 miliar untuk memenuhi gap tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani: Dana Pandemi agar Dunia Lebih Siap di Masa Depan
&quot;Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak PR yang kita miliki. Pandemic fund ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi lebih banyak lagi investasi yang diberikan, agar dunia bisa lebih siap menghadapi pandemi berikutnya,&quot; ungkap Sri.Terlebih, pembentukan Pandemic Fund pada mulanya didorong oleh kesadaran bersama bahwa tidak semua negara memiliki kapasitas keuangan yang memadai untuk menghadapi pandemi. Sehingga, pembentukan pendanaan ini diharapkan bisa membuat dunia menjadi lebih siap menangani pandemi lain yang akan datang di masa depan.
&quot;Pendanaan ini harus inklusif dan memberikan perhatian lebih bagi negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, supaya mereka bisa membangun kapasitasnya dalam menghadapi ancaman pandemi di masa mendatang,&quot; tandas Sri.</description><content:encoded>BALI - Bank Dunia dan World Health Organization (WHO) mengungkapkan kebutuhan dana USD31,1 miliar per tahun agar negara-negara di dunia lebih siap menghadapi pandemi di masa mendatang. Selain itu, masih ada pendanaan yang bisa diperoleh dari lembaga internasional.
&quot;Di level nasional sendiri yang sudah dianggarkan oleh negara-negara sekitar USD20,6 miliar. Artinya masih ada gap sebesar USD10,5 miliar per tahun,&quot; ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam konferensi pers 2nd Joint Finance and Health Ministers Meeting (2nd JFHMM) di Nusa Dua, Sabtu malam (12/11/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Alasan RI Gaungkan Pandemic Fund ke Negara-Negara G20
Dia menyebutkan, dengan angka yang terkumpul sebesar USD1,37 miliar saat ini, negara-negara anggota G20 masih membutuhkan dana sebesar USD9,1 miliar untuk memenuhi gap tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani: Dana Pandemi agar Dunia Lebih Siap di Masa Depan
&quot;Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak PR yang kita miliki. Pandemic fund ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi lebih banyak lagi investasi yang diberikan, agar dunia bisa lebih siap menghadapi pandemi berikutnya,&quot; ungkap Sri.Terlebih, pembentukan Pandemic Fund pada mulanya didorong oleh kesadaran bersama bahwa tidak semua negara memiliki kapasitas keuangan yang memadai untuk menghadapi pandemi. Sehingga, pembentukan pendanaan ini diharapkan bisa membuat dunia menjadi lebih siap menangani pandemi lain yang akan datang di masa depan.
&quot;Pendanaan ini harus inklusif dan memberikan perhatian lebih bagi negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, supaya mereka bisa membangun kapasitasnya dalam menghadapi ancaman pandemi di masa mendatang,&quot; tandas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
