<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta KTT G20 di Bali, Nomor 5 Indonesia Jadi Titik Terang</title><description>Ditunjuk menjadi Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah momentum bersejarah bagi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707074/7-fakta-ktt-g20-di-bali-nomor-5-indonesia-jadi-titik-terang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707074/7-fakta-ktt-g20-di-bali-nomor-5-indonesia-jadi-titik-terang"/><item><title>7 Fakta KTT G20 di Bali, Nomor 5 Indonesia Jadi Titik Terang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707074/7-fakta-ktt-g20-di-bali-nomor-5-indonesia-jadi-titik-terang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707074/7-fakta-ktt-g20-di-bali-nomor-5-indonesia-jadi-titik-terang</guid><pubDate>Senin 14 November 2022 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/14/320/2707074/7-fakta-ktt-g20-di-bali-nomor-5-indonesia-jadi-titik-terang-8gvJbQVrHG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presidensi G20 Indonesia (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/14/320/2707074/7-fakta-ktt-g20-di-bali-nomor-5-indonesia-jadi-titik-terang-8gvJbQVrHG.jpg</image><title>Presidensi G20 Indonesia (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ditunjuk menjadi Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah momentum bersejarah bagi Indonesia karena kesempatan serupa kemungkinan besar baru dapat terulang sekitar 20 tahun ke depan.
KTT G20 akan dilaksanakan pada 15-16 November di Bali. Para pemimpin dari 20 negara dengan perekonomian terbesar akan berkumpul demi menemukan solusi atas persoalan ekonomi yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan dunia.
Di bawah ini merupakan fakta-fakta KTT G20 yang berhasil Okezone rangkum, Senin (14/11/2022).
BACA JUGA:Kemenhub Pastikan Penerbangan Domestik dan Internasional Berjalan Lancar Selama KTT G20

1.      Akan dihadiri oleh 17 kepada negara anggota G20
KTT G20 akan melibatkan dan dihadiri oleh lebih dari 3.443 delegasi dan 17 kepala negara anggota G20.
Kepala negara G20 yang telah mengonfirmasi kehadirannya yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Prancis, China, Turki, dan Umi Eropa. Sementara 3 kepala negara yang tidak hadir adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.
BACA JUGA:KTT G20, Luhut Singgung Nilai Aset Laut Rp372 Ribu Triliun

2.      Terdapat 3 pilar pembahasan
Berdasarkan penjelasan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara KTT G20, Luhut Binsar Panjaitan, konflik Rusia-Ukraina tidak akan dibahas sebagai materi utama KTT G20, tetapi bisa saja akan dibicarakan dalam side event.
Dalam KTT G20, terdapat 3 pilar pembahasan yang utama, yaitu mengenai arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC80LzE1Njg1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3.      Kekuatan utama G20
Kekuatan utama G20 berasal dari 60% populasi bumi, 60% daratan di  bumi, 75% perdagangan dunia, serta 80%produk domestik bruto (PDB) dunia.
4.      Indonesia menjadi presidensi G20
Menurut Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi,  kesempatan ini hanya datang sekali dalam 20 tahun, jadi Indonesia tentu  ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu dan Indonesia  adalah pemimpin.
&amp;rdquo;Dan kepemimpinan Indonesia atau Presidensi Indonesia kebetulan jatuh  di tengah situasi dunia yang sangat tidak kondusif, Covid-19 belum  usai, ditambah dengan perang yang terjadi di Ukraina sehingga kita  sering bilang sudah lengkaplah, perfectstorm. Nah, disitulah kita diuji  apakah kita mampu menjalankan Presidensi ini dengan baik,&amp;rdquo; ujar Retno.
5.      Bertema Recover Together, Recover Stronger
Tema Recover Together, Recover Stronger yang diangkat Indonesia  sebagai Presidensi G20 sangat tepat menggambarkan visi yang ingin  dicapai, karena persoalan yang dibahas adalah menghadapi keterpurukan  dunia yang meluas akibat pecahnya konflik Rusia-Ukraina yang mengancam  perdamaian dunia serta membawa dunia ke jurang resesi, krisis energi,  dan pangan.6.      Meningkatkan kepercayaan internasional kepada Indonesia
Luhut juga berpendapat bahwa KTT G2O di Bali membentuk kepercayaan   internasioal bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam percaturan   global dan Indonesia merupakan tempat investasi yang sangat-sangat   strategis.
&amp;rdquo;ini terlihat dengan banyaknya permintaan untuk pertemuan bilateral   dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatur pertemuan-pertemuan   bilateral,&amp;rdquo; ucap Luhut.
7.      KTT G20 memberikan dampak signifikan pada perekonomian Indonesia
Diperkirakan, kontribusi KTT G20 mencapai USD533 juta atau sekitar   Rp7,5 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2022.   Sebagian besarnya akan berputar di Bali.
Manfaat berikutnya, konsumsi domestik terdongkrak saat rangkaian forum KTT G20, diperkirakan naik mencapai Rp1,7 triliun.
&amp;rdquo;Dan membangkitkan serapan tenaga kerja hingga lebih 33.000 orang.   Terutama pada sektor transportasi, akomodasi, meeting, insentif   conference exhibition, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),&amp;rdquo;   ujar Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ditunjuk menjadi Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 adalah momentum bersejarah bagi Indonesia karena kesempatan serupa kemungkinan besar baru dapat terulang sekitar 20 tahun ke depan.
KTT G20 akan dilaksanakan pada 15-16 November di Bali. Para pemimpin dari 20 negara dengan perekonomian terbesar akan berkumpul demi menemukan solusi atas persoalan ekonomi yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan dunia.
Di bawah ini merupakan fakta-fakta KTT G20 yang berhasil Okezone rangkum, Senin (14/11/2022).
BACA JUGA:Kemenhub Pastikan Penerbangan Domestik dan Internasional Berjalan Lancar Selama KTT G20

1.      Akan dihadiri oleh 17 kepada negara anggota G20
KTT G20 akan melibatkan dan dihadiri oleh lebih dari 3.443 delegasi dan 17 kepala negara anggota G20.
Kepala negara G20 yang telah mengonfirmasi kehadirannya yakni Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Prancis, China, Turki, dan Umi Eropa. Sementara 3 kepala negara yang tidak hadir adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Brasil Jair Bolsonaro, dan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.
BACA JUGA:KTT G20, Luhut Singgung Nilai Aset Laut Rp372 Ribu Triliun

2.      Terdapat 3 pilar pembahasan
Berdasarkan penjelasan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara KTT G20, Luhut Binsar Panjaitan, konflik Rusia-Ukraina tidak akan dibahas sebagai materi utama KTT G20, tetapi bisa saja akan dibicarakan dalam side event.
Dalam KTT G20, terdapat 3 pilar pembahasan yang utama, yaitu mengenai arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC80LzE1Njg1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3.      Kekuatan utama G20
Kekuatan utama G20 berasal dari 60% populasi bumi, 60% daratan di  bumi, 75% perdagangan dunia, serta 80%produk domestik bruto (PDB) dunia.
4.      Indonesia menjadi presidensi G20
Menurut Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi,  kesempatan ini hanya datang sekali dalam 20 tahun, jadi Indonesia tentu  ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu dan Indonesia  adalah pemimpin.
&amp;rdquo;Dan kepemimpinan Indonesia atau Presidensi Indonesia kebetulan jatuh  di tengah situasi dunia yang sangat tidak kondusif, Covid-19 belum  usai, ditambah dengan perang yang terjadi di Ukraina sehingga kita  sering bilang sudah lengkaplah, perfectstorm. Nah, disitulah kita diuji  apakah kita mampu menjalankan Presidensi ini dengan baik,&amp;rdquo; ujar Retno.
5.      Bertema Recover Together, Recover Stronger
Tema Recover Together, Recover Stronger yang diangkat Indonesia  sebagai Presidensi G20 sangat tepat menggambarkan visi yang ingin  dicapai, karena persoalan yang dibahas adalah menghadapi keterpurukan  dunia yang meluas akibat pecahnya konflik Rusia-Ukraina yang mengancam  perdamaian dunia serta membawa dunia ke jurang resesi, krisis energi,  dan pangan.6.      Meningkatkan kepercayaan internasional kepada Indonesia
Luhut juga berpendapat bahwa KTT G2O di Bali membentuk kepercayaan   internasioal bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam percaturan   global dan Indonesia merupakan tempat investasi yang sangat-sangat   strategis.
&amp;rdquo;ini terlihat dengan banyaknya permintaan untuk pertemuan bilateral   dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatur pertemuan-pertemuan   bilateral,&amp;rdquo; ucap Luhut.
7.      KTT G20 memberikan dampak signifikan pada perekonomian Indonesia
Diperkirakan, kontribusi KTT G20 mencapai USD533 juta atau sekitar   Rp7,5 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2022.   Sebagian besarnya akan berputar di Bali.
Manfaat berikutnya, konsumsi domestik terdongkrak saat rangkaian forum KTT G20, diperkirakan naik mencapai Rp1,7 triliun.
&amp;rdquo;Dan membangkitkan serapan tenaga kerja hingga lebih 33.000 orang.   Terutama pada sektor transportasi, akomodasi, meeting, insentif   conference exhibition, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),&amp;rdquo;   ujar Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
