<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ultimatum Elon Musk ke Karyawan Twitter: Kerja Keras atau Keluar</title><description>Ultimatum Elon Musk ke karyawan Twitter untuk bekerja keras atau keluar dari perusahaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709208/ultimatum-elon-musk-ke-karyawan-twitter-kerja-keras-atau-keluar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709208/ultimatum-elon-musk-ke-karyawan-twitter-kerja-keras-atau-keluar"/><item><title>Ultimatum Elon Musk ke Karyawan Twitter: Kerja Keras atau Keluar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709208/ultimatum-elon-musk-ke-karyawan-twitter-kerja-keras-atau-keluar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709208/ultimatum-elon-musk-ke-karyawan-twitter-kerja-keras-atau-keluar</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709208/ultimatum-elon-musk-ke-karyawan-twitter-kerja-keras-atau-keluar-ipoJsPwUO3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Elon Musk ultimatum karyawan Twitter (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709208/ultimatum-elon-musk-ke-karyawan-twitter-kerja-keras-atau-keluar-ipoJsPwUO3.jpg</image><title>Elon Musk ultimatum karyawan Twitter (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ultimatum Elon Musk ke karyawan Twitter untuk bekerja keras atau keluar dari perusahaan. Bos baru Twitter Elon Musk telah meminta staf untuk memilih menjadi &quot;fanatik&quot; twitter dan bekerja dengan gigih, dengan jam kerja yang panjang, atau kehilangan pekerjaan.
Ultimatum ini disampaikan dalam memo internal yang diterbitkan oleh beberapa media AS, dilansir dari VOA, Kamis (17/11/2022).
BACA JUGA:Elon Musk Tertarik Bangun Terowongan Anti Macet di Indonesia 

Eloln Musk mendapat kecaman karena perubahan radikal di perusahaan media sosial itu, yang dibelinya seharga USD44 miliar akhir bulan lalu.
Dia telah memecat separuh dari 7.500 staf perusahaan, membatalkan kebijakan bekerja dari rumah, dan memberlakukan jam kerja yang panjang, sementara upayanya untuk merombak Twitter menghadapi kekacauan dan penundaan.
BACA JUGA:Kerja 7 Hari Seminggu, Harta Kekayaan Elon Musk Tembus Rp3.045,7 Triliun

&quot;Ke depannya, untuk membangun terobosan Twitter 2.0 dan sukses di dunia yang semakin kompetitif, kita harus fanatik,&quot; tulis Musk dalam memo internal.
&quot;Ini berarti bekerja berjam-jam dengan intensitas tinggi. Hanya kinerja luar biasa yang akan menjadi nilai kelulusan,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOC80LzE1NjQ4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Staf diminta mengklik tautan untuk menegaskan komitmen mereka pada  &quot;Twitter yang baru&quot; selambatnya pada pukul 17:00 waktu New York pada  hari Kamis. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan diberhentikan,  menerima pesangon selama tiga bulan.
Twitter tidak menanggapi permintaan kantor berita AFP untuk mengomentari langkah baru tersebut.
Sejak Musk mengambil alih Twitter, upayanya yang terhambat untuk  mengubah verifikasi pengguna dengan layanan berlangganan yang  kontroversial, telah menyebabkan banyak akun dan lelucon palsu, dan  mendorong pengiklan besar mundur dari platform itu.
Pada hari Selasa, Musk menunda peluncuran kembali layanan langganan berbayar Twitter, Blue Verified.
Musk ingin pengguna membayar USD8 untuk tanda centang biru yang  didambakan, yang sampai sekarang diberikan gratis untuk akun  terverifikasi, memberikan otoritas kepada tokoh masyarakat dan media  yang menggunakan Twitter.
Meski demikian sistem itu ditangguhkan, karena akun yang menyamar  sebagai orang lain, termasuk yang menyamar sebagai Musk, semakin marak.</description><content:encoded>JAKARTA - Ultimatum Elon Musk ke karyawan Twitter untuk bekerja keras atau keluar dari perusahaan. Bos baru Twitter Elon Musk telah meminta staf untuk memilih menjadi &quot;fanatik&quot; twitter dan bekerja dengan gigih, dengan jam kerja yang panjang, atau kehilangan pekerjaan.
Ultimatum ini disampaikan dalam memo internal yang diterbitkan oleh beberapa media AS, dilansir dari VOA, Kamis (17/11/2022).
BACA JUGA:Elon Musk Tertarik Bangun Terowongan Anti Macet di Indonesia 

Eloln Musk mendapat kecaman karena perubahan radikal di perusahaan media sosial itu, yang dibelinya seharga USD44 miliar akhir bulan lalu.
Dia telah memecat separuh dari 7.500 staf perusahaan, membatalkan kebijakan bekerja dari rumah, dan memberlakukan jam kerja yang panjang, sementara upayanya untuk merombak Twitter menghadapi kekacauan dan penundaan.
BACA JUGA:Kerja 7 Hari Seminggu, Harta Kekayaan Elon Musk Tembus Rp3.045,7 Triliun

&quot;Ke depannya, untuk membangun terobosan Twitter 2.0 dan sukses di dunia yang semakin kompetitif, kita harus fanatik,&quot; tulis Musk dalam memo internal.
&quot;Ini berarti bekerja berjam-jam dengan intensitas tinggi. Hanya kinerja luar biasa yang akan menjadi nilai kelulusan,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOC80LzE1NjQ4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Staf diminta mengklik tautan untuk menegaskan komitmen mereka pada  &quot;Twitter yang baru&quot; selambatnya pada pukul 17:00 waktu New York pada  hari Kamis. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan diberhentikan,  menerima pesangon selama tiga bulan.
Twitter tidak menanggapi permintaan kantor berita AFP untuk mengomentari langkah baru tersebut.
Sejak Musk mengambil alih Twitter, upayanya yang terhambat untuk  mengubah verifikasi pengguna dengan layanan berlangganan yang  kontroversial, telah menyebabkan banyak akun dan lelucon palsu, dan  mendorong pengiklan besar mundur dari platform itu.
Pada hari Selasa, Musk menunda peluncuran kembali layanan langganan berbayar Twitter, Blue Verified.
Musk ingin pengguna membayar USD8 untuk tanda centang biru yang  didambakan, yang sampai sekarang diberikan gratis untuk akun  terverifikasi, memberikan otoritas kepada tokoh masyarakat dan media  yang menggunakan Twitter.
Meski demikian sistem itu ditangguhkan, karena akun yang menyamar  sebagai orang lain, termasuk yang menyamar sebagai Musk, semakin marak.</content:encoded></item></channel></rss>
