<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Perkirakan Inflasi Akhir 2022 Masih Tinggi di 5,9%</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Indonesia masih tinggi untuk keseluruhan tahun 2022 yakni sebesar 5,9% (year on year)/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709474/bi-perkirakan-inflasi-akhir-2022-masih-tinggi-di-5-9</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709474/bi-perkirakan-inflasi-akhir-2022-masih-tinggi-di-5-9"/><item><title>BI Perkirakan Inflasi Akhir 2022 Masih Tinggi di 5,9%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709474/bi-perkirakan-inflasi-akhir-2022-masih-tinggi-di-5-9</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/17/320/2709474/bi-perkirakan-inflasi-akhir-2022-masih-tinggi-di-5-9</guid><pubDate>Kamis 17 November 2022 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709474/bi-perkirakan-inflasi-akhir-2022-masih-tinggi-di-5-9-32LhMO9NhB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/17/320/2709474/bi-perkirakan-inflasi-akhir-2022-masih-tinggi-di-5-9-32LhMO9NhB.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Indonesia masih tinggi untuk keseluruhan tahun 2022 yakni sebesar 5,9% (year on year)/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI akan merespons hal tersebut melalui kebijakan moneter.

&quot;Konsensus forecast 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yaitu 5,9% yoy meski lebih rendah dari bulan sebelumnya 6,7% yoy,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (17/11/2022).
BACA JUGA:Sah! BI Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi Jadi 5,25%
Langkah moneter dari BI sudah dimulai sejak beberapa bulan terakhir.

Sebagai catatan, BI sudah mengerek suku bunga acuan sebesar 125 bps hanya dalam waktu tiga bulan, masing-masing sebesar 25 bps pada Agustus, 50 bps pada September, dan 50 bps pada Oktober.

Pada Oktober 2022, posisi suku bunga acuan BI berada di 4,75% sementara suku bunga Deposit Facility sebesar 4,00%, dan suku bunga Lending Facility ada di 5,50%

&quot;Dengan itu BI akan memperkuat respons kebijakan moneter untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0&amp;plusmn;1% lebih awal pada paruh pertama 2023,&quot; paparnya.


Adapun inflasi IHK pada Oktober 2022 tercatat sebesar 5,71% yoy, masih di atas sasaran 3,0&amp;plusmn;1%, meskipun lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,95% yoy.

Inflasi kelompok volatile food turun menjadi 7,19% yoy dan perlu penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui TPIP-TPID dan GNPIP untuk penurunan lebih lanjut.

Inflasi administered prices tercatat sebesar 13,28% yoy dan perlu penguatan koordinasi untuk memitigasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan agar lebih rendah.

Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 3,31% yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan meningkatnya ekspektasi inflasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Indonesia masih tinggi untuk keseluruhan tahun 2022 yakni sebesar 5,9% (year on year)/yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI akan merespons hal tersebut melalui kebijakan moneter.

&quot;Konsensus forecast 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yaitu 5,9% yoy meski lebih rendah dari bulan sebelumnya 6,7% yoy,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (17/11/2022).
BACA JUGA:Sah! BI Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi Jadi 5,25%
Langkah moneter dari BI sudah dimulai sejak beberapa bulan terakhir.

Sebagai catatan, BI sudah mengerek suku bunga acuan sebesar 125 bps hanya dalam waktu tiga bulan, masing-masing sebesar 25 bps pada Agustus, 50 bps pada September, dan 50 bps pada Oktober.

Pada Oktober 2022, posisi suku bunga acuan BI berada di 4,75% sementara suku bunga Deposit Facility sebesar 4,00%, dan suku bunga Lending Facility ada di 5,50%

&quot;Dengan itu BI akan memperkuat respons kebijakan moneter untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0&amp;plusmn;1% lebih awal pada paruh pertama 2023,&quot; paparnya.


Adapun inflasi IHK pada Oktober 2022 tercatat sebesar 5,71% yoy, masih di atas sasaran 3,0&amp;plusmn;1%, meskipun lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,95% yoy.

Inflasi kelompok volatile food turun menjadi 7,19% yoy dan perlu penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui TPIP-TPID dan GNPIP untuk penurunan lebih lanjut.

Inflasi administered prices tercatat sebesar 13,28% yoy dan perlu penguatan koordinasi untuk memitigasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan agar lebih rendah.

Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 3,31% yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan meningkatnya ekspektasi inflasi.</content:encoded></item></channel></rss>
