<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isu PHK Massal Merebak, Klaim Jaminan Kehilangan Pekerja Melonjak 105%</title><description>Subchan Gatot menyatakan bahwa kondisi pelemahan ekonomi global yang terjadi saat ini akan terus berlanjut hingga tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708117/isu-phk-massal-merebak-klaim-jaminan-kehilangan-pekerja-melonjak-105</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708117/isu-phk-massal-merebak-klaim-jaminan-kehilangan-pekerja-melonjak-105"/><item><title>Isu PHK Massal Merebak, Klaim Jaminan Kehilangan Pekerja Melonjak 105%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708117/isu-phk-massal-merebak-klaim-jaminan-kehilangan-pekerja-melonjak-105</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/320/2708117/isu-phk-massal-merebak-klaim-jaminan-kehilangan-pekerja-melonjak-105</guid><pubDate>Selasa 15 November 2022 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2708117/isu-phk-massal-merebak-klaim-jaminan-kehilangan-pekerja-melonjak-105-jiTbEPVv7u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PHK Karyawan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/15/320/2708117/isu-phk-massal-merebak-klaim-jaminan-kehilangan-pekerja-melonjak-105-jiTbEPVv7u.jpg</image><title>PHK Karyawan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Subchan Gatot menyatakan bahwa kondisi pelemahan ekonomi global yang terjadi saat ini akan terus berlanjut hingga tahun depan.
Subchan mengatakan kondisi pelemahan ekonomi global tersebut akan membuat daya beli masyarakat terganggu dan membuat lemahnya permintaan dipasar. Hal itu tentu bakal berdampak pada perusahaan dengan melakukan efisiensi karyawan dan PHK.
BACA JUGA:Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Penurunan produksi yang ada di beberapa industri garmen dan tekstil, itu akan terkoreksi paling tidak sampai dengan bulan Juni 2023, artinya ada penurunan kurang lebih sebesar 50% didalam produksi dari perushaan tersebut,&quot; kata Subchan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Komisi IX, Selasa (15/11/2022).
Lebih lanjut Subchan menjelaskan, hal itu menimbulkan potensi dari peningkatan klaim pada program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) hingga JHT (Jaminan Hari Tua) ketika banyak perusahaan merumahkan karyawannya.
&quot;Sehingga akan berpengaruh dampaknya pada tenaga kerja aktif kita, sehingga ditengarai ada rasio klaim yang meninkat terkait dengan JHT dan JKP,&quot; lanjut Subchan.
BACA JUGA:Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Ternyata Beda, Simak Penjelasannya

Adapun data BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2022, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo menambahkan saat ini sudah mulai terlihat kenikan tren kenaikan klaim JHT dan JKP.Bahkan pada bulan Oktober lalu, kenaikannya mencapai 105% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, September. Hal itu ditengarai dari maraknya PHK yang dilakukan perusahaan.
Pada bulan September 2022, BPJS TK membayarkan klaim JHT mencapai Rp1,05 miliar, meningkat pada bulan Oktober menjadi kurang lebih Rp2,1 miliar.
&quot;Per poisi hari ini penerima jkp adalah 6 dari total manfaat JKP 25 miliar. Kalau dilihat, di bulan Oktober ini terjadi peningkatan dua kali lipat dari 1.056 ke 2.169,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Subchan Gatot menyatakan bahwa kondisi pelemahan ekonomi global yang terjadi saat ini akan terus berlanjut hingga tahun depan.
Subchan mengatakan kondisi pelemahan ekonomi global tersebut akan membuat daya beli masyarakat terganggu dan membuat lemahnya permintaan dipasar. Hal itu tentu bakal berdampak pada perusahaan dengan melakukan efisiensi karyawan dan PHK.
BACA JUGA:Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Penurunan produksi yang ada di beberapa industri garmen dan tekstil, itu akan terkoreksi paling tidak sampai dengan bulan Juni 2023, artinya ada penurunan kurang lebih sebesar 50% didalam produksi dari perushaan tersebut,&quot; kata Subchan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Komisi IX, Selasa (15/11/2022).
Lebih lanjut Subchan menjelaskan, hal itu menimbulkan potensi dari peningkatan klaim pada program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) hingga JHT (Jaminan Hari Tua) ketika banyak perusahaan merumahkan karyawannya.
&quot;Sehingga akan berpengaruh dampaknya pada tenaga kerja aktif kita, sehingga ditengarai ada rasio klaim yang meninkat terkait dengan JHT dan JKP,&quot; lanjut Subchan.
BACA JUGA:Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Ternyata Beda, Simak Penjelasannya

Adapun data BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2022, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo menambahkan saat ini sudah mulai terlihat kenikan tren kenaikan klaim JHT dan JKP.Bahkan pada bulan Oktober lalu, kenaikannya mencapai 105% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, September. Hal itu ditengarai dari maraknya PHK yang dilakukan perusahaan.
Pada bulan September 2022, BPJS TK membayarkan klaim JHT mencapai Rp1,05 miliar, meningkat pada bulan Oktober menjadi kurang lebih Rp2,1 miliar.
&quot;Per poisi hari ini penerima jkp adalah 6 dari total manfaat JKP 25 miliar. Kalau dilihat, di bulan Oktober ini terjadi peningkatan dua kali lipat dari 1.056 ke 2.169,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
