<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan WIKA Gedung (WEGE) Turun 31,5% Jadi Rp1,67 Triliun</title><description>Pendapatan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) turun 31,56% menjadi Rp1,67 triliun pada kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/278/2707056/pendapatan-wika-gedung-wege-turun-31-5-jadi-rp1-67-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/278/2707056/pendapatan-wika-gedung-wege-turun-31-5-jadi-rp1-67-triliun"/><item><title>Pendapatan WIKA Gedung (WEGE) Turun 31,5% Jadi Rp1,67 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/278/2707056/pendapatan-wika-gedung-wege-turun-31-5-jadi-rp1-67-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/278/2707056/pendapatan-wika-gedung-wege-turun-31-5-jadi-rp1-67-triliun</guid><pubDate>Senin 14 November 2022 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/14/278/2707056/pendapatan-wika-gedung-wege-turun-31-5-jadi-rp1-67-triliun-BiyKlhEUl4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan WEGE alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/14/278/2707056/pendapatan-wika-gedung-wege-turun-31-5-jadi-rp1-67-triliun-BiyKlhEUl4.jpg</image><title>Pendapatan WEGE alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pendapatan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) turun 31,56% menjadi Rp1,67 triliun pada kuartal III 2022. Pendapatan WEGE turun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp2,44 triliun.
Direktur Utama WEGE Hadian Pramudita mengatakan, pendapatan tersebut disokong oleh pendapatan dari konstruksi sebesar Rp1,49 triliun yang merupakan penyokong utama kinerja WEGE. Disusul, investasi &amp;amp; konsesi sebesar Rp39,47 miliar dan industri modular sebesar Rp148,44 miliar, yang menguat masing-masing 56% dan 81% secara tahunan.
BACA JUGA:Omzet Turun, Laba WIKA Gedung (WEGE) Jadi Rp91,98 Miliar di Kuartal III-2022

&amp;ldquo;Hal ini menunjukkan bahwa bisnis konsesi dan industri modular yang merupakan bagian dari strategi bisnis perseroan (backward &amp;amp; forward), berhasil dalam menopang pendapatan perseroan (core business),&amp;rdquo;ujarnya di Jakarta, kemarin
Sejalan dengan pendapatan yang turun, laba periode berjalan WEGE juga terkoreksi 38,76% menjadi Rp92,67 miliar dibandingkan dengan kuartal III tahun 2021 yang tercatat senilai Rp151,48 miliar. Menurut Hadian, meskipun pendapatan WEGE mengalami kontraksi secara tahunan, namun perseroan mampu menjaga gross profit margin di level 8,59%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Laba Bersih WIKA Gedung (WEGE) Turun 36% Jadi Rp64,518 Miliar

Dengan operating profit margin di level 5,34% dan net profit margin di level 5,54% ditopang dari pendapatan lainnya. Kondisi lain yang membuat WEGE tetap memberikan performa terbaiknya adalah dari sisi rasio leverege, dengan DER WEGE saat ini sebesar 1,20 kali, gearing ratio sebesar 0,30 kali, dan current ratio sebesar 2,03 kali menunjukkan WEGE memiliki tingkat likuiditas dan fundamental yang sehat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun, kas dan setara kas per 30 September 2022 WEGE mencapai  Rp428,10 miliar dengan total ekuitas senilai Rp2,39 triliun dan total  aset sebesar Rp5,25 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan kontrak  baru hingga Rp7,1 triliun. Perseroan sendiri mengaku optimis target  kontrak baru bakal terealisasi. Dimana target kontrak dibagi berdasarkan  tipe owner yaitu sebesar Rp3,81 triliun atau 53,62% berasal dari proyek  pemerintah, sebesar Rp2,31 triliun atau 30,26% berasal dari BUMN,  sebesar Rp980 miliar atau 13,79% berasal dari swasta.
Dari tipe konstruksi target Rp7,1 triliun terdiri dari public  facilities sebesar Rp3,35 triliun atau 47,22%. Sementara itu, sebesar  Rp2,6 triliun atau 36,59% berasal dari office, sebesar Rp730 miliar atau  10,27% berasal dari lini bisnis commercial, dan residensial sebesar  Rp420 miliar atau 5,91%. Strategi WEGE dalam mencapai kontrak baru  sebesar Rp7,1 triliun yakni fokus pada proyek-proyek yang masuk dalam  sasaran tahun lalu namun bergeser ke tahun 2022.
WEGE juga menggunakan teknologi di bidang IT seperti Building  Information Modeling (BIM) yang sudah diterapkan pada 25 proyek dengan  nilai total Rp7,3 triliun, teknologi modeling ini membantu dalam  mempermudah perhitungan volume pekerjaan secara cepat dan akurat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pendapatan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) turun 31,56% menjadi Rp1,67 triliun pada kuartal III 2022. Pendapatan WEGE turun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp2,44 triliun.
Direktur Utama WEGE Hadian Pramudita mengatakan, pendapatan tersebut disokong oleh pendapatan dari konstruksi sebesar Rp1,49 triliun yang merupakan penyokong utama kinerja WEGE. Disusul, investasi &amp;amp; konsesi sebesar Rp39,47 miliar dan industri modular sebesar Rp148,44 miliar, yang menguat masing-masing 56% dan 81% secara tahunan.
BACA JUGA:Omzet Turun, Laba WIKA Gedung (WEGE) Jadi Rp91,98 Miliar di Kuartal III-2022

&amp;ldquo;Hal ini menunjukkan bahwa bisnis konsesi dan industri modular yang merupakan bagian dari strategi bisnis perseroan (backward &amp;amp; forward), berhasil dalam menopang pendapatan perseroan (core business),&amp;rdquo;ujarnya di Jakarta, kemarin
Sejalan dengan pendapatan yang turun, laba periode berjalan WEGE juga terkoreksi 38,76% menjadi Rp92,67 miliar dibandingkan dengan kuartal III tahun 2021 yang tercatat senilai Rp151,48 miliar. Menurut Hadian, meskipun pendapatan WEGE mengalami kontraksi secara tahunan, namun perseroan mampu menjaga gross profit margin di level 8,59%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Laba Bersih WIKA Gedung (WEGE) Turun 36% Jadi Rp64,518 Miliar

Dengan operating profit margin di level 5,34% dan net profit margin di level 5,54% ditopang dari pendapatan lainnya. Kondisi lain yang membuat WEGE tetap memberikan performa terbaiknya adalah dari sisi rasio leverege, dengan DER WEGE saat ini sebesar 1,20 kali, gearing ratio sebesar 0,30 kali, dan current ratio sebesar 2,03 kali menunjukkan WEGE memiliki tingkat likuiditas dan fundamental yang sehat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Adapun, kas dan setara kas per 30 September 2022 WEGE mencapai  Rp428,10 miliar dengan total ekuitas senilai Rp2,39 triliun dan total  aset sebesar Rp5,25 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan kontrak  baru hingga Rp7,1 triliun. Perseroan sendiri mengaku optimis target  kontrak baru bakal terealisasi. Dimana target kontrak dibagi berdasarkan  tipe owner yaitu sebesar Rp3,81 triliun atau 53,62% berasal dari proyek  pemerintah, sebesar Rp2,31 triliun atau 30,26% berasal dari BUMN,  sebesar Rp980 miliar atau 13,79% berasal dari swasta.
Dari tipe konstruksi target Rp7,1 triliun terdiri dari public  facilities sebesar Rp3,35 triliun atau 47,22%. Sementara itu, sebesar  Rp2,6 triliun atau 36,59% berasal dari office, sebesar Rp730 miliar atau  10,27% berasal dari lini bisnis commercial, dan residensial sebesar  Rp420 miliar atau 5,91%. Strategi WEGE dalam mencapai kontrak baru  sebesar Rp7,1 triliun yakni fokus pada proyek-proyek yang masuk dalam  sasaran tahun lalu namun bergeser ke tahun 2022.
WEGE juga menggunakan teknologi di bidang IT seperti Building  Information Modeling (BIM) yang sudah diterapkan pada 25 proyek dengan  nilai total Rp7,3 triliun, teknologi modeling ini membantu dalam  mempermudah perhitungan volume pekerjaan secara cepat dan akurat.</content:encoded></item></channel></rss>
