<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamenparekraf Kenalkan Loloh Cemcem, Minuman Khas Bali yang Disukai Tamu G20</title><description>Angela Tanoesoedibjo menyatakan bahwa selain food theatre, pihaknya juga memberikan sejumlah canape sembari para pasangan kepala negara G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708065/wamenparekraf-kenalkan-loloh-cemcem-minuman-khas-bali-yang-disukai-tamu-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708065/wamenparekraf-kenalkan-loloh-cemcem-minuman-khas-bali-yang-disukai-tamu-g20"/><item><title>Wamenparekraf Kenalkan Loloh Cemcem, Minuman Khas Bali yang Disukai Tamu G20</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708065/wamenparekraf-kenalkan-loloh-cemcem-minuman-khas-bali-yang-disukai-tamu-g20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708065/wamenparekraf-kenalkan-loloh-cemcem-minuman-khas-bali-yang-disukai-tamu-g20</guid><pubDate>Selasa 15 November 2022 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2708065/wamenparekraf-kenalkan-loloh-cemcem-minuman-khas-bali-yang-disukai-tamu-g20-yq8KrZEJfe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2708065/wamenparekraf-kenalkan-loloh-cemcem-minuman-khas-bali-yang-disukai-tamu-g20-yq8KrZEJfe.jpg</image><title>Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyatakan bahwa selain food theatre, pihaknya juga memberikan sejumlah canape sembari para pasangan kepala negara G20 menunggu event Spouse Program. Spouse Program bersama Ibu Negara merupakan rangkaian acara G20 bagi pasangan kepala negara.
Acara tersebut dihadiri oleh para spouse negara China, European Commission, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, dan Turki.
BACA JUGA:Jokowi Luncurkan Pandemic Fund di KTT G20, Momentum Perkuat Industri Kesehatan Indonesia

&quot;Disitu kita melihat bagaimana mereka sangat antusias mencicipi canape dan minuman yang disediakan. Salah satunya adalah Loloh Cemcem, ini dari Bali, jadi menarik sekali, rasanya sangat nano nano tapi enak dan juga punya banyak health benefitsnya,&quot; ungkap Angela dalam konferensi pers di Nusa Dua, Selasa(15/11/2022).
Angela mengatakan, para tamu undangan ini terlihat sangat menikmati minuman khas Bali ini.
Sebagai informasi, dilansir dari laman DJKN Kemenkeu, Loloh Cemcem adalah minuman hasil produksi rumahan di Bali yang banyak diproduksi dan dipasarkan di Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli. Minuman ini biasanya dijual dan dikemas dalam botol air mineral. Tapi untuk mendapatkan minuman menyegarkan ini tidak perlu pergi ke Bangli. Minuman khas ini bisa ditemukan di beberapa warung makan di seluruh penjuru pulau Bali.
BACA JUGA:3 Kepala Negara Top yang Tidak Hadir di KTT G20 Bali&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Loloh merupakan jamu tradisional yang biasanya dikonsumsi masyarakat Bali untuk menjaga kesegaran tubuh. Umumnya, loloh ini berbahan kunyit atau temulawak. Tetapi di Desa Penglipuran, loloh yang dijual berbahan baku daun kecemcem.Loloh Cemcem merupakan minuman tradisional yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Masyarakat Bali biasa membuat sendiri loloh ini untuk mengobati panas dalam. Namun Loloh Cemcem dalam kemasan botol air mineral seperti ini baru booming sekitar tahun 2014-2015.
Meskipun termasuk dalam jenis jamu, tetapi rasa &amp;ldquo;Loloh Cemcem&amp;rdquo; berbeda dengan jamu lainnya. Dibuat dari daun cemcem atau yang biasa disebut kedondong hutan, minuman ini memiliki cita rasa yang unik. Ada kumpulan rasa asam, asin, manis, pedas, dan juga sedikit kecut.
Variasi rasa ini tercipta dari bahan-bahan penyusunnya. Daun cemcem memiliki cita rasa asam dan sedikit pahit, ditambahkan bumbu rujak sebagai penetralisir, serta daging kelapa muda untuk memberikan rasa gurih. Daun cemcem yang digunakan adalah campuran daun muda dan tua. Cara pembuatannya juga masih sangat sederhana sehingga bisa dibuat sendiri di rumah. Daun cemcem yang ditumbuk atau diblender hingga hancur, disaring untuk mendapatkan sari-sarinya. Sari daun ini kemudian dicampur lagi dengan air dan bumbu rujak yang sudah dididihkan.
Selain untuk menyegarkan tubuh,  Loloh Cemcem juga dipercaya berkhasiat mengobati panas dalam, melancarkan sembelit, dan bahkan bisa menurunkan tekanan darah. Meski memiliki cita rasa asam, loloh ini juga aman untuk penderita maag. Asalkan diminumnya tidak dalam keadaan perut kosong. Waktu terbaik menikmati loloh ini adalah dalam keadaan dingin.</description><content:encoded>BALI - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyatakan bahwa selain food theatre, pihaknya juga memberikan sejumlah canape sembari para pasangan kepala negara G20 menunggu event Spouse Program. Spouse Program bersama Ibu Negara merupakan rangkaian acara G20 bagi pasangan kepala negara.
Acara tersebut dihadiri oleh para spouse negara China, European Commission, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, dan Turki.
BACA JUGA:Jokowi Luncurkan Pandemic Fund di KTT G20, Momentum Perkuat Industri Kesehatan Indonesia

&quot;Disitu kita melihat bagaimana mereka sangat antusias mencicipi canape dan minuman yang disediakan. Salah satunya adalah Loloh Cemcem, ini dari Bali, jadi menarik sekali, rasanya sangat nano nano tapi enak dan juga punya banyak health benefitsnya,&quot; ungkap Angela dalam konferensi pers di Nusa Dua, Selasa(15/11/2022).
Angela mengatakan, para tamu undangan ini terlihat sangat menikmati minuman khas Bali ini.
Sebagai informasi, dilansir dari laman DJKN Kemenkeu, Loloh Cemcem adalah minuman hasil produksi rumahan di Bali yang banyak diproduksi dan dipasarkan di Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli. Minuman ini biasanya dijual dan dikemas dalam botol air mineral. Tapi untuk mendapatkan minuman menyegarkan ini tidak perlu pergi ke Bangli. Minuman khas ini bisa ditemukan di beberapa warung makan di seluruh penjuru pulau Bali.
BACA JUGA:3 Kepala Negara Top yang Tidak Hadir di KTT G20 Bali&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Loloh merupakan jamu tradisional yang biasanya dikonsumsi masyarakat Bali untuk menjaga kesegaran tubuh. Umumnya, loloh ini berbahan kunyit atau temulawak. Tetapi di Desa Penglipuran, loloh yang dijual berbahan baku daun kecemcem.Loloh Cemcem merupakan minuman tradisional yang sudah ada sejak zaman penjajahan. Masyarakat Bali biasa membuat sendiri loloh ini untuk mengobati panas dalam. Namun Loloh Cemcem dalam kemasan botol air mineral seperti ini baru booming sekitar tahun 2014-2015.
Meskipun termasuk dalam jenis jamu, tetapi rasa &amp;ldquo;Loloh Cemcem&amp;rdquo; berbeda dengan jamu lainnya. Dibuat dari daun cemcem atau yang biasa disebut kedondong hutan, minuman ini memiliki cita rasa yang unik. Ada kumpulan rasa asam, asin, manis, pedas, dan juga sedikit kecut.
Variasi rasa ini tercipta dari bahan-bahan penyusunnya. Daun cemcem memiliki cita rasa asam dan sedikit pahit, ditambahkan bumbu rujak sebagai penetralisir, serta daging kelapa muda untuk memberikan rasa gurih. Daun cemcem yang digunakan adalah campuran daun muda dan tua. Cara pembuatannya juga masih sangat sederhana sehingga bisa dibuat sendiri di rumah. Daun cemcem yang ditumbuk atau diblender hingga hancur, disaring untuk mendapatkan sari-sarinya. Sari daun ini kemudian dicampur lagi dengan air dan bumbu rujak yang sudah dididihkan.
Selain untuk menyegarkan tubuh,  Loloh Cemcem juga dipercaya berkhasiat mengobati panas dalam, melancarkan sembelit, dan bahkan bisa menurunkan tekanan darah. Meski memiliki cita rasa asam, loloh ini juga aman untuk penderita maag. Asalkan diminumnya tidak dalam keadaan perut kosong. Waktu terbaik menikmati loloh ini adalah dalam keadaan dingin.</content:encoded></item></channel></rss>
