<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Menteri Kanada, Bahlil Usul Pembentukan Organisasi Negara Penghasil Nikel</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia usul pembentukan organisasi negara-negara penghasil nikel seperti OPEC.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/16/320/2708418/bertemu-menteri-kanada-bahlil-usul-pembentukan-organisasi-negara-penghasil-nikel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/16/320/2708418/bertemu-menteri-kanada-bahlil-usul-pembentukan-organisasi-negara-penghasil-nikel"/><item><title>Bertemu Menteri Kanada, Bahlil Usul Pembentukan Organisasi Negara Penghasil Nikel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/16/320/2708418/bertemu-menteri-kanada-bahlil-usul-pembentukan-organisasi-negara-penghasil-nikel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/16/320/2708418/bertemu-menteri-kanada-bahlil-usul-pembentukan-organisasi-negara-penghasil-nikel</guid><pubDate>Rabu 16 November 2022 08:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/16/320/2708418/bertemu-menteri-kanada-bahlil-usul-pembentukan-organisasi-negara-penghasil-nikel-yTMvmgL9Us.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil usul pembentukan organisasi penghasil nikel (Foto: BKPM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/16/320/2708418/bertemu-menteri-kanada-bahlil-usul-pembentukan-organisasi-negara-penghasil-nikel-yTMvmgL9Us.jpg</image><title>Bahlil usul pembentukan organisasi penghasil nikel (Foto: BKPM)</title></images><description>BALI - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia usul pembentukan organisasi negara-negara penghasil nikel seperti OPEC (The Organization of the Petroleum Exporting Countries). Usulan ini dia sampaikan saat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Internasional, Promosi Ekspor, Usaha Kecil dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng.
Pertemuan tersebut juga menjajaki peluang kerja sama kedua negara dan juga kolaborasi untuk optimalisasi sumber daya alam secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Dampak KTT G20, Okupansi Hotel di Bali Melonjak
Bahlil menilai, dengan adanya organisasi seperti OPEC untuk negara penghasil nikel dapat mengoordinasikan dan menyatukan kebijakan komoditas nikel. Apalagi, Indonesia saat ini sedang memprioritaskan hilirisasi sumber daya alam dalam rangka pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Selama ini yang kami lihat, negara-negara industri produsen kendaraan listrik melakukan proteksi. Akibatnya, negara penghasil bahan baku baterai tidak memperoleh pemanfaatan nilai tambah yang optimal dari industri kendaraan listrik. Melalui kolaborasi tersebut, kita harap semua negara penghasil nikel bisa mendapat keuntungan melalui penciptaan nilai tambah yang merata,&amp;rdquo; ungkap Bahlil dalam keterangannya, Selasa Malam (15/11/2022).
BACA JUGA:Link Live Streaming KTT G20 Bali Hari Ini 16 November 2022, Saksikan di Sini
Bahlil juga menyampaikan komitmen untuk mendukung penyelesaian perjanjian kerja sama ekonomi Indonesia-Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/Indonesia-Canada CEPA). Ia berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian untuk mengakselerasi penyelesaian Indonesia-Canada CEPA tersebut.
Menyambut baik usulan Menteri Bahlil, Menteri Mary menyampaikan bahwa pekerjaan rumah selanjutnya adalah kedua negara untuk bekerja bersama dan mengeksplorasi peluang kolaborasi dimaksud.
Kedua negara sudah memiliki visi yang sejalan terkait optimalisasi  sumber daya alam secara berkelanjutan yang juga memberikan benefit  secara ekonomi. Pemerintah Kanada juga menginisiasi transisi ekonomi ke  arah ekonomi hijau berkelanjutan, terutama dalam hal menciptakan  lapangan pekerjaan hijau.
&amp;ldquo;Pada prinsipnya, kami meyakini bahwa kolaborasi perlu dilakukan  dengan partner yang dapat dipercaya, dan Indonesia termasuk partner yang  tepat,&amp;rdquo; ujar Mary.
Mary juga menambahkan terkait dengan keberlanjutan negosiasi CEPA  dengan Indonesia. Pemerintah Kanada akan menciptakan sebuah kerangka  yang akan memberikan investor kepastian dalam melakukan usahanya di  Indonesia, sehinggga dapat meningkatkan kepercayaan dan minat investor  asal Kanada dalam berinvestasi di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, Kanada menduduki  peringkat ke-19 dalam realisasi investasinya yang mencapai USD954,7 juta  selama periode 2017 sampai dengan Triwulan III tahun 2022. Sektor  dengan realisasi investasi terbesar dari Kanada adalah sektor  pertambangan (90%), disusul oleh sektor industri logam dasar sebesar  (3%), kemudian hotel dan restoran (2%).</description><content:encoded>BALI - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia usul pembentukan organisasi negara-negara penghasil nikel seperti OPEC (The Organization of the Petroleum Exporting Countries). Usulan ini dia sampaikan saat melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Internasional, Promosi Ekspor, Usaha Kecil dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng.
Pertemuan tersebut juga menjajaki peluang kerja sama kedua negara dan juga kolaborasi untuk optimalisasi sumber daya alam secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Dampak KTT G20, Okupansi Hotel di Bali Melonjak
Bahlil menilai, dengan adanya organisasi seperti OPEC untuk negara penghasil nikel dapat mengoordinasikan dan menyatukan kebijakan komoditas nikel. Apalagi, Indonesia saat ini sedang memprioritaskan hilirisasi sumber daya alam dalam rangka pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Selama ini yang kami lihat, negara-negara industri produsen kendaraan listrik melakukan proteksi. Akibatnya, negara penghasil bahan baku baterai tidak memperoleh pemanfaatan nilai tambah yang optimal dari industri kendaraan listrik. Melalui kolaborasi tersebut, kita harap semua negara penghasil nikel bisa mendapat keuntungan melalui penciptaan nilai tambah yang merata,&amp;rdquo; ungkap Bahlil dalam keterangannya, Selasa Malam (15/11/2022).
BACA JUGA:Link Live Streaming KTT G20 Bali Hari Ini 16 November 2022, Saksikan di Sini
Bahlil juga menyampaikan komitmen untuk mendukung penyelesaian perjanjian kerja sama ekonomi Indonesia-Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/Indonesia-Canada CEPA). Ia berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian untuk mengakselerasi penyelesaian Indonesia-Canada CEPA tersebut.
Menyambut baik usulan Menteri Bahlil, Menteri Mary menyampaikan bahwa pekerjaan rumah selanjutnya adalah kedua negara untuk bekerja bersama dan mengeksplorasi peluang kolaborasi dimaksud.
Kedua negara sudah memiliki visi yang sejalan terkait optimalisasi  sumber daya alam secara berkelanjutan yang juga memberikan benefit  secara ekonomi. Pemerintah Kanada juga menginisiasi transisi ekonomi ke  arah ekonomi hijau berkelanjutan, terutama dalam hal menciptakan  lapangan pekerjaan hijau.
&amp;ldquo;Pada prinsipnya, kami meyakini bahwa kolaborasi perlu dilakukan  dengan partner yang dapat dipercaya, dan Indonesia termasuk partner yang  tepat,&amp;rdquo; ujar Mary.
Mary juga menambahkan terkait dengan keberlanjutan negosiasi CEPA  dengan Indonesia. Pemerintah Kanada akan menciptakan sebuah kerangka  yang akan memberikan investor kepastian dalam melakukan usahanya di  Indonesia, sehinggga dapat meningkatkan kepercayaan dan minat investor  asal Kanada dalam berinvestasi di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, Kanada menduduki  peringkat ke-19 dalam realisasi investasinya yang mencapai USD954,7 juta  selama periode 2017 sampai dengan Triwulan III tahun 2022. Sektor  dengan realisasi investasi terbesar dari Kanada adalah sektor  pertambangan (90%), disusul oleh sektor industri logam dasar sebesar  (3%), kemudian hotel dan restoran (2%).</content:encoded></item></channel></rss>
