<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun usai Pipa Druzhba Dibuka Kembali</title><description>Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709110/harga-minyak-dunia-turun-usai-pipa-druzhba-dibuka-kembali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709110/harga-minyak-dunia-turun-usai-pipa-druzhba-dibuka-kembali"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun usai Pipa Druzhba Dibuka Kembali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709110/harga-minyak-dunia-turun-usai-pipa-druzhba-dibuka-kembali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709110/harga-minyak-dunia-turun-usai-pipa-druzhba-dibuka-kembali</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709110/harga-minyak-dunia-turun-usai-pipa-druzhba-dibuka-kembali-OfLBHlhhlC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709110/harga-minyak-dunia-turun-usai-pipa-druzhba-dibuka-kembali-OfLBHlhhlC.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia turun karena pelaku pasar mencerna data persediaan bahan bahan bakar AS yang beragam dan setelah pengiriman minyak Rusia melalui pipa Druzhba ke Hongaria dimulai kembali setelah dihentikan sementara akibat penurunan tekanan.
Melansir Antara, Kamis (17/11/2022), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember merosot USD1,33 atau 1,5% menjadi USD85,59 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan, Harga Minyak Dunia Anjlok

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari, terpangkas USD1 atau 1,1% menjadi USD92,86 per barel di London ICE Futures Exchange.
Pasar menyerahkan keuntungan awal setelah Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto mengatakan bahwa aliran melalui pipa minyak Druzhba dari Rusia telah dilanjutkan setelah pemadaman singkat.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Bangkit Lagi, Naik 1%

Pasar kemudian memulihkan beberapa kerugian setelah laporan status perminyakan AS memberikan gambaran yang beragam.
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Rabu (16/11/2022) bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu turun 5,4 juta barel selama pekan yang berakhir 11 November. Analis yang disurvei oleh S&amp;amp;P Global Commodity Insights memperkirakan laporan itu akan menunjukkan penurunan 400.000 barel dalam persediaan minyak mentah AS.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNS8xLzE1NDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut EIA, total persediaan bensin motor naik 2,2 juta barel pekan  lalu, sedangkan persediaan bahan bakar sulingan naik 1,1 juta barel.
Pedagang juga menilai prospek permintaan minyak global.
Dalam laporan pasar minyak bulanan yang dirilis pada Selasa  (15/11/2022), Badan Energi Internasional (IEA) menaikkan perkiraan  pertumbuhan permintaan minyak setahun penuh untuk tahun 2022, tetapi  menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun  2023.
Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada  Senin (14/11/2022), menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak  untuk tahun 2022 dan 2023.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia turun karena pelaku pasar mencerna data persediaan bahan bahan bakar AS yang beragam dan setelah pengiriman minyak Rusia melalui pipa Druzhba ke Hongaria dimulai kembali setelah dihentikan sementara akibat penurunan tekanan.
Melansir Antara, Kamis (17/11/2022), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember merosot USD1,33 atau 1,5% menjadi USD85,59 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan, Harga Minyak Dunia Anjlok

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari, terpangkas USD1 atau 1,1% menjadi USD92,86 per barel di London ICE Futures Exchange.
Pasar menyerahkan keuntungan awal setelah Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto mengatakan bahwa aliran melalui pipa minyak Druzhba dari Rusia telah dilanjutkan setelah pemadaman singkat.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Bangkit Lagi, Naik 1%

Pasar kemudian memulihkan beberapa kerugian setelah laporan status perminyakan AS memberikan gambaran yang beragam.
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Rabu (16/11/2022) bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu turun 5,4 juta barel selama pekan yang berakhir 11 November. Analis yang disurvei oleh S&amp;amp;P Global Commodity Insights memperkirakan laporan itu akan menunjukkan penurunan 400.000 barel dalam persediaan minyak mentah AS.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNS8xLzE1NDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut EIA, total persediaan bensin motor naik 2,2 juta barel pekan  lalu, sedangkan persediaan bahan bakar sulingan naik 1,1 juta barel.
Pedagang juga menilai prospek permintaan minyak global.
Dalam laporan pasar minyak bulanan yang dirilis pada Selasa  (15/11/2022), Badan Energi Internasional (IEA) menaikkan perkiraan  pertumbuhan permintaan minyak setahun penuh untuk tahun 2022, tetapi  menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun  2023.
Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada  Senin (14/11/2022), menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak  untuk tahun 2022 dan 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
