<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkah KTT G20 Bali, Bangkitkan Usaha Manik-Manik</title><description>Siapa sangka penyelenggaraan KTT G-20 Bali menjadi harapan bagi pelaku usaha kecil Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/455/2708210/berkah-ktt-g20-bali-bangkitkan-usaha-manik-manik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/455/2708210/berkah-ktt-g20-bali-bangkitkan-usaha-manik-manik"/><item><title>Berkah KTT G20 Bali, Bangkitkan Usaha Manik-Manik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/455/2708210/berkah-ktt-g20-bali-bangkitkan-usaha-manik-manik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/455/2708210/berkah-ktt-g20-bali-bangkitkan-usaha-manik-manik</guid><pubDate>Selasa 15 November 2022 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/15/455/2708210/berkah-ktt-g20-bali-bangkitkan-usaha-manik-manik-H62ITvHy6f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berkah KTT G20 Bali. (Foto: Okezone.com/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/15/455/2708210/berkah-ktt-g20-bali-bangkitkan-usaha-manik-manik-H62ITvHy6f.jpg</image><title>Berkah KTT G20 Bali. (Foto: Okezone.com/Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Siapa sangka penyelenggaraan KTT G-20 Bali menjadi harapan bagi pelaku usaha kecil Indonesia. KTT G20 membawa kebangkitan untuk UMKM.
Seperti di Jombang, Jawa Timur, para perajin manik-manik mulai kembali kedatangan pembeli asing karena mereka merasa yakin Indonesia menjadi tempat yang aman bagi wisatawan.
Baca Juga:&amp;nbsp;KTT G20, Luhut: Mari Bangun Dunia yang Berkelanjutan untuk Anak Cucu
Contohnya, pasangan turis asing yang mengaku berasal dari Denhaag, Belanda mengunjungi galeri dan tempat produksi manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Menurut keterangannya, mereka penasaran dan ingin melihat langsung tempat produksi manik-manik yang selama ini hanya mereka lihat di Bali.
Untuk diketahui, Desa Plumbon Gambang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur adalah sentra produsen manik-manik yang mayoritas hasil produksinya dipasarkan ke luar negeri melalui Bali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kejar Net Zero Emission 2060, RI Dapat Dukungan dari Jepang
Di tempat ini, pengunjung bisa melihat secara langsung proses produksi manik-manik yang dibuat dari limbah kaca.
Berbeda dengan manik-manik produksi dari daerah lain, manik-manik produksi warga Jombang mayoritas adalah manik-manik etnik yang biasanya dipakai oleh warga suku di pedalaman.
Itu sebabnya bentuk manik-manik ini sangat disukai oleh pembeli terutama para turis asing.Bahkan di tempat produksinya di Jombang ini, pengunjung tidak hanya bisa melihat, tapi juga bisa mencoba membuat manik-manik yang diproses secara tradisional menggunakan bara api.
Harga kalung berbahan manik-manik yang merupakan produksi warga Plumbon Gambang bervariasi, mulai dari yang termurah seharga Rp25.000 dan yang termahal mencapai Rp1,5 juta.
Dengan adanya event G-20 yang digelar di Bali, para perajin manik-manik di Jombang berharap acara tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan usaha kecil di Indonesia agar kembali bangkit pasca pandemi Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Siapa sangka penyelenggaraan KTT G-20 Bali menjadi harapan bagi pelaku usaha kecil Indonesia. KTT G20 membawa kebangkitan untuk UMKM.
Seperti di Jombang, Jawa Timur, para perajin manik-manik mulai kembali kedatangan pembeli asing karena mereka merasa yakin Indonesia menjadi tempat yang aman bagi wisatawan.
Baca Juga:&amp;nbsp;KTT G20, Luhut: Mari Bangun Dunia yang Berkelanjutan untuk Anak Cucu
Contohnya, pasangan turis asing yang mengaku berasal dari Denhaag, Belanda mengunjungi galeri dan tempat produksi manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Menurut keterangannya, mereka penasaran dan ingin melihat langsung tempat produksi manik-manik yang selama ini hanya mereka lihat di Bali.
Untuk diketahui, Desa Plumbon Gambang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur adalah sentra produsen manik-manik yang mayoritas hasil produksinya dipasarkan ke luar negeri melalui Bali.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kejar Net Zero Emission 2060, RI Dapat Dukungan dari Jepang
Di tempat ini, pengunjung bisa melihat secara langsung proses produksi manik-manik yang dibuat dari limbah kaca.
Berbeda dengan manik-manik produksi dari daerah lain, manik-manik produksi warga Jombang mayoritas adalah manik-manik etnik yang biasanya dipakai oleh warga suku di pedalaman.
Itu sebabnya bentuk manik-manik ini sangat disukai oleh pembeli terutama para turis asing.Bahkan di tempat produksinya di Jombang ini, pengunjung tidak hanya bisa melihat, tapi juga bisa mencoba membuat manik-manik yang diproses secara tradisional menggunakan bara api.
Harga kalung berbahan manik-manik yang merupakan produksi warga Plumbon Gambang bervariasi, mulai dari yang termurah seharga Rp25.000 dan yang termahal mencapai Rp1,5 juta.
Dengan adanya event G-20 yang digelar di Bali, para perajin manik-manik di Jombang berharap acara tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan usaha kecil di Indonesia agar kembali bangkit pasca pandemi Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
