<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Data Neraca Dagang Jadi Katalis IHSG Pekan Ini</title><description>Data negara dagang menjadi katalis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/278/2706971/data-neraca-dagang-jadi-katalis-ihsg-pekan-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/278/2706971/data-neraca-dagang-jadi-katalis-ihsg-pekan-ini"/><item><title>Data Neraca Dagang Jadi Katalis IHSG Pekan Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/278/2706971/data-neraca-dagang-jadi-katalis-ihsg-pekan-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/278/2706971/data-neraca-dagang-jadi-katalis-ihsg-pekan-ini</guid><pubDate>Senin 14 November 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/14/278/2706971/data-neraca-dagang-jadi-katalis-ihsg-pekan-ini-akYP8U7hDP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Data neraca dagang jadi katalis IHSG (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/14/278/2706971/data-neraca-dagang-jadi-katalis-ihsg-pekan-ini-akYP8U7hDP.jpg</image><title>Data neraca dagang jadi katalis IHSG (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Data negara dagang menjadi katalis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini. IHSG pekan ini diprediksi akan melanjutkan penguatan tertopang 3 sentimen domestik yakni surplus neraca perdagangan Oktober yang diprediksi masih akan berlanjut, keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan dan perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan, market pekan ini juga akan tertopang 2 sentimen eksternal berupa ekspektasi Bank Sentral Amerika yang akan menurunkan keagresifannya dalam menaikkan suku bunga acuan dan harga komoditas.
BACA JUGA:306 Saham Menguat, IHSG Naik ke 7.096 di Pembukaan Perdagangan 

&quot;Pada Oktober surplus neraca perdagangan diprediksi masih akan berlanjut. Menurut konsensus Bloomberg, surplus neraca perdagangan diprediksi sebesar USD4,5 miliar. Surplus neraca perdagangan diprediksi akan menjadi sentimen cukup positif bagi IHSG dan Rupiah,&quot; tegas Mino dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (14/11/2022).
&quot;Surplus ini tercatat di net ekspor-impor GDP kita. Kalau semakin gede netnya atau surplus maka akan positif untuk ekonomi kita,&quot; imbuhnya.
BACA JUGA:IHSG Akan Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini 

Optimisme penguatan IHSG pekan ini juga akan tertopang keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan. Mino menjelaskan pasca kembali dinaikkannya suku bunga acuan di Amerika sebesar 75 bps menjadi 4% diprediksi akan membuat Bank Indonesia dalam pertemuan dua hari 16-17 November akan kembali menaikkan suku bunga acuan.
&quot;Menurut konsensus Bloomberg Bank Indonesia diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25%,&quot; kata Mino.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi lain, pergerakan IHSG yang positif pada pekan ini juga akan  tertopang perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika. Ia  menjelaskan data inflasi Oktober yang lebih rendah dari ekspektasi dan  memberikan sinyal bahwa inflasi di Amerika sudah melewati masa puncaknya  diprediksi akan membuat nilai tukar dolar Amerika terhadap mata uang  utama lainnya kembali melemah. Adapun pelemahan tersebut tidak terlepas  dari ekspektasi bahwa The Fed akan lebih lunak dalam menaikan suku bunga  acuan.
Sementara itu, sentimen penopang lainnya dari sisi eksternal yakni  ekspektasi Bank Sentral Amerika yang akan menurunkan keagresifannya  dalam menaikkan suku bunga acuan
&quot;Pada pertemuan yang akan dilaksanakan oleh bank sentral Amerika pada  pertengahan Desember nanti, The Fed diprediksikan hanya akan menaikkan  suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5.25% setelah dalam empat  pertemuan sebelumnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps secara  berturut-turut,&quot; jelas Mino.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Data negara dagang menjadi katalis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini. IHSG pekan ini diprediksi akan melanjutkan penguatan tertopang 3 sentimen domestik yakni surplus neraca perdagangan Oktober yang diprediksi masih akan berlanjut, keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan dan perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan, market pekan ini juga akan tertopang 2 sentimen eksternal berupa ekspektasi Bank Sentral Amerika yang akan menurunkan keagresifannya dalam menaikkan suku bunga acuan dan harga komoditas.
BACA JUGA:306 Saham Menguat, IHSG Naik ke 7.096 di Pembukaan Perdagangan 

&quot;Pada Oktober surplus neraca perdagangan diprediksi masih akan berlanjut. Menurut konsensus Bloomberg, surplus neraca perdagangan diprediksi sebesar USD4,5 miliar. Surplus neraca perdagangan diprediksi akan menjadi sentimen cukup positif bagi IHSG dan Rupiah,&quot; tegas Mino dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (14/11/2022).
&quot;Surplus ini tercatat di net ekspor-impor GDP kita. Kalau semakin gede netnya atau surplus maka akan positif untuk ekonomi kita,&quot; imbuhnya.
BACA JUGA:IHSG Akan Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini 

Optimisme penguatan IHSG pekan ini juga akan tertopang keputusan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan. Mino menjelaskan pasca kembali dinaikkannya suku bunga acuan di Amerika sebesar 75 bps menjadi 4% diprediksi akan membuat Bank Indonesia dalam pertemuan dua hari 16-17 November akan kembali menaikkan suku bunga acuan.
&quot;Menurut konsensus Bloomberg Bank Indonesia diprediksi akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25%,&quot; kata Mino.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi lain, pergerakan IHSG yang positif pada pekan ini juga akan  tertopang perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika. Ia  menjelaskan data inflasi Oktober yang lebih rendah dari ekspektasi dan  memberikan sinyal bahwa inflasi di Amerika sudah melewati masa puncaknya  diprediksi akan membuat nilai tukar dolar Amerika terhadap mata uang  utama lainnya kembali melemah. Adapun pelemahan tersebut tidak terlepas  dari ekspektasi bahwa The Fed akan lebih lunak dalam menaikan suku bunga  acuan.
Sementara itu, sentimen penopang lainnya dari sisi eksternal yakni  ekspektasi Bank Sentral Amerika yang akan menurunkan keagresifannya  dalam menaikkan suku bunga acuan
&quot;Pada pertemuan yang akan dilaksanakan oleh bank sentral Amerika pada  pertengahan Desember nanti, The Fed diprediksikan hanya akan menaikkan  suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5.25% setelah dalam empat  pertemuan sebelumnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps secara  berturut-turut,&quot; jelas Mino.</content:encoded></item></channel></rss>
