<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan Sektor Transportasi RI, Menhub Colek Jepang-Korsel</title><description>Budi Karya Sumadi telah melakukan pertemuan bilateral dengan pihak Jepang dan Korea Selatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708018/kembangkan-sektor-transportasi-ri-menhub-colek-jepang-korsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708018/kembangkan-sektor-transportasi-ri-menhub-colek-jepang-korsel"/><item><title>Kembangkan Sektor Transportasi RI, Menhub Colek Jepang-Korsel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708018/kembangkan-sektor-transportasi-ri-menhub-colek-jepang-korsel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708018/kembangkan-sektor-transportasi-ri-menhub-colek-jepang-korsel</guid><pubDate>Selasa 15 November 2022 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2708018/kembangkan-sektor-transportasi-ri-menhub-colek-jepang-korsel-mrvWh3so9q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2708018/kembangkan-sektor-transportasi-ri-menhub-colek-jepang-korsel-mrvWh3so9q.jpg</image><title>Menhub Budi Karya Sumadi (Foto: Kemenhub)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah melakukan pertemuan bilateral dengan pihak Jepang dan Korea Selatan. Pertemuan itu membahas sejumlah kerja sama yang telah berjalan dan juga membahas potensi kerja sama sektor transportasi di masa depan.
Dalam pertemuan bilateral, Menhub bertemu dengan Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang Mori Masafumi pada Selasa. Sebelumnya, pada Senin (14/11/2022) kemarin, Menhub bertemu dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Won Hee-Ryong.
BACA JUGA:Cerita Sandiaga Uno soal Makan Siang KTT G20, Jokowi Minta Hal Ini ke Kanselir Jerman dan PM Australia

Menhub mengatakan, kedua negara ini merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan telah banyak melakukan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, termasuk sektor transportasi.
&amp;ldquo;Saat ini banyak negara yang berkeinginan untuk melakukan investasi membangun infrastruktur transportasi di Indonesia, oleh karenanya kita harus memanfaatkan peluang tersebut,&amp;rdquo; ujar Menhub dalam keterangan tertulis, Selasa (15/11/2022).
Ketika pertemuan dengan Jepang, Menhub membicarakan sejumlah pembangunan yang telah dan akan dikerjasamakan oleh kedua negara, di antaranya yakni: MRT, Pelabuhan Patimban, pembangunan proving ground, kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya, dan kerja sama pengembangan infrastruktur laut dan SDM-nya.
BACA JUGA:KTT G20, Indonesia Dorong Restrukturisasi Utang Negara Miskin

&amp;ldquo;Kemarin, kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Jepang terkait kelanjutan pembangunan MRT Jakarta East-West Line Phase 1. Ini menjadi langkah awal percepatan pengembangan MRT Jakarta, dan saya meyakini dengan pengalaman kerja sama antar kedua negara dalam proyek MRT sebelumnya, pembangunannya akan dapat berjalan lancar,&amp;rdquo; ucap Menhub.Sementara itu, pertemuan dengan Korsel juga membicarakan sejumlah pembangunan yang telah dan akan dikerjasamakan dengan Korsel, seperti: pengembangan MRT Jakarta dan LRT Jakarta, potensi kerja sama pembangunan di sektor laut dan udara, serta pengembangan SDM sektor transportasi.
&amp;ldquo;Kemarin, kami dengan pemerintah Korsel juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan MRT Jakarta Fase 4. Semoga kedepannya kerja sama kedua negara semakin intensif dilakukan,&amp;rdquo; tutur Menhub.
Momentum Presidensi Indonesia dalam KTT G20 tahun ini dimanfaatkan untuk mencari peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi dengan banyak negara, melalui pendanaan kreatif non-APBN. Hal ini dilakukan agar pembangunan infrastruktur transportasi dapat terus dilakukan dalam rangka meningkatkan konektivitas dan daya saing negara, di tengah keterbatasan APBN.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah melakukan pertemuan bilateral dengan pihak Jepang dan Korea Selatan. Pertemuan itu membahas sejumlah kerja sama yang telah berjalan dan juga membahas potensi kerja sama sektor transportasi di masa depan.
Dalam pertemuan bilateral, Menhub bertemu dengan Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang Mori Masafumi pada Selasa. Sebelumnya, pada Senin (14/11/2022) kemarin, Menhub bertemu dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan Won Hee-Ryong.
BACA JUGA:Cerita Sandiaga Uno soal Makan Siang KTT G20, Jokowi Minta Hal Ini ke Kanselir Jerman dan PM Australia

Menhub mengatakan, kedua negara ini merupakan mitra strategis bagi Indonesia dan telah banyak melakukan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, termasuk sektor transportasi.
&amp;ldquo;Saat ini banyak negara yang berkeinginan untuk melakukan investasi membangun infrastruktur transportasi di Indonesia, oleh karenanya kita harus memanfaatkan peluang tersebut,&amp;rdquo; ujar Menhub dalam keterangan tertulis, Selasa (15/11/2022).
Ketika pertemuan dengan Jepang, Menhub membicarakan sejumlah pembangunan yang telah dan akan dikerjasamakan oleh kedua negara, di antaranya yakni: MRT, Pelabuhan Patimban, pembangunan proving ground, kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya, dan kerja sama pengembangan infrastruktur laut dan SDM-nya.
BACA JUGA:KTT G20, Indonesia Dorong Restrukturisasi Utang Negara Miskin

&amp;ldquo;Kemarin, kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Jepang terkait kelanjutan pembangunan MRT Jakarta East-West Line Phase 1. Ini menjadi langkah awal percepatan pengembangan MRT Jakarta, dan saya meyakini dengan pengalaman kerja sama antar kedua negara dalam proyek MRT sebelumnya, pembangunannya akan dapat berjalan lancar,&amp;rdquo; ucap Menhub.Sementara itu, pertemuan dengan Korsel juga membicarakan sejumlah pembangunan yang telah dan akan dikerjasamakan dengan Korsel, seperti: pengembangan MRT Jakarta dan LRT Jakarta, potensi kerja sama pembangunan di sektor laut dan udara, serta pengembangan SDM sektor transportasi.
&amp;ldquo;Kemarin, kami dengan pemerintah Korsel juga telah menandatangani nota kesepahaman tentang pembangunan MRT Jakarta Fase 4. Semoga kedepannya kerja sama kedua negara semakin intensif dilakukan,&amp;rdquo; tutur Menhub.
Momentum Presidensi Indonesia dalam KTT G20 tahun ini dimanfaatkan untuk mencari peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi dengan banyak negara, melalui pendanaan kreatif non-APBN. Hal ini dilakukan agar pembangunan infrastruktur transportasi dapat terus dilakukan dalam rangka meningkatkan konektivitas dan daya saing negara, di tengah keterbatasan APBN.</content:encoded></item></channel></rss>
