<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Indonesia Oktober 2022 Naik 12,39% Capai Rp386 Triliun   </title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor Indonesia pada Oktober 2022 capai Rp386 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2707761/ekspor-indonesia-oktober-2022-naik-12-39-capai-rp386-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2707761/ekspor-indonesia-oktober-2022-naik-12-39-capai-rp386-triliun"/><item><title>Ekspor Indonesia Oktober 2022 Naik 12,39% Capai Rp386 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2707761/ekspor-indonesia-oktober-2022-naik-12-39-capai-rp386-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2707761/ekspor-indonesia-oktober-2022-naik-12-39-capai-rp386-triliun</guid><pubDate>Selasa 15 November 2022 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2707761/ekspor-indonesia-oktober-2022-naik-12-39-capai-rp386-triliun-A8H8Pay9gv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Indonesia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2707761/ekspor-indonesia-oktober-2022-naik-12-39-capai-rp386-triliun-A8H8Pay9gv.JPG</image><title>Ekspor Indonesia. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor Indonesia pada Oktober 2022 naik 12,30% (year on year/yoy) menjadi USD24,81 miliar atau setara Rp386 triliun. (Kurs: Rp15.569/USD).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan nilai tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar 0,13%.

&quot;Kalau kita lihat total ekspor kita September 2022 ini secara month to month ini USD24,78 miliar kemudian di Oktober ini mengalami peningkatan USD24,81 miliar atau ada kenaikan sebesar 0,13%,&quot; ujar Setianto dalam konferensi pers BPS, Selasa (15/11/2022)
&amp;nbsp;BACA JUGA:BPS: Rata-Rata Upah Pegawai Naik 12,22% pada Agustus
Secara rinci, ekspor untuk migas dari USD1,31 miliar menjadi USD1,38 miliar atau terjadi peningkatan 4,93%, sementara untuk non migas secara month to month ini mengalami penurunan -0,14% dari USD23,47 miliar menjadi USD23,43 miliar.

&quot;itu kalau kita lihat secara month to month, jadi terkait dengan ekspor non migas yang mengalami penurunan sebesar 0,14% terhadap bulan sebelumnya ini dikarenakan penurunan untuk komoditas biji logam, perak dan abu, ini HS26 yang turun sebesar 38,57%,&quot; katanya.

Kemudian mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85 ini juga turun sebesar 5,92%.
Selanjutnya komoditas ketiga yang mengalami penurunan juga yaitu dari kayu atau kode HS47 yang turun 20,58%.

&quot;Penurunan ekspor non migas ini melanjutkan penurunan yang juga terjadi di bulan sebelumnya di bulan September yang lalu, ekspor non migas turun 10,35% terhadap Agustus 2022,&quot; jelasnya.

Sementara itu pada saat yang sama terjadi peningkatan ekspor migas sebesar 4,93% yang didorong oleh peningkatan komoditas gas yang meningkat sebesar 8,34% dan volumenya juga meningkat sebesar 0,74%.

Kemudian hasil minyaknya juga meningkat sebesar 9,02% dan volumenya juga meningkat sebesar 6,91%.

Adapun ekspor non migas secara tahunan juga meningkat 11,45% menjadi USD43 miliar. Untuk migas naik 29,20% dan volumenya naik 8,02% sementara non migas dengan volume 7,95%.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekspor Indonesia pada Oktober 2022 naik 12,30% (year on year/yoy) menjadi USD24,81 miliar atau setara Rp386 triliun. (Kurs: Rp15.569/USD).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan nilai tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar 0,13%.

&quot;Kalau kita lihat total ekspor kita September 2022 ini secara month to month ini USD24,78 miliar kemudian di Oktober ini mengalami peningkatan USD24,81 miliar atau ada kenaikan sebesar 0,13%,&quot; ujar Setianto dalam konferensi pers BPS, Selasa (15/11/2022)
&amp;nbsp;BACA JUGA:BPS: Rata-Rata Upah Pegawai Naik 12,22% pada Agustus
Secara rinci, ekspor untuk migas dari USD1,31 miliar menjadi USD1,38 miliar atau terjadi peningkatan 4,93%, sementara untuk non migas secara month to month ini mengalami penurunan -0,14% dari USD23,47 miliar menjadi USD23,43 miliar.

&quot;itu kalau kita lihat secara month to month, jadi terkait dengan ekspor non migas yang mengalami penurunan sebesar 0,14% terhadap bulan sebelumnya ini dikarenakan penurunan untuk komoditas biji logam, perak dan abu, ini HS26 yang turun sebesar 38,57%,&quot; katanya.

Kemudian mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85 ini juga turun sebesar 5,92%.
Selanjutnya komoditas ketiga yang mengalami penurunan juga yaitu dari kayu atau kode HS47 yang turun 20,58%.

&quot;Penurunan ekspor non migas ini melanjutkan penurunan yang juga terjadi di bulan sebelumnya di bulan September yang lalu, ekspor non migas turun 10,35% terhadap Agustus 2022,&quot; jelasnya.

Sementara itu pada saat yang sama terjadi peningkatan ekspor migas sebesar 4,93% yang didorong oleh peningkatan komoditas gas yang meningkat sebesar 8,34% dan volumenya juga meningkat sebesar 0,74%.

Kemudian hasil minyaknya juga meningkat sebesar 9,02% dan volumenya juga meningkat sebesar 6,91%.

Adapun ekspor non migas secara tahunan juga meningkat 11,45% menjadi USD43 miliar. Untuk migas naik 29,20% dan volumenya naik 8,02% sementara non migas dengan volume 7,95%.</content:encoded></item></channel></rss>
