<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Korsel Jalin Kerjasama Pembangunan Infrastruktur Hijau</title><description>Indonesia dan Korea Selatan jalin kerjasama membangun infrastruktur hijau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/470/2707568/ri-korsel-jalin-kerjasama-pembangunan-infrastruktur-hijau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/470/2707568/ri-korsel-jalin-kerjasama-pembangunan-infrastruktur-hijau"/><item><title>RI-Korsel Jalin Kerjasama Pembangunan Infrastruktur Hijau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/470/2707568/ri-korsel-jalin-kerjasama-pembangunan-infrastruktur-hijau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/15/470/2707568/ri-korsel-jalin-kerjasama-pembangunan-infrastruktur-hijau</guid><pubDate>Selasa 15 November 2022 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/15/470/2707568/ri-korsel-jalin-kerjasama-pembangunan-infrastruktur-hijau-U1a6Cmglsv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI-Korsel jalin kerjasama (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/15/470/2707568/ri-korsel-jalin-kerjasama-pembangunan-infrastruktur-hijau-U1a6Cmglsv.jpg</image><title>RI-Korsel jalin kerjasama (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan Korea Selatan jalin kerjasama membangun infrastruktur hijau. Kerjasama ini dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan presidensi G20.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Lingkungan Republik Korea Han Wha Jin menandatangani Joint Statement on the Green Transition Initiative di Nusa Dua, Bali.
BACA JUGA:Dukung KTT G20, Waskita Karya Rampungkan Proyek Infrastruktur di Bali

Menurut Menteri Basuki dalam menangani isu perubahan iklim, memang tidak bisa dikerjakan oleh satu negara saja. Namun diperlukan banyak kerjasama oleh negara lain sebagai tanggung jawab sosial.
&quot;Sehingga kami sangat berterima kasih atas kerja sama Korea Selatan untuk pengembangan infrastruktur hijau,&quot; kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Selasa (14/11/2022).
BACA JUGA:Waskita Beton Precast dan Jakarta Infrastruktur Propertindo Sabet Anugerah CSR IDX Channel 2022

Kerja sama bidang infrastruktur hijau ini mencakup manajemen sumber daya air dan penyediaan air bersih, konstruksi bangunan efisiensi energi, kota eco-smart, serta identifikasi dan infrastruktur untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNy80LzE1NTcyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bersamaan pada penandatanganan perjanjian kerjasama itu, Menteri  Basuki juga berharap agar Pemerintah Republik Korea dapat ikut aktif  mendukung persiapan hingga pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10  yang akan diselenggarakan pada 18-24 Mei 2024 di Bali.
&quot;Kami akan bekerja dengan cermat karena waktu persiapan kurang dari 2  tahun. Kami berharap Republik Korea dapat ikut berpartisipasi aktif  untuk membantu kami dalam persiapan 20th World Water Forum ini,&quot; lanjut  Menteri Basuki.
Menteri PUPR juga juga menambah harapannya agar Korea bisa segera  mengimplementasikan pembangunan infrastruktur air pada IKN Nusantara  yang ditargetkan bakal mulai tahun 2024.
&quot;Rencana awal konstruksi akan dimulai pada tahun 2024, namun kami  berharap dapat dipercepat proses penyusunan rencana teknis rincinya,  sehingga dapat mulai dibangun instalasinya pada tahun 2023,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia dan Korea Selatan jalin kerjasama membangun infrastruktur hijau. Kerjasama ini dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan presidensi G20.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Lingkungan Republik Korea Han Wha Jin menandatangani Joint Statement on the Green Transition Initiative di Nusa Dua, Bali.
BACA JUGA:Dukung KTT G20, Waskita Karya Rampungkan Proyek Infrastruktur di Bali

Menurut Menteri Basuki dalam menangani isu perubahan iklim, memang tidak bisa dikerjakan oleh satu negara saja. Namun diperlukan banyak kerjasama oleh negara lain sebagai tanggung jawab sosial.
&quot;Sehingga kami sangat berterima kasih atas kerja sama Korea Selatan untuk pengembangan infrastruktur hijau,&quot; kata Menteri Basuki pada pernyataan tertulisnya, Selasa (14/11/2022).
BACA JUGA:Waskita Beton Precast dan Jakarta Infrastruktur Propertindo Sabet Anugerah CSR IDX Channel 2022

Kerja sama bidang infrastruktur hijau ini mencakup manajemen sumber daya air dan penyediaan air bersih, konstruksi bangunan efisiensi energi, kota eco-smart, serta identifikasi dan infrastruktur untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNy80LzE1NTcyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Bersamaan pada penandatanganan perjanjian kerjasama itu, Menteri  Basuki juga berharap agar Pemerintah Republik Korea dapat ikut aktif  mendukung persiapan hingga pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10  yang akan diselenggarakan pada 18-24 Mei 2024 di Bali.
&quot;Kami akan bekerja dengan cermat karena waktu persiapan kurang dari 2  tahun. Kami berharap Republik Korea dapat ikut berpartisipasi aktif  untuk membantu kami dalam persiapan 20th World Water Forum ini,&quot; lanjut  Menteri Basuki.
Menteri PUPR juga juga menambah harapannya agar Korea bisa segera  mengimplementasikan pembangunan infrastruktur air pada IKN Nusantara  yang ditargetkan bakal mulai tahun 2024.
&quot;Rencana awal konstruksi akan dimulai pada tahun 2024, namun kami  berharap dapat dipercepat proses penyusunan rencana teknis rincinya,  sehingga dapat mulai dibangun instalasinya pada tahun 2023,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
