<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Energi Butuh Dana Besar, Luhut: Indonesia Lagi Nego Kerjasama</title><description>Transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan membutuhkan dana besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707162/transisi-energi-butuh-dana-besar-luhut-indonesia-lagi-nego-kerjasama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707162/transisi-energi-butuh-dana-besar-luhut-indonesia-lagi-nego-kerjasama"/><item><title>Transisi Energi Butuh Dana Besar, Luhut: Indonesia Lagi Nego Kerjasama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707162/transisi-energi-butuh-dana-besar-luhut-indonesia-lagi-nego-kerjasama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707162/transisi-energi-butuh-dana-besar-luhut-indonesia-lagi-nego-kerjasama</guid><pubDate>Senin 14 November 2022 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/14/320/2707162/transisi-energi-butuh-dana-besar-luhut-indonesia-lagi-nego-kerjasama-DoiWtyesdV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut sebut transisi energi butuh dana besar (Foto: Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/14/320/2707162/transisi-energi-butuh-dana-besar-luhut-indonesia-lagi-nego-kerjasama-DoiWtyesdV.jpg</image><title>Luhut sebut transisi energi butuh dana besar (Foto: Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan membutuhkan dana besar. Untuk itu, Indonesia harus mencari patner kerjasama agar transisi energi berjalan mulus.
Upaya transisi energi mulai dilakukan pemerintah. Salah satunya yakni dengan melakukan penyuntikan mati penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara.
BACA JUGA:Bertemu Joe Biden, Erick Thohir: AS Dukung Transisi Energi di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi transisi yang adil dan terjangkau dari batu bara ke energi bersih sebagai prioritas nasional dan memasukkan transisi energi yang didorong oleh mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Luhut: Saya Sangat Percaya Diri Indonesia Bisa Mempercepat Transisi Energi

&quot;Kami siap untuk mengimplementasikan program menuju penurunan bertahap termasuk pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara untuk pengurangan gas rumah kaca yang signifikan untuk target NDC yang lebih ambisius,&quot; kata Luhut dikutip dari siaran pers, Senin (14/11/2022).
Namun demikian, dalam proses transisi tersebut, perlunya pendanaan yang besar agar peralihan tersebut berlangsung cepat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC80LzE1Njg1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini membutuhkan pendanaan internasional untuk bergerak lebih cepat,&quot; katanya.
Adapun, Menko Luhut mengatakan Indonesia saat ini sedang  menyelesaikan negosiasi kerja sama dengan International Partners Group  yang dipimpin oleh Amerika Serikat-Jepang untuk program Kemitraan  Transisi Energi yang adil.
&quot;Saya bangga atas tindakan yang telah dilakukan untuk membiayai transisi ke sistem energi bersih,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan membutuhkan dana besar. Untuk itu, Indonesia harus mencari patner kerjasama agar transisi energi berjalan mulus.
Upaya transisi energi mulai dilakukan pemerintah. Salah satunya yakni dengan melakukan penyuntikan mati penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara.
BACA JUGA:Bertemu Joe Biden, Erick Thohir: AS Dukung Transisi Energi di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi transisi yang adil dan terjangkau dari batu bara ke energi bersih sebagai prioritas nasional dan memasukkan transisi energi yang didorong oleh mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Luhut: Saya Sangat Percaya Diri Indonesia Bisa Mempercepat Transisi Energi

&quot;Kami siap untuk mengimplementasikan program menuju penurunan bertahap termasuk pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara untuk pengurangan gas rumah kaca yang signifikan untuk target NDC yang lebih ambisius,&quot; kata Luhut dikutip dari siaran pers, Senin (14/11/2022).
Namun demikian, dalam proses transisi tersebut, perlunya pendanaan yang besar agar peralihan tersebut berlangsung cepat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC80LzE1Njg1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ini membutuhkan pendanaan internasional untuk bergerak lebih cepat,&quot; katanya.
Adapun, Menko Luhut mengatakan Indonesia saat ini sedang  menyelesaikan negosiasi kerja sama dengan International Partners Group  yang dipimpin oleh Amerika Serikat-Jepang untuk program Kemitraan  Transisi Energi yang adil.
&quot;Saya bangga atas tindakan yang telah dilakukan untuk membiayai transisi ke sistem energi bersih,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
