<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan, Harga Minyak Dunia Anjlok</title><description>Organisasi negara pengekspor minyak bumi (OPEC) memangkas proyeksi permintaan minyak mentah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2707712/opec-pangkas-proyeksi-permintaan-harga-minyak-dunia-anjlok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2707712/opec-pangkas-proyeksi-permintaan-harga-minyak-dunia-anjlok"/><item><title>OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan, Harga Minyak Dunia Anjlok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2707712/opec-pangkas-proyeksi-permintaan-harga-minyak-dunia-anjlok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2707712/opec-pangkas-proyeksi-permintaan-harga-minyak-dunia-anjlok</guid><pubDate>Selasa 15 November 2022 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2707712/opec-pangkas-proyeksi-permintaan-harga-minyak-dunia-anjlok-J9KJgE1mrp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2707712/opec-pangkas-proyeksi-permintaan-harga-minyak-dunia-anjlok-J9KJgE1mrp.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Organisasi negara pengekspor minyak bumi (OPEC) memangkas proyeksi permintaan minyak mentah. Harga minyak dunia pun kembali melanjutkan koreksi pada hari ini.
Harga minyak mentah di Intercontinental Exchange (ICE) kontrak Januari 2023 menurun 0,28% di USD92,88 per barel, setelah anjlok sekitar 3% pada Senin kemarin. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari merosot 0,50% sebesar USD84,73 per barel, setelah terkapar 3,5% pada sesi sebelumnya.
BACA JUGA:Harga Brent dan WTI Naik Didukung Ekspor Minyak Mentah AS

OPEC telah memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2022 menjadi 2,55 juta barel per hari. OPEC menerangkan angka tersebut turun 100.000 bph dari perkiraan sebelumnya, dengan mengutip terdapat sejumlah tantangan ekonomi termasuk lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga.
Pengumuman ini muncul setelah Dana Moneter Internasional atau IMF mengatakan pada Minggu (13/11) bahwa prospek ekonomi global masih tetap suram daripada yang diproyeksikan bulan lalu.
BACA JUGA:Kata Luhut soal Beli Minyak Mentah Rusia

&quot;Ekonomi dunia telah memasuki periode ketidakpastian yang signifikan dan tantangan yang meningkat pada kuartal keempat tahun 2022,&quot; kata OPEC dalam laporannya, dilansir Reuters, Selasa (15/11/2022).
Dari daratan China, pasar minyak telah menyambut baik pengumuman Beijing pada pekan lalu yang akan mengurangi dampak kebijakan nol-Covid mereka untuk memacu aktivitas ekonomi dan permintaan energi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Melansir Reuters, Selasa (15/11/20022), analis ANZ mengatakan hal itu  tidak serta menjadi katalis positif lantaran lonjakan jumlah kasus  terus terjadi dan menjadi risiko penurunan harga.
Sementara itu, Amerika Serikat baru saja melaporkan produksi minyak  serpih mereka. Diketahui, produksi minyak serpih di Permian Basin  mencetak rekor sebesar 5,499 juta barel per hari (bpd) pada bulan  Desember, sebagaimana kata Biro Administrasi Informasi Energi (EIA) AS  pada Senin (14/11).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Organisasi negara pengekspor minyak bumi (OPEC) memangkas proyeksi permintaan minyak mentah. Harga minyak dunia pun kembali melanjutkan koreksi pada hari ini.
Harga minyak mentah di Intercontinental Exchange (ICE) kontrak Januari 2023 menurun 0,28% di USD92,88 per barel, setelah anjlok sekitar 3% pada Senin kemarin. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari merosot 0,50% sebesar USD84,73 per barel, setelah terkapar 3,5% pada sesi sebelumnya.
BACA JUGA:Harga Brent dan WTI Naik Didukung Ekspor Minyak Mentah AS

OPEC telah memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2022 menjadi 2,55 juta barel per hari. OPEC menerangkan angka tersebut turun 100.000 bph dari perkiraan sebelumnya, dengan mengutip terdapat sejumlah tantangan ekonomi termasuk lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga.
Pengumuman ini muncul setelah Dana Moneter Internasional atau IMF mengatakan pada Minggu (13/11) bahwa prospek ekonomi global masih tetap suram daripada yang diproyeksikan bulan lalu.
BACA JUGA:Kata Luhut soal Beli Minyak Mentah Rusia

&quot;Ekonomi dunia telah memasuki periode ketidakpastian yang signifikan dan tantangan yang meningkat pada kuartal keempat tahun 2022,&quot; kata OPEC dalam laporannya, dilansir Reuters, Selasa (15/11/2022).
Dari daratan China, pasar minyak telah menyambut baik pengumuman Beijing pada pekan lalu yang akan mengurangi dampak kebijakan nol-Covid mereka untuk memacu aktivitas ekonomi dan permintaan energi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Melansir Reuters, Selasa (15/11/20022), analis ANZ mengatakan hal itu  tidak serta menjadi katalis positif lantaran lonjakan jumlah kasus  terus terjadi dan menjadi risiko penurunan harga.
Sementara itu, Amerika Serikat baru saja melaporkan produksi minyak  serpih mereka. Diketahui, produksi minyak serpih di Permian Basin  mencetak rekor sebesar 5,499 juta barel per hari (bpd) pada bulan  Desember, sebagaimana kata Biro Administrasi Informasi Energi (EIA) AS  pada Senin (14/11).</content:encoded></item></channel></rss>
