<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Bulu Mata Palsu RI Tembus Pasar Eropa dan Amerika</title><description>Ekspor bulu mata palsu Indonesia tembus pasar Eropa dan Amerika.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/16/455/2708494/ekspor-bulu-mata-palsu-ri-tembus-pasar-eropa-dan-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/16/455/2708494/ekspor-bulu-mata-palsu-ri-tembus-pasar-eropa-dan-amerika"/><item><title>Ekspor Bulu Mata Palsu RI Tembus Pasar Eropa dan Amerika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/16/455/2708494/ekspor-bulu-mata-palsu-ri-tembus-pasar-eropa-dan-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/16/455/2708494/ekspor-bulu-mata-palsu-ri-tembus-pasar-eropa-dan-amerika</guid><pubDate>Rabu 16 November 2022 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/16/455/2708494/ekspor-bulu-mata-palsu-ri-tembus-pasar-eropa-dan-amerika-YjybJWCoNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor bulu mata palsu (Foto: LPEI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/16/455/2708494/ekspor-bulu-mata-palsu-ri-tembus-pasar-eropa-dan-amerika-YjybJWCoNJ.jpg</image><title>Ekspor bulu mata palsu (Foto: LPEI)</title></images><description>JAKARTA - Ekspor bulu mata palsu Indonesia tembus pasar Eropa dan Amerika. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat salah satu pelaku UMKM yang berhasil Go Global berkat pendampingan dari LPEI adalah Dewi Ekha Harlasyanti, pengusaha lokal bulu mata palsu.
Perempuan yang akrab disapa Dewi ini memulai bisnisnya pada 2015 dengan mendirikan perusahaannya, PT Diva Prima Cemerlang, dimana dia menjabat sebagai CEO hingga kini.
BACA JUGA:Ini Kinerja Ekspor Indonesia Oktober 2022, Terbanyak ke India hingga China

Berawal dari kejenuhannya menjadi karyawan selama 20 tahun dengan masa depan yang tidak pasti, Dewi memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya dan berinisiatif untuk memulai bisnis sendiri. Ia melihat peluang usaha di tempat tinggal lamanya: Purbalingga, sentra produksi bulu mata palsu se-Indonesia dan seluruh dunia.
&amp;ldquo;Jadi bulu mata palsu yang berbahan baku rambut orang pasti dari Indonesia, dan di dunia  ini yang bisa bikin hanya Purbalingga saja. Sehingga kenapa saya memilih untuk menjadi eksportir bulu mata palsu karena Indonesia pemasok bulu mata palsu ke seluruh dunia, jadi lebih mudah bargaining ke buyer,&amp;rdquo; jelas Dewi, Rabu (16/11/2022).
BACA JUGA:Ekspor Indonesia Oktober 2022 Naik 12,39% Capai Rp386 Triliun 

Sedari awal, Dewi memang sudah kukuh untuk berorientasi ekspor, dan tak lama setelah ia merintis bisnisnya, produk bulu mata palsu Dewi langsung dilirik oleh buyer dari negara lain, yaitu Prancis yang pada akhirnya menjadi destinasi ekspor pertama produk bulu mata palsu Dewi. Kini, Dewi telah melakukan ekspor ke 16 negara, termasuk Meksiko, Kolombia, Turki, Prancis, dan Amerika Serikat sebagai pasar terbesar produk bulu mata palsu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNS80LzE1Njk1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain menjadi pahlawan bagi devisa negara melalui ekspor, perempuan  lulusan sarjana hukum ini juga menjadi pahlawan bagi masyarakat lokal  melalui pemberdayaan masyarakat dalam proses produksi. Dewi mengatakan,  total masyarakat yang diberdayakan ada sekitar 500-700 orang dengan  mayoritas adalah para ibu rumah tangga.
Sebagai pengusaha yang terus ingin naik kelas sehingga bisa Go  Global, Dewi memperkenalkan produknya kepada LPEI melalui Desa Sejahtera  Astra. Pendampingan yang diberikan oleh LPEI kepada Dewi telah  membukakan akses pasar, memperluas jejaring usaha, serta membantu  mempromosikan produk bulu mata palsu Dewi kepada buyer maupun desainer  kelas dunia. Harapan Dewi ke depannya adalah untuk tetap dapat eksis di  pasar global, terutama pasar Amerika dan Eropa.
&amp;ldquo;Saya dikasih banyak kesempatan oleh LPEI untuk show off produk saya.  Itu buat saya adalah sesuatu yang luar biasa sekali karena dari situ  orang-orang bisa mengenal produk kita,&amp;rdquo; tutur Dewi.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekspor bulu mata palsu Indonesia tembus pasar Eropa dan Amerika. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat salah satu pelaku UMKM yang berhasil Go Global berkat pendampingan dari LPEI adalah Dewi Ekha Harlasyanti, pengusaha lokal bulu mata palsu.
Perempuan yang akrab disapa Dewi ini memulai bisnisnya pada 2015 dengan mendirikan perusahaannya, PT Diva Prima Cemerlang, dimana dia menjabat sebagai CEO hingga kini.
BACA JUGA:Ini Kinerja Ekspor Indonesia Oktober 2022, Terbanyak ke India hingga China

Berawal dari kejenuhannya menjadi karyawan selama 20 tahun dengan masa depan yang tidak pasti, Dewi memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya dan berinisiatif untuk memulai bisnis sendiri. Ia melihat peluang usaha di tempat tinggal lamanya: Purbalingga, sentra produksi bulu mata palsu se-Indonesia dan seluruh dunia.
&amp;ldquo;Jadi bulu mata palsu yang berbahan baku rambut orang pasti dari Indonesia, dan di dunia  ini yang bisa bikin hanya Purbalingga saja. Sehingga kenapa saya memilih untuk menjadi eksportir bulu mata palsu karena Indonesia pemasok bulu mata palsu ke seluruh dunia, jadi lebih mudah bargaining ke buyer,&amp;rdquo; jelas Dewi, Rabu (16/11/2022).
BACA JUGA:Ekspor Indonesia Oktober 2022 Naik 12,39% Capai Rp386 Triliun 

Sedari awal, Dewi memang sudah kukuh untuk berorientasi ekspor, dan tak lama setelah ia merintis bisnisnya, produk bulu mata palsu Dewi langsung dilirik oleh buyer dari negara lain, yaitu Prancis yang pada akhirnya menjadi destinasi ekspor pertama produk bulu mata palsu Dewi. Kini, Dewi telah melakukan ekspor ke 16 negara, termasuk Meksiko, Kolombia, Turki, Prancis, dan Amerika Serikat sebagai pasar terbesar produk bulu mata palsu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNS80LzE1Njk1MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain menjadi pahlawan bagi devisa negara melalui ekspor, perempuan  lulusan sarjana hukum ini juga menjadi pahlawan bagi masyarakat lokal  melalui pemberdayaan masyarakat dalam proses produksi. Dewi mengatakan,  total masyarakat yang diberdayakan ada sekitar 500-700 orang dengan  mayoritas adalah para ibu rumah tangga.
Sebagai pengusaha yang terus ingin naik kelas sehingga bisa Go  Global, Dewi memperkenalkan produknya kepada LPEI melalui Desa Sejahtera  Astra. Pendampingan yang diberikan oleh LPEI kepada Dewi telah  membukakan akses pasar, memperluas jejaring usaha, serta membantu  mempromosikan produk bulu mata palsu Dewi kepada buyer maupun desainer  kelas dunia. Harapan Dewi ke depannya adalah untuk tetap dapat eksis di  pasar global, terutama pasar Amerika dan Eropa.
&amp;ldquo;Saya dikasih banyak kesempatan oleh LPEI untuk show off produk saya.  Itu buat saya adalah sesuatu yang luar biasa sekali karena dari situ  orang-orang bisa mengenal produk kita,&amp;rdquo; tutur Dewi.</content:encoded></item></channel></rss>
