<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Percepat Swasembada Gula, Pemerintah Bisa Libatkan Investor</title><description>Pemerintah bisa menggaet investor untuk mempercepat swasembada gula konsumsi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707292/percepat-swasembada-gula-pemerintah-bisa-libatkan-investor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707292/percepat-swasembada-gula-pemerintah-bisa-libatkan-investor"/><item><title>Percepat Swasembada Gula, Pemerintah Bisa Libatkan Investor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707292/percepat-swasembada-gula-pemerintah-bisa-libatkan-investor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/14/320/2707292/percepat-swasembada-gula-pemerintah-bisa-libatkan-investor</guid><pubDate>Senin 14 November 2022 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/14/320/2707292/percepat-swasembada-gula-pemerintah-bisa-libatkan-investor-pgHguo33dK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI swasembada gula (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/14/320/2707292/percepat-swasembada-gula-pemerintah-bisa-libatkan-investor-pgHguo33dK.jpg</image><title>RI swasembada gula (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah bisa menggaet investor untuk mempercepat swasembada gula konsumsi. Langkah awal memanfaatkan BUMN dinilai tepat, selanjutnya pemerintah bisa menggaet investor.
Ekonom FEB Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha mengatakan, Kementerian BUMN telah meletakkan pijakan tepat untuk meningkatkan produksi gula nasional dengan membentuk PT Sinergi Gula Nusantara atau Sugar Co, yang merupakan perusahaan khusus gula gabungan dari beberapa unit bisnis PTPN Group.
BACA JUGA:Swasembada Gula Ditargetkan 2027, Petani Tebu Bilang Begini 

&amp;ldquo;Saya kira langkah awal dengan membentuk perusahaan khusus gula dari unit-unit bisnis PTPN Group yang ada itu sudah baik. Ke depan tinggal bagaimana hitungan bisnisnya dan selanjutnya menawarkannya kepada investor,&amp;rdquo; jelas Eugenia, Senin (14/11/2022).
Sama seperti upaya perbaikan besar-besaran terhadap BUMN, Eugenia melihat pembenahan terhadap PTPN Group juga sedang dilakukan. Pembentukan holding gula Sugar Co merupakan salah satu langkah awal penting.
BACA JUGA:5 Fakta Presiden Jokowi Swasembada Gula hingga Kemandirian Energi

Semua unit bisnis gula di PTPN Group akan dipisah dari perusahaan induknya (spin off) untuk kemudian dikonsolidasikan ke dalam Sugar Co. Konsolidasi dilakukan agar perusahaan fokus mengelola bisnisnya dengan baik.
Lebih jauh, Eugenia mengatakan, Sugar Co akan diminati investor atau swasta setelah data-data lengkap dan rencana bisnisnya akurat. Dengan begitu, kebutuhan modal untuk perluasan lahan, pengelolaan lahan tebu, revitalisasi pabrik baru dengan teknologi canggih bisa terpenuhi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNS80LzE1NTU3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Jika Sugar Co berhasil meningkatkan produksi gula, maka tidak hanya  swasembada pangan yang dicapai, tetapi juga mampu menambah produksi  bahan baku industri dan energi. Sekarang yang penting harus fokus  terlebih dahulu pada perbaikan manajemen dan strategi bisnis,&amp;rdquo;  terangnya.
Ke depan, industri gula tidak hanya akan menciptakan kemandirian  pangan, tetapi juga memberikan pengaruh positif bagi perekonomian secara  luas. Tebu yang diolah bisa menghasilkan etanol, yang merupakan BBM  ramah lingkungan. Dengan begitu, transisi energi baru terbarukan (EBT)  yang dicanangkan pemerintah dapat terwujud dengan baik. Bahkan dalam  jangka panjang bisa  mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
&amp;ldquo;Usaha Menteri BUMN membentuk holding ini bagus dan sesuai janji  awal. Saya kira akan lebih baik dan efisien jika menggandeng pihak  swasta. Otomatis kalau perusahaan efisien, target-target seperti  swasembada dan diversifikasi produk menjadi etanol bisa tercapai. Kalau  tidak dikelola secara profesional, maka semuanya omong kosong,&amp;rdquo; jelas  Eugenia.
Dia melanjutkan, Indonesia bisa mengembalikan masa kejayaan gula  nasional seperti pada era 1930-1940-an ketika Indonesia saat itu  berhasil menjadi salah satu eksportir gula terbesar di dunia. Namun,  untuk mencapainya butuh komitmen dan keseriusan semua pihak</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah bisa menggaet investor untuk mempercepat swasembada gula konsumsi. Langkah awal memanfaatkan BUMN dinilai tepat, selanjutnya pemerintah bisa menggaet investor.
Ekonom FEB Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha mengatakan, Kementerian BUMN telah meletakkan pijakan tepat untuk meningkatkan produksi gula nasional dengan membentuk PT Sinergi Gula Nusantara atau Sugar Co, yang merupakan perusahaan khusus gula gabungan dari beberapa unit bisnis PTPN Group.
BACA JUGA:Swasembada Gula Ditargetkan 2027, Petani Tebu Bilang Begini 

&amp;ldquo;Saya kira langkah awal dengan membentuk perusahaan khusus gula dari unit-unit bisnis PTPN Group yang ada itu sudah baik. Ke depan tinggal bagaimana hitungan bisnisnya dan selanjutnya menawarkannya kepada investor,&amp;rdquo; jelas Eugenia, Senin (14/11/2022).
Sama seperti upaya perbaikan besar-besaran terhadap BUMN, Eugenia melihat pembenahan terhadap PTPN Group juga sedang dilakukan. Pembentukan holding gula Sugar Co merupakan salah satu langkah awal penting.
BACA JUGA:5 Fakta Presiden Jokowi Swasembada Gula hingga Kemandirian Energi

Semua unit bisnis gula di PTPN Group akan dipisah dari perusahaan induknya (spin off) untuk kemudian dikonsolidasikan ke dalam Sugar Co. Konsolidasi dilakukan agar perusahaan fokus mengelola bisnisnya dengan baik.
Lebih jauh, Eugenia mengatakan, Sugar Co akan diminati investor atau swasta setelah data-data lengkap dan rencana bisnisnya akurat. Dengan begitu, kebutuhan modal untuk perluasan lahan, pengelolaan lahan tebu, revitalisasi pabrik baru dengan teknologi canggih bisa terpenuhi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNS80LzE1NTU3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Jika Sugar Co berhasil meningkatkan produksi gula, maka tidak hanya  swasembada pangan yang dicapai, tetapi juga mampu menambah produksi  bahan baku industri dan energi. Sekarang yang penting harus fokus  terlebih dahulu pada perbaikan manajemen dan strategi bisnis,&amp;rdquo;  terangnya.
Ke depan, industri gula tidak hanya akan menciptakan kemandirian  pangan, tetapi juga memberikan pengaruh positif bagi perekonomian secara  luas. Tebu yang diolah bisa menghasilkan etanol, yang merupakan BBM  ramah lingkungan. Dengan begitu, transisi energi baru terbarukan (EBT)  yang dicanangkan pemerintah dapat terwujud dengan baik. Bahkan dalam  jangka panjang bisa  mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
&amp;ldquo;Usaha Menteri BUMN membentuk holding ini bagus dan sesuai janji  awal. Saya kira akan lebih baik dan efisien jika menggandeng pihak  swasta. Otomatis kalau perusahaan efisien, target-target seperti  swasembada dan diversifikasi produk menjadi etanol bisa tercapai. Kalau  tidak dikelola secara profesional, maka semuanya omong kosong,&amp;rdquo; jelas  Eugenia.
Dia melanjutkan, Indonesia bisa mengembalikan masa kejayaan gula  nasional seperti pada era 1930-1940-an ketika Indonesia saat itu  berhasil menjadi salah satu eksportir gula terbesar di dunia. Namun,  untuk mencapainya butuh komitmen dan keseriusan semua pihak</content:encoded></item></channel></rss>
