<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Neo Commerce (BBYB) Pede Bisnis Tumbuh di 2023</title><description>PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) pede bisnis perseroan akan positif di tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/278/2709151/bank-neo-commerce-bbyb-pede-bisnis-tumbuh-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/278/2709151/bank-neo-commerce-bbyb-pede-bisnis-tumbuh-di-2023"/><item><title>Bank Neo Commerce (BBYB) Pede Bisnis Tumbuh di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/278/2709151/bank-neo-commerce-bbyb-pede-bisnis-tumbuh-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/278/2709151/bank-neo-commerce-bbyb-pede-bisnis-tumbuh-di-2023</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 08:50 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/278/2709151/bank-neo-commerce-bbyb-pede-bisnis-tumbuh-di-2023-5iHOC1lf4A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBYB optimis kinerja positif tahun depan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/278/2709151/bank-neo-commerce-bbyb-pede-bisnis-tumbuh-di-2023-5iHOC1lf4A.jpg</image><title>BBYB optimis kinerja positif tahun depan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) pede bisnis perseroan akan positif di tahun depan. Hal ini sejalan dengan keyakinan akan kondisi ekonomi makro Indonesia yang diproyeksikan tetap bertahan di 2023, meski di tengah ancaman resesi global.
BACA JUGA:Perkuat Modal, Bank Neo (BBYB) Rights Issue

&amp;ldquo;Dibanding 2023 yang katanya akan gelap, justru pada 2020 lebih ngeri lagi. Di 2023, apapun kondisinya sudah bisa kita prediksi dan antisipasi,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BBYB Tjandra Gunawan dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu (16/11/2022).
Tjandra menjelaskan, optimisme emiten bank digital ini juga didorong oleh inovasi yang terus dilakukan perseroan dalam menghadirkan fitur dan produk-produk baru bagi nasabah. Selain itu, aksi korporasi yang tengah dilakukan perseroan juga sebagai upaya menjaga kinerja.
BACA JUGA:Rencana Rights Issue Bank Neo Direstui Pemegang Saham

Sebagaimana diketahui, BBYB saat ini sedang dalam pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini dilakukan guna memenuhi syarat pemenuhan modal inti Rp3 triliun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adapun, dana yang didapat dari rights issue nantinya akan digunakan perseroan untuk memperkuat modal inti, serta untuk modal kerja pengembangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perseroan juga aktif mengeluarkan produk dan fitur baru di aplikasi  bank digital milik perseroan, neobank. Adapun, produk dan fitur  lain  yang juga menjadi andalan dalam meningkatkan kinerja perseroan yakni,  fitur tabungan berjangka Neo Wish, fitur investasi emas Neo Emas, dan  fitur pinjaman Neo Loan.
&amp;ldquo;Di 2,5 tahun lalu kami bank kecil banget. Lalu bertahan jadi bank  buku 1, ke bank buku 2, dan transformasi ke bank digital. Modal jadi  tantangan kami. Kedua, likuiditas jadi sangat ketat, kalau sekarang kami  alhamdulillah punya likuiditas secure,&amp;rdquo; imbuh Tjandra.
Hingga akhir September 2022, BBYB mencatatkan kenaikan total kredit  yang signifikan yakni sebesar Rp8,9 triliun, naik hingga 131,77% dari  periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,84 triliun.
Dari sisi aset, perseroan mencatatkan aset sebesar Rp15,9 triliun  naik 98,75% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,1  triliun. Di samping itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik sebesar 88,9%  menjadi Rp12,6 triliun, dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp6,67  triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) pede bisnis perseroan akan positif di tahun depan. Hal ini sejalan dengan keyakinan akan kondisi ekonomi makro Indonesia yang diproyeksikan tetap bertahan di 2023, meski di tengah ancaman resesi global.
BACA JUGA:Perkuat Modal, Bank Neo (BBYB) Rights Issue

&amp;ldquo;Dibanding 2023 yang katanya akan gelap, justru pada 2020 lebih ngeri lagi. Di 2023, apapun kondisinya sudah bisa kita prediksi dan antisipasi,&amp;rdquo; kata Direktur Utama BBYB Tjandra Gunawan dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu (16/11/2022).
Tjandra menjelaskan, optimisme emiten bank digital ini juga didorong oleh inovasi yang terus dilakukan perseroan dalam menghadirkan fitur dan produk-produk baru bagi nasabah. Selain itu, aksi korporasi yang tengah dilakukan perseroan juga sebagai upaya menjaga kinerja.
BACA JUGA:Rencana Rights Issue Bank Neo Direstui Pemegang Saham

Sebagaimana diketahui, BBYB saat ini sedang dalam pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini dilakukan guna memenuhi syarat pemenuhan modal inti Rp3 triliun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adapun, dana yang didapat dari rights issue nantinya akan digunakan perseroan untuk memperkuat modal inti, serta untuk modal kerja pengembangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Perseroan juga aktif mengeluarkan produk dan fitur baru di aplikasi  bank digital milik perseroan, neobank. Adapun, produk dan fitur  lain  yang juga menjadi andalan dalam meningkatkan kinerja perseroan yakni,  fitur tabungan berjangka Neo Wish, fitur investasi emas Neo Emas, dan  fitur pinjaman Neo Loan.
&amp;ldquo;Di 2,5 tahun lalu kami bank kecil banget. Lalu bertahan jadi bank  buku 1, ke bank buku 2, dan transformasi ke bank digital. Modal jadi  tantangan kami. Kedua, likuiditas jadi sangat ketat, kalau sekarang kami  alhamdulillah punya likuiditas secure,&amp;rdquo; imbuh Tjandra.
Hingga akhir September 2022, BBYB mencatatkan kenaikan total kredit  yang signifikan yakni sebesar Rp8,9 triliun, naik hingga 131,77% dari  periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,84 triliun.
Dari sisi aset, perseroan mencatatkan aset sebesar Rp15,9 triliun  naik 98,75% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,1  triliun. Di samping itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik sebesar 88,9%  menjadi Rp12,6 triliun, dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp6,67  triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
