<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Rusia Masuk Jurang Resesi</title><description>Ekonomi Rusia telah masuk jurang resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709189/ekonomi-rusia-masuk-jurang-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709189/ekonomi-rusia-masuk-jurang-resesi"/><item><title>Ekonomi Rusia Masuk Jurang Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709189/ekonomi-rusia-masuk-jurang-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709189/ekonomi-rusia-masuk-jurang-resesi</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709189/ekonomi-rusia-masuk-jurang-resesi-r27Epjux95.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Rusia masuk jurang resesi akibat perang (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709189/ekonomi-rusia-masuk-jurang-resesi-r27Epjux95.jpg</image><title>Ekonomi Rusia masuk jurang resesi akibat perang (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ekonomi Rusia telah masuk jurang resesi. Ekonomi Rusia resesi setelah sembilan bulan perang dengan Ukraina memicu banyaknya sanksi ekonomi.
Produk domestik bruto menyusut 4% pada kuartal ketiga, menurut perkiraan awal badan statistik nasional Rosstat.
BACA JUGA:Ekonomi Rusia Diprediksi Turun 3%-3,5% di 2022 Imbas Perang

Hal yang sama terjadi juga pada kuartal kedua, sehingga kini Rusia telah memenuhi definisi teknis resesi dengan penurunan PDB selama dua kuartal berturut-turut.
Melansir VOA, Kamis (17/11/2022), kontraksi ekonomi dipicu oleh penurunan perdagangan grosir sebesar 22,6% dan penurunan perdagangan ritel sebesar 9,1%. Sementara itu, pembangun infrastruktur tumbuh 6,7% dan pertanian 6,2%.
BACA JUGA:Ngeri! Menkeu AS Beri Gambaran Suramnya Ekonomi Rusia akibat Perang

Perekonomian Rusia tengah terseok-seok di bawah berbagai masalah. Sanksi-sanksi Barat telah membatasi kegiatan ekspor dan impor, termasuk komponen manufaktur utama dan suku cadang.
Berbagai perusahaan juga mengalami kekurangan tenaga kerja akibat mobilisasi parsial ratusan ribu pria sebagai tentara cadangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC8xLzE1NjgzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meskipun mengalami kontraksi ekonomi, angka pengangguran Rusia tetap berada pada level 3,9% pada September, menurut Rosstat.
Akibatnya, ekonomi Rusia menjadi lebih bergantung pada ekspor energi, yang kini mewakili 40% pendapatan pemerintah federal.
Menurut kantor Boris Titov, komisaris presiden untuk pengusaha,  sekitar sepertiga dari 5.800 perusahaan Rusia baru-baru ini mengalami  penurunan penjualan dalam beberapa bulan terakhir.
Mobilisasi 300.000 tentara cadangan September lalu telah memengaruhi  sepertiga jumlah perusahaan, menurut survei yang sama, kata harian  Kommersant.
&amp;ldquo;Situasinya terus memburuk, tidak mengejutkan,&amp;rdquo; kata Dmitry Polevoy, direktur investasi Locko Invest di Moskow.</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonomi Rusia telah masuk jurang resesi. Ekonomi Rusia resesi setelah sembilan bulan perang dengan Ukraina memicu banyaknya sanksi ekonomi.
Produk domestik bruto menyusut 4% pada kuartal ketiga, menurut perkiraan awal badan statistik nasional Rosstat.
BACA JUGA:Ekonomi Rusia Diprediksi Turun 3%-3,5% di 2022 Imbas Perang

Hal yang sama terjadi juga pada kuartal kedua, sehingga kini Rusia telah memenuhi definisi teknis resesi dengan penurunan PDB selama dua kuartal berturut-turut.
Melansir VOA, Kamis (17/11/2022), kontraksi ekonomi dipicu oleh penurunan perdagangan grosir sebesar 22,6% dan penurunan perdagangan ritel sebesar 9,1%. Sementara itu, pembangun infrastruktur tumbuh 6,7% dan pertanian 6,2%.
BACA JUGA:Ngeri! Menkeu AS Beri Gambaran Suramnya Ekonomi Rusia akibat Perang

Perekonomian Rusia tengah terseok-seok di bawah berbagai masalah. Sanksi-sanksi Barat telah membatasi kegiatan ekspor dan impor, termasuk komponen manufaktur utama dan suku cadang.
Berbagai perusahaan juga mengalami kekurangan tenaga kerja akibat mobilisasi parsial ratusan ribu pria sebagai tentara cadangan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xNC8xLzE1NjgzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Meskipun mengalami kontraksi ekonomi, angka pengangguran Rusia tetap berada pada level 3,9% pada September, menurut Rosstat.
Akibatnya, ekonomi Rusia menjadi lebih bergantung pada ekspor energi, yang kini mewakili 40% pendapatan pemerintah federal.
Menurut kantor Boris Titov, komisaris presiden untuk pengusaha,  sekitar sepertiga dari 5.800 perusahaan Rusia baru-baru ini mengalami  penurunan penjualan dalam beberapa bulan terakhir.
Mobilisasi 300.000 tentara cadangan September lalu telah memengaruhi  sepertiga jumlah perusahaan, menurut survei yang sama, kata harian  Kommersant.
&amp;ldquo;Situasinya terus memburuk, tidak mengejutkan,&amp;rdquo; kata Dmitry Polevoy, direktur investasi Locko Invest di Moskow.</content:encoded></item></channel></rss>
